Victor Wembanyama kembali menjadi pembeda di panggung terbesar. Di Madison Square Garden, ia memimpin San Antonio Spurs menundukkan New York Knicks 115-112 pada gim ketiga Final NBA 2026 dan menjaga asa timnya tetap hidup setelah tertinggal 0-2.
Kemenangan ini terasa jauh lebih besar dari sekadar satu angka di klasemen seri. Spurs datang ke New York dalam situasi wajib menang, lalu pulang dengan momentum baru setelah memperkecil kedudukan menjadi 1-2 dalam format best of seven.
Awal agresif Spurs langsung mengubah tempo
Spurs memulai laga dengan sangat cepat dan langsung unggul 7-0 setelah tip off. Wembanyama menjadi pusat serangan sejak awal dan mencetak sembilan poin dalam lima menit pertama.
Start tersebut membantu Spurs membangun keunggulan 24-13 sebelum menutup kuarter pembuka dengan skor 33-22. Pada fase ini, Spurs terlihat lebih lepas dan mampu mengontrol ritme permainan di tengah tekanan tuan rumah.
Namun, Knicks tidak membiarkan momentum itu bertahan lama. New York membalas pada kuarter kedua dengan 11 poin beruntun di awal periode dan memaksa Spurs hanya mencetak dua poin pada rentang yang sama.
Knicks sempat balik menekan sebelum Spurs bangkit
Kebangkitan Knicks mengubah arah pertandingan untuk sementara. Tim tuan rumah berbalik memimpin 40-38 dan sempat menjauh 49-44 saat kuarter kedua menyisakan lima menit.
Spurs kesulitan mengembangkan permainan ketika Wembanyama mendapat penjagaan ketat dari pertahanan Knicks. Situasi itu membuat tim tamu tertinggal 57-64 saat turun minum, meski mereka masih menjaga jarak agar tetap dalam jangkauan.
Di kubu Knicks, OG Anunoby dan Jalen Brunson sudah memberi fondasi kuat sejak paruh pertama. Anunoby mengemas 17 poin dan Brunson menyusul dengan 15 poin sebelum jeda.
Kuarter ketiga jadi titik balik
Setelah turun minum, Knicks masih sempat memegang kendali di awal kuarter ketiga. Tetapi Spurs perlahan menemukan kembali aliran serangan mereka dan mulai memangkas selisih angka.
Saat kuarter ketiga menyisakan tujuh menit, jarak skor mengecil menjadi 69-71. Spurs kemudian mendekat lagi menjadi 80-81 ketika waktu tersisa empat menit.
Kesalahan beruntun dari pemain tuan rumah menjadi celah yang dimanfaatkan Spurs. Tim tamu mengumpulkan 19 poin di fase itu dan berbalik unggul 92-91 sebelum kuarter ketiga berakhir.
Memasuki kuarter pamungkas, Spurs tampil lebih tenang dan menjaga ritme permainan. Mereka sempat memimpin enam angka ketika skor menunjukkan 108-102 dengan waktu tersisa kurang dari tiga menit.
Drama akhir dan tangan dingin Wembanyama
Laga belum selesai saat sisa waktu hanya 30 detik. Jalen Brunson, OG Anunoby, dan De’Aaron Fox saling membalas lewat tembakan tiga angka dalam momen yang membuat pertandingan kembali tegang.
Meski begitu, Spurs tetap mampu mempertahankan keunggulan sampai buzzer berbunyi. Ketahanan mereka di menit-menit akhir menjadi pembeda dalam duel ketat di kandang lawan.
Wembanyama menutup pertandingan dengan 32 poin, delapan rebound, dan enam assist. Catatan itu membuatnya menjadi pemain termuda kedua setelah Magic Johnson yang mampu mencetak setidaknya 30 poin, lima rebound, dan lima assist dalam satu laga Final NBA.
Stephon Castle juga memberi dukungan penting dengan 23 poin. Kombinasi dua pencetak angka utama itu membantu Spurs meredam tekanan Knicks di fase-fase penentu.
Knicks tetap hidup, tapi tekanan kini beralih ke mereka
Jalen Brunson menutup laga dengan 32 poin, sementara OG Anunoby menambah 28 poin untuk Knicks. Performa keduanya tetap kuat, tetapi belum cukup untuk menghindarkan tuan rumah dari kekalahan di depan pendukung sendiri.
Gim keempat akan kembali digelar di markas Knicks pada Kamis (11/6) pagi WIB. Spurs kini membawa modal kemenangan penting dan peluang juara yang masih terbuka saat Final NBA 2026 berlanjut di New York.
