Kemunculan vivo X500 Pro Max di sertifikasi TKDN Indonesia memberi sinyal bahwa perangkat ini sedang dipersiapkan untuk pasar yang lebih luas. Nomor model V2610 juga sudah muncul di basis data IMEI GSM Association dan dikaitkan langsung dengan nama yang sama.
Langkah itu belum berarti penjualan akan dimulai dalam waktu dekat, tetapi biasanya menjadi salah satu tahapan penting sebelum ponsel masuk pasar Indonesia. Di sisi lain, seri X500 disebut akan meluncur lebih dulu di China pada September.
Flagship yang mengandalkan kamera dan daya tahan
X500 Pro Max disebut sebagai salah satu model paling menarik di keluarga X500 karena membawa kombinasi layar kelas atas, baterai besar, dan konfigurasi kamera yang agresif. Fokus ini membuat perangkat tersebut terlihat jelas mengarah ke segmen flagship premium.
Rumor yang beredar menyebut ponsel ini akan memakai layar datar LIPO OLED berukuran 6,85 inci. Panelnya dikabarkan membawa resolusi 2K dan refresh rate 144Hz, dua spesifikasi yang biasanya dicari pengguna yang ingin tampilan tajam dan pergerakan layar mulus.
| Aspek | Rumor Spesifikasi X500 Pro Max |
|---|---|
| Layar | 6,85 inci, LIPO OLED datar |
| Resolusi | 2K |
| Refresh Rate | 144Hz |
| Kamera Utama | 50MP dengan sensor LOFIC |
| Kamera Telefoto | Periskop 200MP |
| Kamera Ultrawide | 50MP |
| Baterai | Minimal 7.000 mAh |
| Chipset | MediaTek Dimensity 9600 |
Di sektor kamera, konfigurasi yang disebut berpotensi menjadi salah satu daya tarik utamanya. vivo X500 Pro Max dirumorkan membawa kamera utama 50MP dengan sensor LOFIC, kamera periskop telefoto 200MP, dan kamera ultrawide 50MP.
Susunan ini memperlihatkan bahwa vivo masih ingin mempertahankan identitas seri X sebagai lini yang kuat di fotografi seluler. Keberadaan kamera periskop 200MP juga menjadi detail yang paling menonjol karena bisa menguatkan kemampuan zoom sebagai nilai jual utama.
Baterai besar dan chipset baru
Selain kamera, kapasitas baterai X500 Pro Max juga menjadi sorotan. Perangkat ini dikabarkan membawa baterai setidaknya 7.000 mAh, angka yang tergolong besar untuk kelas flagship.
Jika informasi itu benar, vivo berpeluang menawarkan daya tahan panjang tanpa mengorbankan perangkat keras kelas atas. Kombinasi ini biasanya menarik bagi pengguna yang menginginkan ponsel premium untuk pemakaian intensif sehari-hari.
Untuk dapur pacu, ponsel ini disebut akan memakai MediaTek Dimensity 9600. Rumor yang sama menyebut chipset tersebut juga akan dipakai oleh anggota lain di keluarga X500.
Pilihan ini memberi petunjuk bahwa vivo mungkin ingin menyamakan fondasi performa di lini tersebut. Pembeda antar model kemungkinan lebih banyak datang dari kamera, ukuran layar, dan kapasitas baterai.
Indonesia dan China sama-sama memberi petunjuk
Munculnya nomor model V2610 di TKDN dan IMEI GSM Association membuat arah perangkat ini semakin jelas. Dua basis data itu sama-sama mengarah ke vivo X500 Pro Max, sehingga kehadirannya di pasar internasional tampak semakin dekat.
Belum ada rincian resmi soal tanggal jual, wilayah peluncuran, maupun harga. Namun, kemunculan sertifikasi regional sebelum peluncuran di China memberi sinyal bahwa vivo sudah mulai menyiapkan jalur distribusi di luar pasar domestik.
Untuk saat ini, X500 Pro Max masih berada di wilayah rumor dan sertifikasi. Meski begitu, daftar spesifikasi yang beredar sudah cukup menunjukkan arah strategi vivo untuk model flagship berikutnya, terutama lewat kombinasi layar 6,85 inci, kamera periskop 200MP, baterai minimal 7.000 mAh, dan Dimensity 9600.
Source: www.gsmarena.com






