Veda Ega Pratama memilih menahan ambisi besar pada musim debutnya di Moto3 2026. Pebalap berusia 17 tahun itu ingin mengumpulkan poin dan memperbanyak pengalaman ketimbang menjadikan Rookie of the Year sebagai target utama.
Pendekatan tersebut muncul di tengah persaingan debutan yang ketat. Veda berada di urutan kedua di antara para rookie, tetapi ia masih melihat musim pertamanya sebagai kesempatan belajar di kelas Moto3.
Fokus pada konsistensi
Veda menyampaikan pandangannya saat berada di Senayan, Jakarta, Selasa (15/7). Ia mengakui persaingan rookie musim ini tidak mudah karena Brian Uriarte dan Hakim Hanish sama-sama sudah meraih kemenangan.
“Ya… ya enggak ada yang enggak mungkin, tapi ya memang rookie tahun ini hampir semua kuat-kuat, seperti Brian yang kemarin menang dan Hakim yang menang,” kata Veda. Ia kemudian menegaskan bahwa gelar rookie terbaik bukan sasaran utama pada tahun pertamanya di Moto3.
“Tapi saya enggak… enggak fokus buat… buat dapatin gelar Rookie of the Year, karena juga ini tahun pertama saya di Moto3,” lanjutnya. Veda memilih menempatkan perolehan poin sebagai ukuran yang lebih penting untuk dijaga sepanjang musim.
Target itu juga berkaitan dengan kebutuhan adaptasi di level balap dunia. “Jadi ya… saya mencoba untuk mengoleksi poin sebanyak mungkin dan juga ya jadi apa… tambah pengalaman sayalah,” ujar Veda.
Catatan awal yang menjanjikan
Meski tidak memburu gelar individu, hasil Veda bersama Honda Team Asia sejauh ini cukup kompetitif. Dalam 11 balapan, ia sudah dua kali naik podium di posisi ketiga dan enam kali menembus 10 besar.
Veda juga mengalami dua kali gagal finis, sementara satu balapan lainnya ditutup di posisi ke-16. Rangkaian hasil tersebut membawanya ke peringkat keenam klasemen Moto3 2026 dengan total 90 poin.
| Pembalap | Poin | Posisi Klasemen Moto3 2026 |
|---|---|---|
| Brian Uriarte | 127 | 2 |
| Veda Ega Pratama | 90 | 6 |
| Hakim Hanish | 86 | – |
Di antara rookie, Brian Uriarte masih memimpin dengan 127 poin dan menempati posisi kedua klasemen keseluruhan. Hakim Hanish dari Malaysia menguntit dengan 86 poin, hanya terpaut empat poin dari Veda.
Situasi itu membuat persaingan rookie tetap terbuka, terutama karena musim masih menyisakan 11 balapan. Namun, posisi Veda di klasemen keseluruhan menunjukkan bahwa ia tidak hanya bersaing dengan sesama pendatang baru.
Peluang setelah jeda musim
Moto3 2026 akan kembali bergulir pada 9 Agustus 2026 melalui GP Inggris. Balapan tersebut menjadi kesempatan berikutnya bagi Veda untuk meneruskan tren pengumpulan poin setelah jeda paruh musim.
Dua podium ketiga memberi dasar yang penting bagi perjalanan debutnya, tetapi konsistensi finis tetap menjadi fokus utama. Dengan kalender yang masih panjang, pengalaman dari setiap balapan dapat menjadi modal Veda untuk memperkuat posisinya di klasemen.
Pilihan Veda untuk tidak terobsesi pada Rookie of the Year membuat targetnya tetap jelas. Ia ingin menutup sebanyak mungkin balapan dengan poin sambil terus memahami tuntutan persaingan Moto3.
