Wall Street Mengincar Pasar Perps Hyperliquid, Arthur Hayes Peringatkan Tekanan Baru yang Tajam

Wall Street mulai mendekati arena yang selama ini jadi ladang utama Hyperliquid, dan Arthur Hayes menilai tekanan itu tidak akan datang pelan-pelan. Co-founder BitMEX itu melihat perp atau perpetual futures kini berubah dari ceruk kripto menjadi medan perebutan pemain besar, termasuk bursa tersentral seperti Binance dan bursa TradFi.

Di saat yang sama, Hyperliquid masih menikmati sorotan besar berkat pertumbuhan cepat dan lonjakan minat terhadap token HYPE. Namun, Hayes memperingatkan bahwa kekuatan platform ini sangat bergantung pada arus biaya perdagangan yang stabil, sehingga setiap penurunan pangsa pasar bisa langsung mengguncang fondasi bisnisnya.

Mesin pertumbuhan yang rawan goyah

Hayes menilai daya tarik Hyperliquid lahir dari model yang sederhana tetapi kuat. Biaya perdagangan dipakai untuk membeli HYPE di pasar terbuka, lalu token itu dihapus secara permanen dari peredaran.

Mekanisme itu menciptakan kelangkaan dan membantu menopang narasi nilai token. Tetapi Hayes menegaskan model seperti ini sangat sensitif jika volume perdagangan melemah atau pesaing merebut lalu lintas transaksi.

Ancaman terbesarnya, menurut dia, datang dari perpetual futures untuk aset dunia nyata. Instrumen ini berbeda dari futures tradisional karena tidak memiliki tanggal kedaluwarsa, sehingga trader bisa berspekulasi tanpa batas waktu dengan pembayaran berkala untuk menjaga harga tetap selaras.

Hyperliquid masih mencatat pertumbuhan cepat

Sejak debut pada 2023, Hyperliquid melesat menjadi salah satu nama paling mencolok di perdagangan derivatif kripto. Popularitas itu ikut mendorong HYPE ke rekor tertinggi baru dalam beberapa waktu terakhir.

Pada minggu lalu, HYPE sempat menembus di atas $75 sebelum bergerak di sekitar $59 pada hari Minggu, menurut CoinGecko. Dalam tujuh hari, aset itu turun 14%, meski sebelumnya sempat mencatat puncak baru.

Ekspansi Hyperliquid tidak berhenti di aset kripto. Pada Oktober, platform ini memperluas dukungan untuk derivatif aset dunia nyata, termasuk emas dan perak, dan pada Selasa akun resminya mengatakan total nilai posisi terbuka di pasar tersebut telah mencapai $3 miliar.

Buyback besar, tetapi ketergantungan juga besar

Data dari dashboard Dune menunjukkan Hyperliquid telah membeli kembali 26,6 juta HYPE. Dari jumlah itu, 579.603 HYPE sudah dihapus permanen dari peredaran, dengan nilai akumulasi pembelian sekitar $1,56 miliar pada harga saat ini.

Bagi Hayes, angka-angka itu justru menegaskan inti cerita Hyperliquid sebagai “cash story”. Ia menilai pertumbuhan platform sangat ditopang kemampuan menghasilkan kas dari aktivitas perdagangan, sehingga dominasi pasar menjadi faktor yang sangat menentukan.

Ia juga mengakui Hyperliquid punya pencapaian penting di luar narasi token. Salah satunya adalah kemampuannya menjadi tempat perdagangan untuk pasar yang biasanya tidak likuid pada akhir pekan, terutama minyak.

“Perennial crypto haters had to acknowledge that price action and price discovery for these key variables happen over the weekend on a crypto trading platform,” kata Hayes. Menurut dia, hal itu menjadi momen penting yang membuat banyak pelaku pasar mulai memperhatikan Hyperliquid.

Dari pujian ke aksi jual HYPE

Sorotan terhadap Hyperliquid makin besar setelah Hayes mengambil langkah yang berlawanan dengan nada optimistis sebelumnya. Sehari setelah wawancara itu, ia mengatakan di X bahwa ia “baru saja menjual” seluruh simpanan HYPE miliknya, bersama satu aset digital lain.

Ia menyebut beberapa alasan di balik keputusan tersebut, termasuk ekspektasi kenaikan harga energi, sederet IPO yang menyedot likuiditas, dan perubahan sikap Presiden Trump soal AI. Ia juga menulis, “Time to take profit,” kurang dari dua bulan setelah menerbitkan esai yang memprediksi HYPE akan mencapai $150 pada Agustus 2026.

Pergeseran sikap itu menarik perhatian karena sebelumnya Hayes terdengar sangat percaya diri terhadap prospek token tersebut. Meski begitu, ia tetap menilai masuknya pemain besar adalah sesuatu yang tak terhindarkan dan bursa tradisional pada akhirnya akan terdorong meluncurkan produk pesaing.

“By next year, we’re going to see some decently liquid products in TradFi that use this perpetual swap architecture,” ujarnya. Dengan kata lain, pasar perp yang dulu identik dengan kripto kini mulai dilihat sebagai struktur produk yang juga bisa diperebutkan Wall Street.

Terkait