XPENG G6 Dirakit di Melaka, Malaysia Makin Serius Menjadi Basis Produksi EV Asia Tenggara

XPENG dan EP Manufacturing Berhad (EPMB) membawa Malaysia ke level baru dalam industri kendaraan listrik. Lewat perakitan lokal XPENG G6 di Melaka, negara itu tidak lagi hanya dipandang sebagai pasar, tetapi mulai diposisikan sebagai basis produksi EV untuk jangka panjang.

Langkah ini juga memberi sinyal bahwa peta persaingan EV di Asia Tenggara sedang bergerak. Kehadiran model yang dirakit secara completely knocked-down (CKD) itu menunjukkan bahwa strategi manufaktur XPENG di kawasan ini tidak lagi sekadar uji pasar.

Perakitan dimulai cepat, hak produksi juga diperluas

Kerja sama XPENG dan EPMB berjalan cepat karena perakitan G6 dan X9, termasuk varian range-extended PowerX REEV, dimulai kurang dari enam bulan setelah perjanjian diteken. Dalam kesepakatan itu, EPMB juga memperoleh hak eksklusif untuk merakit tiga model XPENG di masa depan.

Skema ini menandakan tingkat kepercayaan yang besar dari XPENG terhadap ekosistem manufaktur Malaysia. Bagi EPMB, fasilitas modern di HICOM Pegoh Industrial Park, Melaka, kini menjadi titik penting untuk transfer teknologi dan pengetahuan di sektor otomotif listrik.

Model XPENGLokasi PerakitanStatusKeterangan
G6MelakaCKDDirakit secara lokal
X9MelakaCKDTermasuk varian PowerX REEV
Tiga model XPENG di masa depanMelakaEksklusif untuk EPMBMasuk dalam hak perakitan EPMB

Malaysia dibidik sebagai hub manufaktur regional

XPENG menempatkan Malaysia sebagai salah satu lokasi perakitan luar negeri yang strategis. Penilaian itu sejalan dengan ambisi Malaysia untuk menarik investasi dan teknologi EV global, sekaligus memperkuat posisinya sebagai pusat manufaktur EV regional.

Daya tarik Malaysia juga ditopang oleh kebijakan pemerintah, tenaga kerja terampil, dan potensi pasar Asia Tenggara. Kombinasi faktor tersebut membuat ekosistem lokal dinilai cukup mendukung untuk pengembangan industri EV.

XPENG G6 yang dirakit lokal pada Juni 2026 menjadi penanda penting dari arah baru ini. Kehadiran model tersebut memperlihatkan bahwa industrialisasi EV di Malaysia sudah masuk tahap implementasi nyata, bukan lagi sekadar rencana di atas kertas.

Dampak yang diharapkan ke industri lokal

Kolaborasi XPENG dan EPMB diperkirakan memberi efek berantai pada industri otomotif Malaysia. Produksi EV lokal berpotensi meningkatkan kapasitas manufaktur, mendorong inovasi, menciptakan lapangan kerja baru, dan memperkuat rantai pasok komponen otomotif.

Jika perakitan G6 dan X9 berjalan sukses, produsen EV lain bisa terdorong mengikuti langkah serupa. Kondisi itu akan membuat posisi Malaysia di peta transisi kendaraan listrik kawasan semakin kuat.

Dampaknya juga berpotensi dirasakan konsumen, karena produksi EV lokal dapat memperluas akses masyarakat terhadap kendaraan ramah lingkungan di Malaysia dan negara tetangga.

Arah jangka panjang menuju mobilitas bersih

Langkah ini selaras dengan komitmen Malaysia terhadap keberlanjutan dan ekonomi hijau. Pada saat yang sama, kehadiran XPENG membuka peluang pengembangan teknologi baterai, infrastruktur pengisian daya, dan ekosistem pendukung lain.

Keberhasilan jangka panjang akan bergantung pada kemampuan Malaysia menjaga momentum investasi dan inovasi. Dengan dukungan pemain global dan kekuatan industri lokal, negara itu kini berada di jalur yang lebih kuat untuk menapaki era smart EV.

Source: moladin.com
Terkait