Pertamina kembali memperbesar Program UMiMAX dengan target hingga 1.000 penerima manfaat pada Batch 2026. Bagi banyak pelaku usaha ultra mikro, program ini bukan hanya soal bantuan sarana usaha, tetapi juga soal kesempatan membangun bisnis yang lebih mandiri.
Program pemberdayaan ini menyasar masyarakat rentan ekonomi di berbagai wilayah Indonesia. Sasaran penerimanya meliputi pekerja informal, guru kontrak, penyandang disabilitas, dan masyarakat prasejahtera.
Fokus pendampingan, bukan sekadar modal
Vice President Corporate Communication PT Pertamina (Persero) Muhammad Baron menegaskan bahwa peserta tidak berhenti pada penerimaan bantuan. Mereka juga akan mendapat pendampingan, pelatihan, dan penguatan kapasitas usaha selama program berjalan.
Baron mengatakan, “Pertamina membuka pendaftaran UMiMAX Batch 2026 dengan target menjangkau hingga 1.000 penerima manfaat di berbagai wilayah Indonesia.”
| Informasi | Rincian | Wilayah/Periode |
|---|---|---|
| Target penerima manfaat | Hingga 1.000 orang | Batch 2026 |
| Wilayah jangkauan | Jabodetabek, Jawa Barat, Jawa Tengah & DIY, Jawa Timur, NTT, Sulawesi Selatan, Sumatra Utara | 2026 |
| Periode pendampingan | Pelatihan keterampilan pengelolaan bisnis | Agustus 2026 – Januari 2027 |
Pembukaan program UMiMAX Batch 2026 dilakukan pada 10 Juli di Kantor Pusat Pertamina, Jakarta. Acara itu dihadiri Komisaris Utama Pertamina Mochamad Iriawan bersama jajaran Dewan Komisaris, serta Direktur Utama Pertamina Simon Aloysius Mantiri bersama jajaran Direksi.
Langkah ini melanjutkan program yang sebelumnya sudah melahirkan usaha-usaha baru di sejumlah sektor kecil. Pertamina menyebut dampaknya mulai terlihat dari aktivitas usaha para penerima manfaat yang terus berkembang.
Dampak ekonomi yang sudah muncul
Menurut data Pertamina, sepanjang 2025 UMiMAX telah menyalurkan total bantuan Rp 1,17 miliar dan melahirkan 168 usaha baru. Usaha itu bergerak di bidang Kopling, Warmindo, dan Mini ATM.
Dampak ekonominya juga mulai tercermin dari omzet Januari-April 2026 yang mencapai sekitar Rp 2,7 miliar. Pada periode yang sama, margin usaha disebut berada di kisaran Rp 858 juta.
| Komponen Program | Keterangan |
|---|---|
| Bentuk bantuan | Sarana usaha sesuai jenis usaha terpilih |
| Pendampingan | Berlanjut selama program berlangsung |
| Pelatihan | Keterampilan pengelolaan bisnis selama 6 bulan |
Pengalaman penerima manfaat
Rahmadi menyebut UMiMAX sangat membantu menopang ekonomi keluarganya. Sebelumnya, ia bekerja di kafe, sesekali menjadi pengemudi ojol, dan kadang mengambil pekerjaan sebagai kuli bangunan.
Suwandi, seorang difable atau Sobat Istimewa, juga merasakan manfaat serupa. Setelah mendapat bantuan UMiMAX, ia berencana mengembangkan usaha mie ayam dengan menambah jualan minuman.
Nuryani, warga Cipinang Besar Selatan, Jakarta, mengatakan usahanya yang semula kecil-kecilan dari rumah kini berkembang dan menambah penghasilan. Pengalaman para penerima manfaat itu menunjukkan bantuan usaha bisa langsung terasa di kehidupan sehari-hari.
Pendaftaran dilakukan online dan gratis
Pendaftaran UMiMAX Batch 2026 dilakukan secara online melalui situs resmi UMiMAX di https://umimaxpertamina.org/. Seluruh pendaftar akan melalui seleksi berupa verifikasi bertahap sesuai ketentuan dan kriteria yang ditetapkan.
Baron menegaskan bahwa proses pendaftaran dan seleksi tidak dipungut biaya apa pun. Penerima manfaat terpilih nantinya akan mendapatkan bantuan sarana usaha, pendampingan berkelanjutan, dan pelatihan selama 6 bulan.
Pertamina menyebut program ini sebagai kontribusi nyata untuk menopang ekonomi masyarakat dan menyebarkan energi positif kepada lebih banyak pihak. Perusahaan juga menegaskan komitmennya pada target Net Zero Emission 2060 serta dorongan terhadap program yang selaras dengan Sustainable Development Goals dan prinsip Environmental, Social & Governance.
Dengan target yang lebih besar dan dampak yang sudah mulai terlihat, UMiMAX Batch 2026 menjadi salah satu program pemberdayaan Pertamina yang diperluas tahun ini. Program ini diarahkan untuk memberi peluang usaha yang lebih stabil bagi kelompok masyarakat yang paling rentan terhadap tekanan ekonomi.
Source: www.viva.co.id






