TVS Raih Platinum GreenCo, Pabrik Motor di Indonesia Ini Naik Kelas

PT TVS Motor Company Indonesia meraih Platinum Rating dari CII GreenCo lite Certification, pengakuan tertinggi untuk praktik manufaktur ramah lingkungan. Pencapaian ini menempatkan fasilitas produksi TVS di Indonesia dalam kelompok pabrik yang dinilai melampaui kepatuhan lingkungan biasa.

Yang membuat capaian ini menonjol adalah cakupan penilaiannya yang luas, bukan hanya satu aspek operasional. TVS dinilai mampu mengelola energi, emisi gas rumah kaca, air, dan limbah secara berkelanjutan dalam skala manufaktur.

Dinilai dari energi hingga limbah

Sertifikasi tersebut dikeluarkan oleh Confederation of Indian Industry melalui Sohrabji Godrej Green Business Centre. Dalam evaluasi itu, TVS diuji pada efisiensi energi, pengelolaan emisi gas rumah kaca, konservasi air menuju status Water Positive, manajemen limbah berbasis Zero Waste to Landfill, serta tanggung jawab siklus hidup produk atau Product Stewardship.

Pendekatan penilaian ini menunjukkan bahwa Platinum bukan sekadar label administratif. Fasilitas manufaktur TVS dinilai sudah menerapkan praktik yang sejalan dengan standar industri kelas dunia dan prinsip ekonomi sirkular.

Transformasi proses produksi

Head of Manufacturing PT TVS, Ashok Sekar, menyebut sertifikasi GreenCo Platinum sebagai validasi atas kerja keras tim manufaktur dalam mentransformasi proses produksi menjadi lebih cerdas dan lebih hijau. Ia mengatakan perusahaan telah mengintegrasikan teknologi ramah lingkungan ke dalam lini perakitan dan mengoptimalkan konsumsi energi.

Ashok juga menegaskan bahwa setiap unit kendaraan yang keluar dari pabrik diproduksi dengan jejak lingkungan seminimal mungkin. Pernyataan itu memperlihatkan bahwa TVS tidak hanya mengejar output produksi, tetapi juga menekan dampak lingkungan sejak tahap proses.

Komitmen jangka panjang keberlanjutan

Head of Sustainability PT TVS, Luthfi Amrullah, menekankan bahwa peringkat Platinum bukan garis akhir. Menurut dia, hasil tersebut justru menjadi tolok ukur baru bagi strategi keberlanjutan perusahaan.

Luthfi menjelaskan bahwa penilaian GreenCo juga mencakup dekarbonisasi rantai pasok dan pengelolaan air yang ketat. Karena itu, TVS menyatakan akan menjaga standar tersebut sambil memperluas inisiatif energi terbarukan.

Perusahaan juga berencana memperdalam analisis Life Cycle Assessment atau LCA pada setiap produknya. Langkah ini menunjukkan perhatian TVS pada dampak lingkungan sepanjang siklus hidup produk, bukan hanya saat kendaraan dirakit di pabrik.

Dampak bagi industri manufaktur

Predikat Platinum yang diraih TVS membawa makna lebih luas dari sekadar penghargaan internal perusahaan. Capaian ini menjadi sinyal bahwa fasilitas manufaktur di Indonesia mampu memenuhi parameter keberlanjutan yang diakui secara internasional.

Di sisi lain, pencapaian tersebut juga menunjukkan bahwa transformasi hijau tidak harus bertentangan dengan efisiensi produksi. TVS menegaskan bahwa penguatan teknologi ramah lingkungan dan optimalisasi sumber daya bisa berjalan seiring dengan kebutuhan manufaktur skala besar.

Melalui capaian GreenCo Platinum ini, PT TVS menyatakan akan terus berinovasi menghadirkan kendaraan yang efisien. Perusahaan juga ingin mendorong pelaku manufaktur lain di Asia Tenggara untuk mempercepat transisi menuju operasional rendah karbon.

Arah itu memperlihatkan bahwa persaingan industri otomotif ke depan tidak hanya ditentukan oleh produk yang dijual ke pasar. Cara sebuah kendaraan diproduksi, termasuk jejak energi, air, emisi, dan limbahnya, kini menjadi bagian penting dari standar manufaktur modern.

Source: www.suara.com

Terkait