Harapan Veda Ega Pratama di Moto3 Belanda sempat terlihat sangat besar ketika ia mampu memimpin balapan di Sirkuit Assen. Namun momen itu tidak bertahan lama karena pebalap muda Indonesia tersebut akhirnya terjatuh dan gagal finis.
Start dari posisi ketujuh, Veda langsung tampil agresif sejak lap awal. Pembalap Honda Team Asia itu menjaga diri tetap berada di rombongan depan dan perlahan merangsek ke posisi yang lebih baik.
Naik cepat ke barisan terdepan
Perubahan besar terjadi setelah beberapa pebalap di depannya mengalami insiden. Situasi itu membuka jalan bagi Veda untuk masuk ke tiga besar hanya dalam beberapa lap awal dan tetap menjaga ritme balapnya.
Puncaknya datang pada lap keempat ketika ia menyalip Maximo Quiles untuk merebut posisi kedua. Tak lama kemudian, Veda mengambil alih pimpinan lomba dari David Almansa dan sempat berada di depan seluruh grup.
Persaingan rapat, lalu insiden di tikungan
Keunggulan itu tidak bertahan lama karena Almansa segera merebut kembali posisi pertama. Setelah itu, pertarungan di grup depan berlangsung sangat ketat dan para pebalap saling bertukar posisi dalam tempo cepat.
Memasuki lap keenam, tekanan dari rival-rivalnya semakin terasa. Veda memang sempat turun beberapa posisi, tetapi ia masih berada di kelompok terdepan dan tetap punya peluang untuk kembali menyerang.
Nasib buruk datang pada lap kedelapan saat motornya kehilangan traksi di tikungan 4-5. Roda belakang tergelincir, membuatnya terjatuh dan tidak bisa melanjutkan balapan.
DNF tanpa cedera serius
Insiden itu membuat Veda mencatat DNF atau gagal finis, meski ia tidak mengalami cedera serius. Ia bangkit sendiri setelah jatuh dan membawa motornya kembali ke pit.
Di depan, perebutan kemenangan terus berlanjut hingga garis finis. Maximo Quiles keluar sebagai pemenang setelah duel ketat melawan David Almansa, sementara Marco Morelli melengkapi podium di posisi ketiga.
Hasil di Assen memang meninggalkan kekecewaan karena Veda kehilangan peluang mencetak poin. Meski begitu, performa awalnya yang sempat memimpin balapan tetap menunjukkan bahwa ia punya kecepatan untuk bersaing di level atas Moto3.
Source: www.viva.co.id






