TVRI Stasiun Jambi menyiapkan 31 titik nonton bareng Piala Dunia 2026 untuk memperluas akses tontonan bagi masyarakat di Provinsi Jambi. Langkah ini tidak hanya menyasar warga kota, tetapi juga daerah pelosok pedesaan yang selama ini kerap sulit menikmati siaran bersama.
Herly Marjoni selaku Kepala Stasiun TVRI Jambi menegaskan seluruh kabupaten di Provinsi Jambi sudah terjangkau siaran TVRI. Warga disebut cukup menyetel televisi digital terestrial dengan antena UHF biasa untuk menangkap tayangan tersebut.
31 titik nobar dibagi dua skema
Sebaran lokasi nonton bareng itu dibagi ke dalam dua kelompok. Ada 10 titik yang dikelola secara komersial oleh pelaku usaha kuliner dan perhotelan, sementara 21 titik lainnya berada di fasilitas umum, lapangan terbuka, dan rumah dinas kepala daerah.
Penyelenggaraan nobar terbuka bagi siapa saja yang berminat. Namun peserta wajib mengisi tautan pendaftaran untuk memperoleh lisensi resmi, baik lisensi berbayar untuk kegiatan komersial maupun gratis untuk kegiatan masyarakat.
Herly juga menyebut siaran bola TVRI sebagai persembahan Presiden Prabowo Subianto untuk masyarakat Indonesia. Penegasan itu memperkuat posisi siaran turnamen ini sebagai layanan publik yang jangkauannya dibuat seluas mungkin.
TVRI Jambi siapkan layar besar dan audio profesional
Di halaman kantor TVRI Jambi, fasilitas tambahan juga sedang disiapkan. Area tersebut akan dilengkapi videotron berukuran 5 x 3 meter dan sistem pengeras suara profesional, khusus untuk pertandingan babak 16 besar hingga laga final.
Penguatan fasilitas ini membuat pusat siaran daerah tersebut lebih siap menampung antusiasme penonton. Layar besar dan audio profesional diharapkan memberi pengalaman menonton yang lebih nyaman bagi warga yang hadir langsung.
Radio dibuka agar akses lebih inklusif
Akses Piala Dunia 2026 di Jambi tidak hanya mengandalkan televisi digital. Jangkauan juga diperluas lewat radio untuk membantu kelompok masyarakat dengan kebutuhan khusus, terutama penyandang tunanetra.
Kepala Stasiun RRI Jambi Dadan Sutaryana mengatakan siaran radio sangat ditunggu masyarakat difabel, khususnya dari Pertuni. Ia menyebut kanal radio menjadi kebutuhan penting karena pernah diprotes ketika siaran semacam itu tidak tersedia.
Siaran radio tersebut akan hadir melalui jaringan Pro 3 RRI pusat. Bagi penyandang tunanetra yang tergabung dalam Persatuan Tunanetra Indonesia, layanan ini dinilai sangat membantu karena memberi akses informasi pertandingan yang lebih mudah dijangkau.
ANTARA kirim tiga wartawan ke negara tuan rumah
Selain penyiaran untuk publik di Jambi, LKBN ANTARA Biro Jambi juga memperkuat arus informasi Piala Dunia 2026. Lembaga itu mengirim tiga wartawan ke negara tuan rumah untuk meliput langsung pertandingan dan menyajikan informasi dalam format teks, foto, dan video.
Ketiga jurnalis tersebut ditugaskan ke Amerika Serikat, Meksiko, dan Kanada. Produksi berita konvergensi dari lapangan diharapkan memberi pembaruan yang cepat dan lengkap bagi masyarakat yang mengikuti turnamen dari Jambi maupun daerah lain.
Dengan kombinasi nobar di banyak titik, dukungan radio untuk difabel, serta liputan langsung dari negara penyelenggara, penyebaran siaran Piala Dunia 2026 di Jambi dibuat lebih luas dan lebih inklusif. TVRI Jambi dan mitra penyiaran daerah menempatkan akses publik sebagai fokus utama agar turnamen dapat dinikmati lebih banyak lapisan masyarakat.







