
Jawa Barat kembali diguncang rangkaian gempa kecil dalam waktu berdekatan pada Senin (4/5/2026). Setelah gempa Garut bermagnitudo 2,8 tercatat lebih dulu, BMKG mendeteksi tiga gempa dangkal lain di Sumedang, Pangandaran, dan Bandung.
Seluruh guncangan itu memiliki magnitudo rendah, yakni M2,0 di Sumedang, M2,9 di Pangandaran, dan M1,6 di Bandung. Meski kecil, sebarannya menarik perhatian karena muncul di wilayah darat dan laut dalam rentang waktu yang singkat.
Gempa pertama muncul di Sumedang
Gempa di Sumedang terjadi pada pukul 08.27 WIB dengan kekuatan magnitudo 2,0. Pusat gempa berada di darat, sekitar 13 kilometer barat laut Kabupaten Sumedang, dengan kedalaman 5 kilometer.
BMKG menyampaikan data tersebut melalui akun X @infoBMKG. Koordinat yang dicatat berada di 6.77 LS dan 107.85 BT.
Pangandaran menyusul dengan pusat gempa di laut
Beberapa jam kemudian, guncangan kembali tercatat di Pangandaran pada pukul 12.57 WIB. Gempa itu bermagnitudo 2,9 dengan pusat gempa berada di laut, sekitar 109 kilometer selatan Kabupaten Pangandaran.
Kedalamannya tercatat 30 kilometer. BMKG juga memberi catatan kehati-hatian karena pengolahan data masih awal dan hasilnya belum stabil, sehingga masih bisa berubah saat data makin lengkap.
Bandung ikut tercatat mengalami gempa dangkal
Tak lama berselang, gempa berikutnya terjadi di Bandung pada pukul 13.05 WIB. BMKG mencatat magnitudo gempa ini sebesar 1,6 dengan pusat gempa berada di darat, sekitar 15 kilometer barat laut Kabupaten Bandung.
Kedalaman gempa itu juga 5 kilometer. Dalam keterangannya, BMKG menyebut guncangan di Bandung sebagai gempa dangkal, dengan koordinat 6.74 LS dan 107.42 BT.
Rangkaian gempa dalam satu hari
Rangkaian gempa kecil ini memperlihatkan aktivitas seismik yang tersebar di Jawa Barat pada pagi hingga siang hari. BMKG mencatat bahwa lokasi guncangan mencakup wilayah darat dan laut, meski seluruhnya tetap tergolong gempa dangkal dan bermagnitudo rendah.
Kronologi ini juga menunjukkan bahwa guncangan di Sumedang, Pangandaran, dan Bandung muncul setelah gempa Garut M2,8 pada hari yang sama. Dengan data yang masih bersifat awal, BMKG menekankan bahwa hasil pengolahan dapat berubah seiring kelengkapan informasi.
Sebaran titik gempa di tengah dan selatan Jawa Barat menjadi perhatian karena terjadi dalam waktu berdekatan. Dalam catatan BMKG, kondisi itu menggambarkan adanya aktivitas gempa ringan yang terpantau secara beruntun di beberapa wilayah provinsi tersebut.
Source: priangan.tribunnews.com




