Satu lahan bisa menghasilkan 2 komoditas sekaligus jika pola tanamnya diatur dengan tepat. Itulah alasan tumpang sari kacang merah dan jagung masih dipilih banyak petani karena memberi peluang panen ganda dalam satu musim tanam.
Skema ini menarik untuk lahan terbatas karena tidak menuntut penambahan area baru. Jagung disusun sebagai tanaman utama dalam barisan, lalu kacang merah ditanam di sela-sela agar ruang tanah dan ruang tumbuh bisa dimanfaatkan lebih efisien.
Kenapa dua tanaman ini cocok dipasangkan
Karakter pertumbuhan keduanya saling melengkapi. Jagung tumbuh tinggi dan memakai ruang vertikal, sedangkan kacang merah berkembang di bagian bawah lahan.
Perbedaan bentuk tajuk juga membantu mengurangi persaingan cahaya matahari. Di saat yang sama, keberadaan dua jenis tanaman dalam satu hamparan dapat menekan gulma dan membuat pemanfaatan unsur hara lebih optimal.
Kacang merah memberi nilai tambah lain karena termasuk tanaman legum. Tanaman ini memiliki bintil akar yang bekerja sama dengan bakteri pengikat nitrogen sehingga membantu menjaga kesuburan tanah secara alami.
Cara menanamnya di lahan yang sama
Langkah awal dimulai dari pembersihan lahan dari sisa tanaman, gulma, semak, dan benda lain yang dapat menghambat pertumbuhan. Setelah itu, tanah diolah hingga gembur agar akar lebih mudah berkembang dan air serta unsur hara lebih mudah diserap.
Pada tahap ini, petani juga dapat menambahkan pupuk kandang atau kompos matang untuk memperbaiki kesuburan tanah. Mariana Ety menekankan bahwa lahan harus dibersihkan dan digemburkan dengan baik supaya pertumbuhan jagung maupun kacang merah tidak terganggu.
Setelah lahan siap, barisan tanam dibuat untuk jagung sebagai tanaman utama. Benih jagung dimasukkan ke lubang tanam yang sudah disiapkan, lalu ditutup tipis dengan tanah agar proses perkecambahan berjalan baik.
Pemilihan benih juga ikut menentukan hasil. Mariana Ety mengatakan petani di daerahnya biasa menyimpan sebagian hasil panen jagung dan kacang merah untuk dijadikan bibit.
Berikut pengaturan tanam yang umum dipakai:
| Tahap | Praktik di Lahan |
|---|---|
| Jagung | Ditanam lebih dulu sebagai tanaman utama dalam barisan |
| Kacang merah | Ditanam di sela-sela barisan atau di lubang yang sama sesuai pola |
| Waktu tanam | Bisa bersamaan atau dipisahkan beberapa hari setelah jagung tumbuh |
| Jumlah benih | Mariana Ety menyebut keduanya dapat ditanam masing-masing 3 butir agar panennya bisa bersamaan |
Di Kabupaten Kepulauan Tanimbar, sistem ini sudah lama dipakai petani setempat. Mariana Ety menyebut jagung tumbuh ke atas sementara kacang merah memakai ruang di bawahnya, sehingga lahan tidak terbuang percuma jika jarak tanam diatur dengan baik.
Perawatan sampai panen
Beberapa hari setelah tanam, petani perlu memeriksa benih yang tidak tumbuh atau tanaman muda yang rusak. Jika ada kekosongan, penyulaman harus dilakukan agar populasi tanaman tetap ideal.
Penyiangan juga perlu dilakukan rutin sejak tanaman masih muda karena gulma bisa berebut air, cahaya matahari, dan unsur hara. Selain itu, gulma juga dapat membuka peluang munculnya hama dan penyakit.
Soal panen, kacang merah biasanya bisa dipetik lebih dahulu atau hampir bersamaan dengan jagung, tergantung varietas dan waktu tanam. Setelah panen selesai, sisa tanaman masih bisa dimanfaatkan sebagai bahan organik atau pakan ternak.
Pola tumpang sari seperti ini menunjukkan bahwa satu hamparan lahan bisa memberi hasil lebih dari satu komoditas tanpa perlu memperluas areal tanam. Dengan pengaturan ruang yang tepat, jagung dan kacang merah bisa tumbuh berdampingan dan tetap sama-sama produktif.







