Vivo X500 Ultra Pertaruhkan Zoom 10x pada Sensor 200MP, Desain Bisa Jadi Korban

Author: Cung Media

Vivo disebut masih menghadapi keputusan besar untuk X500 Ultra, terutama pada kamera telefoto periscope 200MP yang akan menjadi andalan zoom-nya. Pilihan sensor ini dapat menentukan apakah ponsel tersebut mengejar hasil zoom 10x yang lebih agresif atau mempertahankan bentuk bodi yang lebih praktis.

Taruhannya cukup besar karena Vivo dikabarkan tidak lagi menyiapkan dua kamera periscope pada model Ultra tersebut. Artinya, satu modul telefoto 200MP akan memikul tugas utama untuk menjaga detail gambar pada pembesaran tinggi.

Satu Kamera untuk Target Zoom 10x

Informasi dari Digital Chat Station menyebut Vivo masih menguji tiga ukuran sensor telefoto hingga Juli 2026. Ketiga kandidat itu adalah sensor 1/1.12 inci, 1/1.3 inci, dan 1/1.4 inci, dengan karakter kompromi yang berbeda.

Vivo dikabarkan akan mengandalkan pendekatan in-sensor zoom pada satu periscope 200MP, serupa strategi yang disebut digunakan X300 Ultra. Sistem ini memakai resolusi besar untuk melakukan pemotongan gambar secara presisi demi menghasilkan zoom efektif hingga setara optik 10x.

Pendekatan tersebut berpotensi mengurangi kebutuhan akan lensa periscope tambahan di dalam perangkat. Di sisi lain, kualitas hasil crop pada zoom tinggi akan sangat bergantung pada kemampuan sensor dalam menangkap cahaya dan mempertahankan detail.

Ukuran Sensor Posisi Pengujian Dampak Utama
1/1.12 inci Opsi paling ambisius Potensi tangkapan cahaya dan zoom low-light lebih baik, tetapi modul lebih tebal
1/1.3 inci Pilihan kompromi Menyeimbangkan performa kamera, desain bodi, dan biaya komponen
1/1.4 inci Basis hardware matang Risiko teknis lebih rendah, tetapi berpotensi hanya menyamai pesaing

Sensor Terbesar Menawarkan Hasil Paling Agresif

Sensor 1/1.12 inci menjadi opsi paling besar dalam pengujian untuk Vivo X500 Ultra. Ukuran ini berpotensi memberi modal penangkapan cahaya yang lebih baik ketika kamera dipakai memotret pada rentang zoom sekitar 5x hingga 10x.

Keunggulan itu penting saat kondisi cahaya terbatas, karena area sensor yang lebih besar dapat membantu menjaga kualitas gambar setelah proses crop. Namun, sensor besar juga berpotensi membuat benjolan kamera belakang makin tebal dan lebih menonjol.

Konsekuensi lain dari pilihan tersebut adalah biaya produksi yang dapat meningkat. Hal itu dinilai masih mungkin diterima pada kelas ultra-premium, mengingat harga perangkat ini diperkirakan melampaui Rp20 juta.

Opsi Tengah untuk Menjaga Bodi dan Biaya

Sensor 1/1.3 inci muncul sebagai jalan tengah yang dapat memberi peningkatan tanpa memaksa Vivo memakai modul kamera terlalu besar. Opsi ini juga membuka peluang bagi perusahaan untuk menjaga bill of materials atau BOM perangkat.

Dengan konfigurasi yang lebih seimbang, Vivo tetap bisa menempatkan X500 Ultra sebagai pesaing serius di kelas kamera zoom. Pilihan ini dapat menjadi titik temu antara ambisi fotografi, bentuk bodi, dan pengendalian biaya komponen.

Sementara itu, sensor 1/1.4 inci disebut menggunakan basis yang sama dengan Samsung HP9 pada Xiaomi 17 Ultra. Jalur tersebut berpotensi lebih aman dari sisi teknis dan produksi karena basis hardwarenya sudah matang.

Meski demikian, memakai sensor 1/1.4 inci dapat membuat Vivo lebih sulit menciptakan jarak kemampuan dari rivalnya. X500 Ultra berisiko hanya menyamai pendekatan yang sudah digunakan pesaing, bukan menawarkan lompatan pada kamera telefoto.

Prototipe Dua Periscope Disebut Berhenti

Menurut informasi yang dimuat gadget.viva.co.id, prototipe X500 Ultra dengan kamera zoom 10x khusus telah dihentikan pada Juni 2026. Keputusan itu membuat strategi satu modul periscope 200MP menjadi semakin menentukan bagi identitas kamera perangkat ini.

Mengurangi jumlah periscope dapat menekan kompleksitas mekanis di dalam ponsel. Vivo juga dapat menghindari komponen tambahan yang berpotensi meningkatkan risiko kegagalan hardware.

Seri X500, X500 Pro, dan X500 Pro Max dijadwalkan meluncur pada September 2026. Berbeda dari tiga model tersebut, X500 Ultra diperkirakan baru menyusul pada kuartal pertama atau kuartal kedua 2027.

Jadwal yang lebih lambat memberi Vivo waktu untuk mengunci sensor telefoto yang paling sesuai dengan strateginya. Model Ultra ini disebut akan debut bersamaan di Tiongkok dan pasar global apabila rencana peluncurannya tidak berubah.

Terbaru