VinFast Ambil Nama EVO dan Viper, Bukan untuk Mobil Sport

VinFast membuat banyak penggemar otomotif mengernyit ketika mendaftarkan nama EVO dan Viper. Dua label yang lekat dengan mobil performa itu justru tidak disiapkan untuk mobil sport, melainkan untuk skuter listrik baru.

Langkah ini langsung menimbulkan kontras yang kuat, karena VinFast selama ini identik dengan penamaan VF untuk jajaran mobil listriknya. Dengan masuk ke nama-nama yang jauh lebih emosional, pabrikan Vietnam itu tampak sedang mengubah cara membangun identitas produknya.

EVO dan Viper mengarah ke skuter listrik

Menurut laporan Carbuzz, pendaftaran merek dagang itu terungkap pada pertengahan 2026. Temuan tersebut memicu perhatian karena EVO selama ini sangat erat dengan Mitsubishi Lancer Evolution, sementara Viper punya asosiasi kuat dengan Dodge.

Meski terdengar agresif, nama-nama itu disebut bukan untuk lini mobil. VinFast justru mengarahkannya ke kendaraan roda dua, terutama untuk pasar domestik Vietnam yang memang menjadi arena penting bagi skuter listrik.

NamaArah PenggunaanDetail yang DisebutkanHarga
ViperSkuter listrikDikaitkan dengan model VinFast di VietnamSekitar Rp30,9 juta atau USD 1.730
EVOSkuter bergaya VespaMenjadi nama skuter listrik berbeda dari ViperSekitar Rp13,6 juta atau USD 760

Arah baru portofolio VinFast

Pendaftaran EVO dan Viper bukan satu-satunya langkah yang menarik perhatian. VinFast juga mengajukan sejumlah nama lain seperti Subab, Saxil, Sulad, Kyo, Surad, Flaxx, Sadie, Kinet, Rasad, Sudub, dan Feliz II.

Deretan nama itu memberi sinyal bahwa perusahaan sedang menyiapkan portofolio skuter listrik yang lebih luas dan beragam. Strategi ini tampak diarahkan untuk memberi identitas yang lebih mudah diingat dibanding pola VF yang selama ini dipakai di mobil listrik.

Langkah tersebut juga bisa dibaca sebagai upaya membangun citra yang lebih emosional. Nama seperti EVO dan Viper punya resonansi yang kuat, sehingga mudah mencuri perhatian meski produk yang dibawa adalah kendaraan roda dua.

Nama LainStatus yang DisebutKeterangan
SadieVarian “luxury”Dikabarkan memakai motor 6 hp dan kecepatan puncak 80 km/jam
SaxilVarian “luxury”Dikabarkan memakai motor 6 hp dan kecepatan puncak 80 km/jam

Nama besar, produk yang berbeda

Nama EVO menjadi yang paling menyita perhatian karena hubungannya dengan Mitsubishi Lancer Evolution begitu kuat. Perpindahan nama itu ke skuter listrik terasa sangat kontras, tetapi justru di situlah daya tariknya bagi strategi branding VinFast.

Viper pun membawa beban sejarah tersendiri di dunia otomotif. Karena itu, pendaftaran dua nama tersebut tidak hanya dipandang sebagai urusan administratif, tetapi juga sebagai manuver pencitraan yang cukup berani.

Di sisi pasar, langkah ini berpotensi menimbulkan dua reaksi. Sebagian konsumen bisa merasa penasaran karena nama yang dipilih terasa familiar, sementara penggemar otomotif mungkin melihatnya sebagai pergeseran makna yang cukup tajam.

VinFast keluar dari pola VF

Selama ini VinFast dikenal lewat kode VF untuk model mobil listriknya, dari VF3 hingga VF9. Munculnya EVO dan Viper menunjukkan perusahaan mulai mencoba pendekatan lain untuk menonjolkan produknya.

Pendekatan seperti ini bukan tanpa preseden. Sebelumnya, Honda juga pernah menggunakan label Evo di Indonesia untuk menghiasi motor terbaru mereka, Vario 160.

Bagi VinFast, pendaftaran nama-nama baru itu menandai ambisi memperluas daya tarik merek lewat identitas yang lebih kuat secara emosional. Dan meski bukan untuk mobil sport, EVO dan Viper sudah cukup membuat perhatian publik kembali tertuju ke gerak VinFast di pasar kendaraan listrik.

Source: www.suara.com
Terkait