Vivo X Fold6 langsung masuk radar pasar ponsel lipat premium karena harga awalnya dipasang di kisaran Rp21 jutaan. Di China, perangkat ini sudah mulai dijual pada 1 Juli 2026 dan membawa sejumlah opsi memori yang menyasar pengguna kelas flagship.
Yang membuatnya menonjol bukan hanya statusnya sebagai ponsel lipat, tetapi juga rentang harga yang masih membuka banyak pilihan. Dari varian dasar sampai edisi khusus, Vivo menempatkan X Fold6 sebagai lawan serius di segmen premium.
Harga dibagi ke beberapa varian
Varian paling dasar hadir dengan RAM 12GB dan penyimpanan 256GB. Vivo mematoknya 7.999 yuan atau sekitar Rp21 juta.
Di atasnya, ada model 12GB/512GB yang dibanderol sekitar Rp23,6 juta. Untuk pengguna yang butuh ruang lebih lega, Vivo juga menyiapkan varian 16GB/512GB dengan harga sekitar Rp26,3 juta.
| Varian | Harga |
|---|---|
| 12GB/256GB | 7.999 yuan atau sekitar Rp21 juta |
| 12GB/512GB | sekitar Rp23,6 juta |
| 16GB/512GB | sekitar Rp26,3 juta |
| 16GB/1TB | sekitar Rp28,9 juta |
| Black Gold Edition 16GB/1TB | sekitar Rp29,7 juta |
Untuk kelas paling tinggi, tersedia varian 16GB/1TB dengan banderol sekitar Rp28,9 juta. Vivo juga menyiapkan Black Gold Edition 16GB/1TB yang dipasarkan sekitar Rp29,7 juta.
Layar, kamera, dan baterai jadi daya tarik utama
Vivo X Fold6 mengandalkan layar LTPO AMOLED 120Hz untuk memberi pengalaman visual yang mulus. Di sisi kamera, ponsel ini membawa kamera ZEISS 200 MP yang ditujukan untuk kebutuhan fotografi kelas atas.
Performa perangkat ditopang chipset MediaTek Dimensity 9500 Super. Vivo juga menyematkan baterai 7.000 mAh, salah satu nilai jual paling besar di segmen ponsel lipat.
Selain itu, ada fitur AI yang disebut lengkap untuk menunjang penggunaan harian. Kombinasi layar, kamera, performa, dan daya tahan baterai membuat X Fold6 diposisikan sebagai salah satu smartphone lipat paling kompetitif di kelas flagship tahun 2026.
Hingga kini, Vivo belum mengumumkan jadwal peluncuran global. Kepastian soal kehadiran resminya di Indonesia juga belum tersedia, sehingga pasar luar China masih menunggu langkah berikutnya dari Vivo.
