UGM Trail Run 2026 kembali hadir dengan ambisi yang lebih besar dari sekadar lomba lari lintas alam. Ajang yang akan digelar di kawasan Kaliurang, Pakem, Sleman, pada 26-27 September 2026 ini menargetkan sedikitnya 4.000 peserta dan membawa misi sport tourism sekaligus beasiswa untuk mahasiswa kurang mampu.
Di tengah meningkatnya minat pada olahraga luar ruang, penyelenggara menempatkan event ini sebagai ruang yang menghubungkan olahraga, wisata alam, dan kepedulian sosial. UGM Trail Run juga ingin memberi dampak bagi kawasan sekitar, termasuk ekonomi masyarakat di wilayah Taman Nasional Gunung Merapi.
Lima kategori untuk pelari dari berbagai level
Race Director UGM Trail Run 2026, Roostian Gamananda, mengatakan panitia menyiapkan lima kategori lomba, yaitu 7K, 15K, 30K, 50K, dan Kagama Group Open 77K Relay. Format relay itu mensyaratkan tiap tim minimal memiliki satu pelari perempuan.
Roostian menjelaskan format tersebut dibuat agar pelari pemula hingga level advance bisa memilih jarak yang sesuai kemampuan. Ia menyampaikan keterangan itu dalam konferensi pers di GIK UGM, Sabtu (6/6).
UGM Trail Run juga sudah terdaftar sebagai ajang resmi Asosiasi Lari Trail Indonesia atau ALTI. Untuk kategori 30K dan 50K, peserta juga berpeluang memperoleh poin International Trail Running Association atau ITRA.
Kaliurang dipilih karena nilai wisata alamnya
Pemilihan Kaliurang bukan tanpa alasan. Panitia melihat kawasan itu punya daya tarik kuat sebagai tujuan wisata alam yang bisa mendukung konsep sport tourism.
Roostian menyebut penyelenggaraan ini sebagai alternatif wisata berbasis keindahan alam. Panitia berharap kehadiran peserta dan pendukung lomba ikut menambah kunjungan wisatawan serta menggerakkan ekonomi warga sekitar.
Run, Edu, dan Care jadi tiga pilar acara
Ketua Panitia UGM Trail Run 2026, Budi Susila, menjelaskan bahwa penyelenggaraan tahun ini mengusung tiga konsep utama, yakni Run, Edu, dan Care. Run menjadi ruang bagi para pegiat trail run, sementara Edu dijalankan bertahap sejak pra-event hingga pelaksanaan.
Pada aspek edukasi, panitia bekerja sama dengan RSUP Dr. Sardjito. Kolaborasi itu mencakup pelatihan emergency rescue dan strength training bagi para penghobi lari melalui talk show dan kegiatan kecil yang akan berlanjut beberapa kali.
Budi menegaskan ajang ini tidak ingin berhenti sebagai perlombaan semata. Panitia ingin kegiatan ini juga menjadi sarana pembinaan pelari sekaligus edukasi keselamatan dalam olahraga.
Sebagian biaya pendaftaran untuk beasiswa mahasiswa
Misi sosial UGM Trail Run 2026 hadir lewat konsep Care. Sebagian biaya pendaftaran peserta akan dialokasikan untuk dana beasiswa mahasiswa yang membutuhkan bantuan biaya kuliah.
Pada awal 2026, KLUB telah menyerahkan donasi sebesar Rp500.202.576 kepada UGM untuk program beasiswa tersebut. Panitia juga akan menggabungkan perolehan dana dari event ini dengan UGM Ultra Charity Run yang digelar pada Bulan Desember.
Budi menyebut skema itu diharapkan membantu mahasiswa agar bisa menuntaskan perkuliahan. UGM pun menilai konsistensi komunitas penyelenggara sebagai dukungan nyata terhadap kebutuhan sivitas akademika.
Hadiah Rp200 juta untuk para pemenang
Selain unsur sosial dan edukasi, panitia juga menyiapkan total hadiah senilai Rp200 juta. Penghargaan itu akan diberikan kepada tiga pelari tercepat, pemenang kelompok umur, dan juara di setiap kategori lomba.
Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan, Pengabdian kepada Masyarakat, dan Alumni UGM, Arie Sujito, mengapresiasi penyelenggaraan yang memadukan olahraga, edukasi, dan kepedulian sosial. Ia menilai komunitas ini konsisten membantu mahasiswa yang membutuhkan dan memberi kontribusi di luar kompetisi lari semata.
Source: mediaindonesia.com