Vivo Pad 6 Pro kembali menjadi sorotan setelah menempati posisi teratas daftar tablet terkencang versi AnTuTu untuk periode Mei 2026. Tablet ini mencatat skor rata-rata 4.132.697 poin dan langsung menetapkan standar baru di kelas tablet Android flagship.
Pencapaian itu menunjukkan betapa sengitnya persaingan performa di segmen tablet premium. Saat banyak perangkat masih mengejar keseimbangan antara efisiensi dan daya tahan, Vivo Pad 6 Pro justru unggul lewat tenaga mentah yang sangat besar.
Snapdragon 8 Elite Gen 5 jadi senjata utama
Performa Vivo Pad 6 Pro ditopang chipset Snapdragon 8 Elite Gen 5. Varian yang diuji membawa RAM 8 GB dan penyimpanan 256 GB, lalu mampu menembus skor yang sulit dikejar tablet lain di kelasnya.
Varian tersebut juga dipasarkan dengan harga sekitar Rp13,1 jutaan atau sekitar 822 dolar AS. Posisi harga itu menempatkan Vivo Pad 6 Pro di jalur tablet flagship yang memang dibidik untuk pengguna dengan kebutuhan performa tinggi.
Dominasi di papan atas tidak berdiri sendiri
Menariknya, posisi Vivo Pad 6 Pro bukan satu-satunya bukti kuatnya Snapdragon 8 Elite Gen 5. iQoo Pad 6 Pro berada di posisi kedua dengan skor 4.081.031 poin, sedangkan Lenovo Legion Y700 generasi kelima menyusul di urutan ketiga dengan 4.073.338 poin.
Enam besar juga diisi Oppo Pad 5 Pro, OnePlus Pad 3 Pro, dan Honor MagicPad 3 Pro 13,3 inci. Keenam tablet itu sama-sama mengandalkan Snapdragon 8 Elite Gen 5, sehingga terlihat jelas bahwa chipset ini menjadi pusat kekuatan di jajaran tablet flagship terbaru.
Pesaing dari MediaTek dan Intel ikut muncul
Di tengah dominasi Snapdragon, Redmi K Pad 2 menjadi satu-satunya tablet di 10 besar yang memakai MediaTek Dimensity 9500. Perangkat itu menempati posisi ketujuh dengan skor rata-rata 3.716.562 poin.
Kehadiran H3C MegaBook di posisi kedelapan juga menarik perhatian karena memakai Intel Core Ultra 5 228V. Perangkat itu meraih skor 3.390.074 poin dan menunjukkan bahwa peta performa tablet flagship tidak sepenuhnya seragam pada satu jenis arsitektur saja.
Gambaran baru untuk tablet produktivitas
Bagi pengguna yang membutuhkan perangkat untuk kerja berat, pengeditan video, multitasking, hingga hiburan kelas atas, skor setinggi ini memberi gambaran kemampuan yang sangat besar. Dalam konteks tablet, tenaga besar seperti itu kerap menjadi faktor penentu kenyamanan saat menjalankan aplikasi yang menuntut performa stabil.
Daftar ini memang berasal dari pasar China, tetapi arahnya tetap menarik dicermati oleh konsumen Indonesia. Tren performa pada model seperti ini sering menjadi gambaran awal standar tablet premium yang akan hadir lebih luas di pasar global.
Persaingan flagship makin rapat
Dominasi Snapdragon 8 Elite Gen 5 di peringkat atas juga memperlihatkan bahwa produsen tablet kini semakin serius mengejar performa setara perangkat komputasi ringan. Tablet tidak lagi diposisikan hanya sebagai perangkat hiburan, melainkan juga sebagai alat kerja yang praktis dibawa.
Di sisi lain, daftar sepuluh besar masih ditutup oleh Oppo Pad 4 Pro dan OnePlus Pad 2 Pro yang memakai Snapdragon 8 Elite versi sebelumnya. Kehadiran keduanya menegaskan bahwa performa tinggi tetap relevan, meski generasi chipset terbaru sudah mulai mengambil alih peta persaingan.







