Xiaomi mulai mengubah cara power bank dipasarkan dengan menempatkan keamanan sebagai nilai utama. Lewat Xiaomi Power Bank 20000 22.5W, perusahaan itu menjadi salah satu yang lebih cepat menyesuaikan diri dengan standar nasional baru China.
Produk ini dijadwalkan mulai dijual di China pada 22 Juli. Menariknya, Xiaomi tidak hanya menonjolkan kapasitas besar, tetapi juga rangkaian pengujian ekstrem yang sudah dilewati perangkat ini.
Uji ketat untuk model 20.000mAh
Xiaomi Power Bank 20000 22.5W membawa kapasitas 20.000mAh dan mendukung pengisian 22,5W melalui kabel bawaan. Di dalamnya, Xiaomi memakai dua sel baterai 10.000mAh alih-alih satu sel besar.
Perangkat ini disebut sudah melewati uji jarum tembus 4 mm, paparan panas 135 °C, uji overcharge pada tegangan 1,3 kali normal, uji tekan dengan gaya sekitar 1,3 ton, serta uji penuaan 300 siklus untuk memeriksa lithium plating.
| Fitur | Detail | Keterangan |
|---|---|---|
| Kapasitas | 20.000mAh | Memakai dua sel 10.000mAh |
| Daya isi | 22,5W | Melalui kabel bawaan |
| Port | 1 USB-A, 2 USB-C | Layout 2C+1A |
Fitur pintar dan identitas baterai
Selain pengujian keamanan, perangkat ini juga membawa fitur manajemen cerdas yang terhubung dengan kabelnya. Pengguna bisa memeriksa kesehatan baterai sekaligus melihat informasi keterlacakan tentang baterai yang dipakai di dalamnya.
Untuk konektivitas, tersedia satu port USB-A dan dua port USB-C. Kombinasi ini membuatnya tetap fleksibel untuk berbagai perangkat, sekaligus mempertahankan format yang sudah umum dipakai Xiaomi pada lini power bank terbarunya.
Masuk lebih cepat dari jadwal aturan baru
Model baru ini disebut berbasis pada Xiaomi 20000 22.5W Power Bank 2026 yang diluncurkan pada Juni. Keduanya sama-sama punya kabel bawaan, layout port 2C+1A, dan harga jual 149 yuan.
Gizmochina melaporkan bahwa standar nasional baru China untuk keamanan power bank diumumkan pada April, tetapi baru berlaku wajib mulai 1 April 2027. Aturan itu menuntut perlindungan yang lebih kuat terhadap panas tinggi, overcharge, dan tekanan, serta menambahkan tes baru untuk penumpukan lithium setelah siklus pengisian berulang.
Standar tersebut juga mewajibkan perangkat menyimpan dan membagikan data tentang kejadian tidak normal, serta memiliki kode identifikasi unik agar konsumen bisa memeriksa detail seperti merek baterai. Selain itu, aturan ini melarang penggunaan sel lithium daur ulang atau refurbish dan menambah pengujian mekanis seperti jatuh, tekan, dan benturan.
Dengan peluncuran ini, Xiaomi tampak bergerak lebih cepat dari tenggat yang ditetapkan. Kehadiran model yang sudah mengikuti syarat baru memberi sinyal bahwa produsen besar mulai menyiapkan lini produk mereka lebih awal untuk menghadapi aturan yang disebut sebagai salah satu yang paling ketat di dunia.
