Presiden Amerika Serikat Donald Trump kembali memberi sinyal bahwa kesepakatan damai dengan Iran sudah sangat dekat. Ia menyebut pembahasan yang berlangsung kini telah masuk tahap akhir dan dokumen resmi berpeluang ditandatangani dalam dua hingga tiga hari.
Pernyataan itu menempatkan isu nuklir dan Selat Hormuz kembali menjadi sorotan. Trump menegaskan kesepakatan yang dibahas tidak akan memberi ruang bagi Iran untuk memiliki senjata nuklir dalam bentuk apa pun.
Negosiasi Masuk Tahap Penentu
Trump mengatakan peluang tercapainya kesepakatan masih sangat besar jika kedua pihak sama-sama menginginkannya. Ia juga menekankan bahwa penyelesaian teknis seharusnya bisa dilakukan dengan cepat dan tidak perlu menunggu berpekan-pekan.
Dalam keterangannya kepada wartawan, Trump menyebut proses itu sudah berada di tahap akhir dari sebuah kesepakatan yang menurutnya akan sangat baik. Ia menegaskan kembali bahwa hasil akhirnya harus memastikan Iran tidak memiliki senjata nuklir dalam bentuk apa pun.
Selat Hormuz Jadi Bagian Penting
Trump juga mengaitkan penandatanganan kesepakatan dengan pembukaan kembali Selat Hormuz. Menurutnya, langkah itu akan mengikuti apabila perjanjian resmi benar-benar diteken dalam waktu dekat.
Isyarat tersebut membuat perhatian tidak hanya tertuju pada isi kesepakatan, tetapi juga pada dampaknya terhadap salah satu jalur strategis di kawasan. Selat Hormuz selama ini menjadi titik penting yang ikut memengaruhi stabilitas di Timur Tengah.
Ketegangan Masih Menyisakan Bekas
Optimisme Trump muncul di tengah upaya diplomatik yang masih berjalan antara Washington dan Teheran. Proses ini berlangsung setelah ketegangan militer sempat meningkat dalam beberapa bulan terakhir.
Pada 28 Februari, Amerika Serikat bersama Israel melancarkan serangan ke sejumlah target di Iran, termasuk kawasan di Teheran. Serangan itu disebut merusak infrastruktur dan menimbulkan korban dari kalangan sipil.
Balasan Iran dan Gencatan Senjata
Iran kemudian membalas dengan serangan yang menyasar wilayah Israel dan sejumlah fasilitas militer Amerika Serikat di kawasan Timur Tengah. Situasi sempat mereda setelah kedua negara mengumumkan gencatan senjata pada 7 April.
Meski gencatan senjata sudah diumumkan, perundingan lanjutan yang berlangsung di Islamabad belum menghasilkan kesepakatan konkret untuk menyelesaikan seluruh akar konflik. Dialog antara kedua pihak masih terus berjalan dengan fokus terbaru pada penyusunan memorandum kesepahaman.
Sinyal Akhir dari Pembicaraan
Di tengah proses itu, situasi keamanan di kawasan masih belum sepenuhnya stabil. Amerika Serikat dan Iran masih tercatat beberapa kali melakukan aksi militer terbatas secara terpisah, meski tidak memicu eskalasi besar seperti sebelumnya.
Pernyataan Trump tentang kemungkinan penandatanganan dalam hitungan hari memberi sinyal bahwa negosiasi yang sudah berlangsung selama beberapa bulan mulai mendekati akhir. Jika tercapai, kesepakatan itu akan menjadi titik penting dalam upaya meredakan ketegangan antara Washington dan Teheran, terutama terkait isu nuklir dan pembukaan kembali Selat Hormuz.
