Sebuah ponsel misterius dari Vivo kembali menarik perhatian setelah muncul di Geekbench dengan petunjuk kuat memakai chipset flagship MediaTek, Dimensity 9500. Identitas komersialnya masih belum jelas, tetapi dua petunjuk penting sudah lebih dulu terbaca, yaitu performa awal dan dukungan pengisian 100W.
Perangkat ini terdaftar dengan nomor model V2545A. Dari sini, Vivo Group tampak sedang menyiapkan lebih dari satu perangkat berbasis Dimensity 9500, di luar model yang sudah lebih dulu dikonfirmasi.
Jejak Geekbench mengarah ke chipset kelas atas
Listing Geekbench tidak menulis nama chipset secara gamblang, tetapi konfigurasi CPU, detail GPU di metadata, dan nomor model MT6693 disebut sangat mengarah ke Dimensity 9500. Indikasi itu membuat V2545A masuk ke radar sebagai calon perangkat kelas premium.
Dimensity 9500 sendiri diposisikan sebagai chipset paling bertenaga dari MediaTek. Jika identifikasi itu akurat, V2545A akan menjadi salah satu perangkat awal yang memperlihatkan arah baru Vivo Group di kelas flagship.
Nama dagang final masih tanda tanya
Sampai sekarang belum ada kepastian apakah V2545A akan dijual sebagai Vivo atau iQOO. Nomor model di Geekbench belum mengungkap nama dagang final, sehingga identitas produknya masih terbuka.
Vivo sebelumnya sudah mengonfirmasi bahwa Vivo X Fold 6 akan memakai Dimensity 9500. Fakta itu membuat V2545A bisa saja merupakan model Vivo lain, meski peluangnya sebagai perangkat iQOO juga belum tertutup.
Sertifikasi 3C memberi petunjuk tambahan
Sebelum muncul di Geekbench, V2545A lebih dulu tercatat di sertifikasi 3C China pada April. Dari dokumen itu, perangkat ini diketahui mendukung pengisian daya 100W.
Dukungan 100W memberi konteks penting soal posisi produk ini. Spesifikasi seperti itu sering dikaitkan dengan perangkat yang mengejar performa tinggi dan pengisian cepat, sesuatu yang selama ini kerap terlihat pada lini iQOO.
Mengarah ke iQOO Neo 11S, tapi belum ada konfirmasi
Ada laporan bahwa sub-merek Vivo tengah menyiapkan iQOO Neo 11S. Model tersebut disebut sebagai peningkatan minor dari iQOO Neo 11 tahun lalu yang ditenagai Snapdragon 8 Elite.
Karena V2545A mendukung pengisian cepat 100W, perangkat ini dinilai lebih mungkin masuk ke jajaran iQOO. Meski begitu, belum ada konfirmasi resmi yang menghubungkan nomor model tersebut dengan nama iQOO Neo 11S.
Dengan begitu, V2545A masih berada di wilayah abu-abu antara dua kemungkinan. Di satu sisi cocok dengan arah pengembangan iQOO Neo 11S, namun di sisi lain Vivo juga sedang mendorong adopsi Dimensity 9500 pada produk lain.
Data yang sudah terungkap sejauh ini
| Detail | Informasi |
|---|---|
| Nomor model | V2545A |
| Muncul di | Geekbench |
| Chipset | Diduga MediaTek Dimensity 9500 |
| Petunjuk chip | Konfigurasi CPU, detail GPU, model MT6693 |
| Sertifikasi sebelumnya | 3C China |
| Pengisian daya | 100W |
| Merek final | Belum dipastikan, bisa Vivo atau iQOO |
Data yang tersedia masih terbatas pada benchmark dan sertifikasi. Karena itu, desain, ukuran layar, kamera, kapasitas baterai, dan nama pemasaran belum bisa dipastikan.
Kemunculan V2545A tetap penting karena memberi gambaran awal strategi Vivo Group untuk chipset flagship MediaTek. Bukan hanya satu model lipat yang akan memakai Dimensity 9500, tetapi ada sinyal bahwa lini produknya bisa lebih luas.
Bagi pasar ponsel performa tinggi, temuan ini juga menunjukkan bahwa persaingan flagship tidak hanya berpusat pada Snapdragon. Kehadiran perangkat baru dengan Dimensity 9500 berpotensi menambah pilihan bagi konsumen yang mencari performa kelas atas.
Untuk saat ini, kombinasi paling kuat dari V2545A adalah dugaan Dimensity 9500 dan dukungan pengisian 100W. Dua petunjuk itu membuat perangkat misterius ini menjadi salah satu kandidat paling menarik untuk dipantau dalam lini Vivo atau iQOO berikutnya.
