Wortel Memang Baik untuk Mata, Tapi Minus Tidak Bisa Hilang Begitu Saja

Author: Cung Media

Wortel sering dianggap makanan andalan untuk kesehatan mata, tetapi anggapan itu tidak boleh disamakan dengan kemampuan mengurangi mata minus. Dokter mata Ucok P. Pasaribu, SpM(K)., menegaskan wortel bermanfaat untuk menjaga kesehatan mata, namun tidak bisa mengubah ukuran minus yang sudah terjadi.

Perbedaan ini penting karena banyak orang berharap makanan tertentu dapat memperbaiki gangguan penglihatan yang sifatnya struktural. Dalam kasus minus, masalah utamanya bukan sekadar asupan nutrisi, melainkan bentuk bola mata yang lebih panjang dari kondisi normal.

Apa yang sebenarnya dibantu wortel

Wortel mengandung beta-karoten yang akan diubah tubuh menjadi vitamin A. Nutrisi ini membantu produksi pigmen pada retina agar mata bisa beradaptasi dengan perubahan cahaya.

Dokter mata Jill Koury, MD., seperti dikutip Duke Health, menjelaskan bahwa vitamin A dalam jumlah normal dan sesuai rekomendasi penting untuk menjaga penglihatan yang baik. Kekurangan vitamin A juga dapat membuat konjungtiva, yaitu selaput tipis yang melapisi kelopak mata dan bola mata, menjadi kering dan berkerut.

Wortel kuning disebut mengandung lutein paling banyak. Zat ini membantu mencegah degenerasi makula terkait usia, sementara wortel oranye lebih kaya beta-karoten.

Mengapa mata minus tidak hilang hanya dengan makan wortel

Minus terjadi ketika bentuk bola mata menjadi lebih panjang dibandingkan kondisi normal. Karena itu, konsumsi wortel sebanyak apa pun tidak akan mengembalikan bentuk bola mata ke keadaan semula.

Ucok juga menyebut mata minus umumnya dipengaruhi faktor genetik dan aktivitas penggunaan gawai sehari-hari. Penjelasan itu sejalan dengan informasi WebMD yang menyebut risiko mata minus lebih tinggi pada anak dari orang tua yang minus, serta pada orang yang lama bekerja dengan penglihatan dekat.

Aktivitas yang menuntut melihat detail dari jarak dekat selama berjam-jam, seperti membuat kerajinan tangan atau menyunting naskah, juga termasuk faktor yang dapat berkontribusi. Menatap layar dalam waktu lama pun dikaitkan dengan risiko yang lebih tinggi mengalami mata minus.

Berapa kebutuhan vitamin A yang dianjurkan

Mayo Clinic merekomendasikan asupan vitamin A harian 900 mcg untuk laki-laki dan 700 mcg untuk perempuan. Untuk ibu hamil, angkanya 770 mcg, sedangkan ibu menyusui 1.300 mcg.

Kebutuhan itu bisa dipenuhi dari makanan nabati yang mengandung karotenoid dan beta-karoten, maupun makanan hewani yang kaya retinol. Pilihannya meliputi susu, keju, telur, ikan berlemak, labu, ubi, blewah, mangga, brokoli, bayam, dan lobak hijau.

Wortel tetap berguna sebagai bagian dari pola makan yang mendukung kesehatan mata, selama tidak dibebani harapan untuk menyembuhkan minus. Jika keluhan muncul karena miopia, penanganannya tetap perlu disesuaikan dengan penyebabnya, termasuk faktor genetik dan kebiasaan melihat dekat dalam waktu lama.

Source: www.beautynesia.id
Terbaru