Wuling Eksion EV Atau PHEV, Selisih Biaya Bulanan Dan Jarak Tempuhnya Bisa Bikin Pilihan Berubah

Wuling Eksion hadir sebagai opsi baru yang membuat pilihan pembeli tidak lagi sekadar soal harga awal, tetapi juga soal pola pakai harian. Dua pendekatan yang ditawarkan, EV murni dan PHEV, memberi jawaban berbeda untuk keluarga yang mengutamakan efisiensi, jarak tempuh, atau rasa aman saat bepergian jauh.

Model ini resmi meluncur pada 22 April 2026 di Indonesia. Wuling menempatkannya sebagai SUV 7-penumpang pertama di pasar lokal yang tersedia dalam format EV dan PHEV sekaligus.

Dua karakter, dua kebutuhan

Eksion EV memakai motor listrik penuh tanpa mesin bensin. Tenaganya mencapai 150 kW atau 204 PS dengan torsi 310 Nm.

Eksion PHEV menggabungkan mesin bensin 1.500 cc naturally aspirated dengan motor listrik. Motor listriknya menghasilkan 195 hp dan 230 Nm, sedangkan mesin bensinnya menyumbang 105 hp dan 130 Nm melalui transmisi DHT.

Perbedaan itu langsung terasa pada cara mobil dipakai sehari-hari. EV lebih menonjol untuk mobilitas kota yang terukur, sementara PHEV memberi ruang lebih besar untuk penggunaan campuran dan rute yang sering berubah.

Jarak tempuh jadi pembeda utama

Di atas kertas, Eksion EV membawa baterai LFP 69,2 kWh dengan jarak tempuh sekitar 530 km berdasarkan standar CLTC. Angka ini membuatnya cocok untuk pemakaian harian yang konsisten dan mudah diprediksi.

Eksion PHEV juga memakai baterai LFP, tetapi kapasitasnya jauh lebih kecil, yakni 20,5 kWh. Mode listriknya sekitar 125 km, namun total jarak tempuhnya bisa melampaui 1.000 km saat motor listrik dan mesin bensin bekerja bersama.

Selisih ini penting karena menentukan biaya bulanan secara langsung. Untuk perjalanan harian di bawah 100 km dengan akses pengisian di rumah atau kantor, EV cenderung lebih hemat biaya energi dibanding mobil bensin.

Sebaliknya, PHEV lebih relevan bagi pengguna yang sering keluar kota atau tinggal di wilayah dengan SPKLU terbatas. Model ini tetap bisa berjalan listrik untuk rute pendek, tetapi tidak menimbulkan kekhawatiran besar saat butuh jarak tempuh panjang.

Harga awal dan opsi varian

Wuling menyediakan empat varian, yaitu EV CE, EV EX, PHEV CE, dan PHEV EX. Informasi yang tersedia menyebut harga varian EV mulai Rp389 juta.

Rincian harga untuk seluruh varian tidak dicantumkan secara lengkap. Karena itu, perbedaan fitur antara CE dan EX menjadi faktor penting saat menilai nilai beli masing-masing versi.

Varian EX membawa perlengkapan yang lebih lengkap dibanding CE. Tambahannya meliputi kamera 360 derajat, ventilated seat baris pertama, filter udara PM2.5, dan paket ADAS yang lebih komprehensif.

Dimensi keluarga dan basis platform

Kedua versi dibangun di atas platform WFMS atau Wuling Family Modular System. Platform yang sama juga dipakai Wuling Darion, tetapi pada Eksion disesuaikan untuk segmen SUV medium keluarga.

Ukuran keduanya identik, dengan panjang 4.745 mm, lebar 1.850 mm, tinggi 1.755 mm, dan jarak sumbu roda 2.810 mm. Kabinnya disusun untuk tujuh penumpang dan menempatkan Eksion di kelas medium-large SUV.

Suspensi depan memakai MacPherson Strut, sedangkan belakang menggunakan Multi-Link Independent. Sistem pengereman juga sudah cakram di semua roda.

Fitur keselamatan dan konektivitas

Semua varian sudah dibekali ADAS Level 2. Fitur dasarnya meliputi 6 SRS airbag, ABS, EBD, ESC, EPB dengan Auto Hold, Hill Hold Control, TPMS, dan ISOFIX.

Paket bantuan berkendaranya juga cukup lengkap. Daftarnya mencakup Forward Collision Warning, Auto Emergency Braking, Lane Departure Warning, Lane Keep Assist, Blind Spot Detection, dan Adaptive Cruise Control.

Untuk konektivitas, Wuling menyematkan sistem WIND yang bisa diakses lewat smartphone. Mobil ini juga memakai layar infotainment 15,6 inci dan mendukung pembaruan OTA.

Soal pengisian daya, baik EV maupun PHEV sama-sama mendukung DC fast charging dengan konektor CCS2. Keduanya juga mendapat garansi baterai seumur hidup dengan syarat berlaku.

Pada akhirnya, pilihan antara Eksion EV dan PHEV lebih ditentukan oleh ritme mobilitas bulanan daripada sekadar angka tenaga. Jika mayoritas perjalanan berlangsung di dalam kota dan pengisian mudah dijangkau, EV terlihat paling efisien, sedangkan PHEV lebih masuk akal untuk pengguna yang butuh daya jelajah panjang tanpa bergantung penuh pada infrastruktur charging.

Terkait