Waduk San Carlos Hampir Kering, Salju yang Menipis Picu Krisis Baru di Arizona

Author: Cung Media

Waduk San Carlos di Arizona kini berada di titik paling kritis. Airnya menyusut hingga tersisa kurang dari 1 persen setelah musim dingin yang sangat kering membuat pasokan salju dari hulu nyaris hilang.

Kondisi itu langsung menekan Sungai Gila, jalur air vital yang selama ini menopang warga, pertanian, dan satwa liar di barat daya Amerika Serikat. Saat lelehan salju dari pegunungan tak lagi datang seperti biasa, waduk yang bergantung pada aliran musim semi ikut kolaps.

Salju Nyaris Habis, Aliran Air Ikut Turun

Dikutip dari SciTechDaily, ketebalan salju di sepanjang daerah aliran Sungai Gila hanya tersisa 2 persen dari median bulan Maret untuk periode 1991-2020. Dampaknya cepat terasa karena aliran air pada bulan April turun menjadi 39 persen dari kondisi normal.

Waduk San Carlos biasanya menerima suplai dari lelehan salju Pegunungan Mogollon dan Black Range yang mengisi cadangan air setiap musim semi. Tahun ini, aliran itu hampir tidak ada, sementara kebutuhan air untuk lahan pertanian di hilir tetap harus dipenuhi.

Indikator Angka Keterangan
Ketebalan salju 2 persen Dari median bulan Maret periode 1991-2020
Aliran air bulan April 39 persen Hanya 39 persen dari kondisi normal
Isi Waduk San Carlos 389 acre-feet Kurang dari 1 persen kapasitas penuh
Cadangan air pertengahan tahun Kurang dari 400 acre-feet Sekitar 493.000 meter kubik

Waduk Turun ke Level Kritis

Citra satelit Landsat yang diambil pada 22 Mei menunjukkan perubahan yang sangat drastis. Saat itu, Waduk San Carlos hanya terisi 389 acre-feet air dan berada jauh di bawah kapasitas normal.

Jika dibandingkan dengan beberapa tahun lalu, kondisinya terlihat sangat kontras. Foto satelit pada periode yang sama menunjukkan waduk tersebut masih terisi sekitar 60 persen kapasitas.

Di tepian yang mulai mengering, tanaman invasif seperti tamariska, dedalu, dan rumput liar justru tumbuh subur. Mereka menutupi area yang dulu tertutup air dan memperlihatkan seberapa jauh permukaan waduk telah surut.

Kematian Ikan dan Penutupan Total

Penurunan permukaan air memicu persoalan lain yang lebih serius. Departemen Rekreasi dan Satwa Liar San Carlos menutup total waduk untuk umum tanpa batas waktu setelah kadar oksigen turun ke tingkat berbahaya.

Kondisi itu dikenal sebagai hipoksia, dan di Waduk San Carlos dampaknya sangat besar. Hampir seluruh populasi ikan di dalam danau mati massal seiring air yang terus menyusut.

Waduk ini selama ini menjadi habitat bagi ikan bass mulut besar, crappie hitam, bluegill, lele saluran, lele kepala datar, komet salmon, dan rainbow trout. Dengan banyaknya bangkai ikan di permukaan lumpur, warga juga diminta menjauhi area waduk karena pembusukan dapat menghasilkan gas beracun.

Kekeringan yang Bukan Hal Baru

Meski ekstrem, sejarah Waduk San Carlos menunjukkan kekeringan seperti ini pernah berulang. Laporan berita lokal menyebut waduk tersebut sudah mengering total setidaknya 20 kali sejak diresmikan pada 1930.

Pada hari peresmian bendungan itu, dasar danau yang terekspos bahkan sempat ditumbuhi rerumputan hijau. Will Rogers kala itu melontarkan candaan kepada Presiden Calvin Coolidge, “Jika itu danau saya, saya pasti sudah memotong rumputnya.”

Kematian massal ikan dalam skala besar juga pernah terjadi pada 1976 dan 2018. Setelah bencana pada 1976 yang menewaskan lebih dari 5 juta ekor ikan, media lokal Gila Herald melaporkan ekosistem waduk membutuhkan setidaknya lima tahun untuk pulih.

Hingga kini, sebagian besar wilayah hulu Sungai Gila di New Mexico masih berada dalam kekeringan parah sebagai bagian dari siklus kering multi-tahunan di Amerika Serikat. Namun, karena debit Sungai Gila memang berubah-ubah setiap tahun, peluang pemulihan tetap ada jika musim basah musim panas membawa hujan yang cukup.

NOAA memperkirakan peluang 33 hingga 50 persen terjadinya curah hujan di atas rata-rata di wilayah itu selama musim monsun panas. Di saat yang sama, penguatan fenomena El Niño di Samudra Pasifik ekuator bagian tengah dan timur juga diharapkan menambah suplai hujan bagi barat daya Amerika Serikat.

Terbaru