Uya Kuya Tegas Bantah Punya Dapur MBG, Hoaks Lama Kembali Menyasar Namanya

Uya Kuya kembali menjadi sorotan setelah tegas membantah kabar yang menyebut dirinya memiliki 750 dapur makanan bergizi gratis atau MBG. Ia menilai isu itu tidak berdasar dan merusak nama baiknya, apalagi kabar tersebut beredar luas di media sosial dengan narasi yang tidak sesuai fakta.

Anggota DPR yang juga dikenal sebagai selebritas itu menegaskan tidak memiliki dapur MBG sama sekali. Uya Kuya hanya menyebut memiliki dapur restoran miliknya di Benhil bernama Asli Rasa, sehingga rumor tentang kepemilikan ratusan dapur MBG dinilai keliru sejak awal.

Laporan ke polisi karena merasa dirugikan

Uya Kuya menempuh jalur hukum karena menganggap penyebaran kabar tersebut sebagai hoaks. Ia melapor ke Polda Metro Jaya atas unggahan sejumlah akun media sosial yang memuat klaim soal 750 dapur MBG.

Laporan itu diterima melalui Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu dengan Surat Tanda Penerimaan Laporan bernomor STTLP/B/2746/IV/2026/SPKT/POLDA METRO JAYA. Langkah ini menjadi respons resmi atas informasi yang dinilai menyesatkan publik dan merugikan dirinya.

Isu lama yang kembali muncul

Bagi Uya Kuya, persoalan ini bukan sekadar salah informasi biasa. Ia mengaitkan penyebaran kabar hoaks itu dengan pengalaman pahit saat rumahnya dijarah pada akhir Agustus 2025 setelah video-video yang tidak benar beredar masif.

Ia menjelaskan bahwa pada masa itu banyak video lama dari media sosialnya diberi tulisan seolah-olah berisi pernyataan dirinya. Uya Kuya menegaskan dirinya tidak pernah mengucapkan kalimat seperti yang ditampilkan dalam unggahan-unggahan tersebut.

Video lama dan narasi yang dipelintir

Masalah utama dalam kasus ini, menurut Uya Kuya, terletak pada cara konten lama disajikan ulang. Video yang sudah lama beredar diberi keterangan baru yang membuat publik menangkap pesan keliru tentang dirinya.

Situasi itu membuat namanya terus terseret ke dalam tudingan yang tidak ia lakukan. Uya Kuya menilai penyebaran informasi semacam ini berbahaya karena bisa memicu reaksi publik yang salah arah.

Dampak yang belum selesai dihadapi

Uya Kuya juga mengaku heran karena namanya kembali dikaitkan dengan isu yang menurutnya tidak benar. Ia mempertanyakan mengapa dirinya terus menjadi sasaran fitnah, padahal dampak dari peristiwa sebelumnya belum sepenuhnya selesai.

Ia menyebut rumahnya masih dalam proses renovasi setelah penjarahan. Kondisi tersebut membuat isu baru tentang dapur MBG terasa makin memberatkan, karena tekanan yang ia hadapi belum benar-benar reda.

Bantahan soal 750 dapur MBG

Kabar yang menyebut Uya Kuya menguasai 750 dapur MBG menjadi inti dari polemik ini. Ia membantah keras angka tersebut dan menegaskan bahwa dirinya tidak memiliki satu pun dapur MBG.

Pernyataan itu sekaligus menjadi penegasan bahwa informasi yang beredar di media sosial tidak sesuai dengan keadaan sebenarnya. Uya Kuya menilai kabar tersebut tidak jelas sumbernya dan hanya memperpanjang rangkaian hoaks yang menyeret namanya.

Respons hukum atas hoaks di media sosial

Kasus ini memperlihatkan bagaimana unggahan di media sosial bisa berkembang menjadi persoalan serius bagi figur publik. Dalam situasi seperti ini, klarifikasi saja tidak selalu cukup karena kabar yang terlanjur menyebar bisa membentuk persepsi yang sulit diluruskan.

Karena itu, Uya Kuya memilih mengambil langkah hukum agar penyebar unggahan bisa dimintai pertanggungjawaban. Hingga laporan diterima Polda Metro Jaya, perhatian publik masih tertuju pada bantahan tegasnya soal dapur MBG yang disebut-sebut dalam kabar hoaks tersebut.

Source: www.beritasatu.com

Baca Juga

Back to top button