Usai Iduladha, 5 Cara Sederhana Menjaga Kolesterol Tanpa Menolak Daging

Author: Cung Media

Usai Iduladha, banyak orang masih berhadapan dengan stok daging yang terus menggoda di meja makan. Di saat yang sama, keluhan seperti begah, cepat lelah, dan rasa tidak nyaman setelah makan besar membuat cara menurunkan kolesterol jadi topik yang banyak dicari.

Kabar baiknya, langkah yang dibutuhkan tidak harus ekstrem. Ahli gizi Universitas Airlangga, Lailatul Muniroh SKM MKes, membagikan sejumlah kebiasaan sederhana yang dapat membantu menjaga kadar kolesterol tetap stabil tanpa harus menolak nikmat daging sepenuhnya.

Perbanyak serat dari sayur, buah, dan kacang-kacangan

Serat menjadi salah satu kunci utama untuk menyeimbangkan pola makan setelah banyak menyantap olahan daging. Buah seperti pisang, pir, wortel, dan brokoli dapat membantu memenuhi kebutuhan serat harian.

Kacang polong dan buncis juga layak masuk menu karena mengandung serat larut. Jenis serat ini membantu menjaga kadar kolesterol tetap stabil dan membuat perut terasa lebih nyaman setelah makan makanan tinggi lemak.

Kurangi lemak jenuh, lemak trans, dan makanan cepat saji

Setelah hari raya, konsumsi makanan tinggi lemak sebaiknya mulai dibatasi. Gorengan, makanan cepat saji, dan olahan bersantan pekat tidak disarankan terlalu sering hadir dalam menu harian.

Jika memungkinkan, minyak yang lebih sehat seperti minyak zaitun bisa dipakai untuk memasak. Langkah kecil seperti ini membantu tubuh menjaga kadar lemak tetap terkendali tanpa perlu langsung menjalani pola makan yang terlalu ketat.

Pilih sarapan yang lebih ringan

Menu pagi juga ikut menentukan bagaimana tubuh mengelola kolesterol sepanjang hari. Oatmeal menjadi salah satu pilihan karena kaya nutrisi dan mengandung serat larut yang membantu menurunkan kadar kolesterol jahat dalam tubuh.

Sarapan ini bisa dipadukan dengan buah segar agar tubuh terasa lebih ringan. Bagi yang biasa memulai hari dengan gorengan atau makanan berat, penggantian bertahap lebih mudah dijalani dan membantu membentuk kebiasaan yang lebih sehat.

Tetap aktif bergerak

Setelah beberapa hari makan besar, tubuh tetap perlu digerakkan agar pembakaran lemak berjalan lebih optimal. Jalan santai atau jogging ringan sudah cukup membantu tubuh tetap aktif.

Tidak perlu langsung memilih olahraga berat. Aktivitas fisik ringan yang dilakukan rutin justru lebih penting untuk menjaga kebugaran dan mendukung perbaikan pola hidup setelah pesta hidangan daging.

Kurangi kebiasaan merokok dan batasi minuman manis

Kementerian Kesehatan RI menyebut merokok dapat meningkatkan risiko penyakit jantung dan mempercepat penumpukan plak pada pembuluh darah. Bila kebiasaan ini dibarengi pola makan tinggi lemak setelah Iduladha, dampaknya bisa lebih besar bagi kesehatan tubuh.

Minuman manis seperti soda atau soft drink juga sebaiknya tidak terlalu sering dikonsumsi setelah menyantap makanan bersantan dan berlemak. Air putih hangat bisa menjadi pilihan yang membantu proses pencernaan makanan berminyak berjalan lebih lancar.

Pada akhirnya, tubuh tetap bisa menikmati hidangan Iduladha tanpa harus terus dihantui kekhawatiran soal kolesterol. Kuncinya ada pada keseimbangan porsi, pilihan makanan yang lebih bijak, dan kebiasaan harian yang dibuat lebih ringan untuk dikerjakan secara konsisten.

Source: www.beautynesia.id
Terbaru