
Xiaomi kembali menyasar pengguna yang ingin praktis saat mengisi daya perangkat bergerak. Power bank baru berkapasitas 20.000mAh ini langsung menarik perhatian karena kabel USB-C-nya menyatu di bodi, sehingga pengguna tidak perlu membawa kabel terpisah.
Perangkat tersebut sudah dijual melalui Xiaomi Youpin di China dengan harga 149 yuan. Dengan kombinasi kapasitas besar, desain ringkas, dan aksesori bawaan, produk ini terasa dibuat untuk kebutuhan harian yang serba cepat.
Kabel bawaan jadi pembeda utama
Keberadaan kabel USB-C terintegrasi menjadi poin paling menonjol dari produk ini. Fitur tersebut sangat relevan karena banyak perangkat modern kini sudah memakai USB-C sebagai standar pengisian daya.
Bagi pengguna yang sering bepergian, satu kabel bawaan berarti satu barang lebih sedikit di dalam tas. Xiaomi juga menempatkan pendekatan ini sebagai solusi yang lebih ringkas untuk penggunaan sehari-hari.
Meski mengutamakan kemudahan, Xiaomi tetap memberi opsi koneksi yang cukup lengkap. Selain kabel USB-C bawaan, ada satu port USB-C tambahan dan satu port USB-A pada perangkat ini.
Ketiga jalur output tersebut mendukung pengisian cepat hingga 22,5W. Angka ini tidak tergolong ekstrem, tetapi masih cukup untuk banyak perangkat kecil seperti earbud dan smartwatch.
Xiaomi juga menyebut dukungan pengisian dua arah 22,5W. Artinya, power bank dapat mengisi perangkat lain sekaligus mengisi ulang baterainya sendiri pada kecepatan yang sama.
Masih aman dibawa terbang
Di dalam bodinya, Xiaomi memakai dua sel baterai 10.000mAh untuk menghasilkan total kapasitas 20.000mAh. Total energi yang tercatat berada di angka 74Wh.
Angka 74Wh ini penting karena masih berada di bawah batas 100Wh yang umumnya diterapkan maskapai untuk baterai di kabin. Karena itu, perangkat ini terasa cocok untuk pengguna yang membutuhkan power bank besar namun tetap aman untuk perjalanan udara.
Xiaomi juga menyebut klaim pengisian yang cukup spesifik. Power bank ini dikatakan dapat mengisi Xiaomi 17 hingga sekitar 25% dalam 30 menit.
Untuk iPhone 17, daya yang terisi disebut mencapai sekitar 46% dalam waktu yang sama. Klaim ini menegaskan bahwa produk tersebut dirancang untuk membantu pengisian cepat dalam skenario praktis, bukan hanya untuk cadangan daya semata.
Desain sederhana untuk mobilitas
Dari sisi fisik, Xiaomi memilih tampilan yang sederhana. Power bank ini hadir dalam warna abu-abu muda dan abu-abu tua dengan sudut membulat.
Bobotnya sekitar 343 gram. Angka itu masih tergolong masuk akal untuk perangkat 20.000mAh, meski tetap terasa sebagai power bank berkapasitas besar saat dibawa harian.
Pilihan desain tersebut sejalan dengan fokus produknya yang menonjolkan fungsi. Xiaomi tampaknya lebih menargetkan pengguna yang butuh solusi praktis ketimbang aksesori yang tampil mencolok.
Bisa mengisi beberapa perangkat sekaligus
Xiaomi juga menyatakan perangkat ini bisa mengisi beberapa perangkat secara bersamaan. Kombinasi kabel bawaan, port USB-C tambahan, dan port USB-A memberi fleksibilitas untuk berbagai skenario penggunaan.
Pengguna bisa mengisi ponsel utama sambil tetap menyambungkan perangkat lain. Untuk yang membawa ponsel, TWS, jam pintar, atau gadget kecil lain, konfigurasi seperti ini jelas lebih efisien.
Di sisi keamanan, Xiaomi menyertakan perlindungan terhadap overcharge, overheating, short circuit, dan risiko umum lain pada perangkat penyimpanan daya portabel. Proteksi seperti ini memang sudah menjadi standar dasar, tetapi tetap penting pada perangkat berkapasitas besar.
Peluncuran ini menambah pilihan baru dalam lini aksesori pengisian daya Xiaomi. Fokusnya terlihat jelas: power bank yang besar, mudah dibawa, dan tidak merepotkan pengguna dengan tambahan kabel lain.
Untuk komuter maupun pelancong, kabel bawaan bisa menjadi alasan utama untuk melirik produk ini. Sejauh ini belum ada informasi soal peluncuran global, tetapi perangkat seperti ini kerap menyusul ke pasar lain setelah debut di China.
Source: www.gizmochina.com




