Trump Blokir Mobil Terkoneksi China, Polestar Terpaksa Angkat Kaki dari AS

Author: Cung Media

Polestar dipaksa mengubah arah bisnisnya di Amerika Serikat setelah pemerintah Presiden Donald Trump menolak izin penjualan untuk kendaraan baru mulai model tahun 2027. Keputusan ini membuat produsen mobil listrik asal Swedia itu menghentikan penjualan mobil baru di pasar AS.

Langkah tersebut menunjukkan bahwa persaingan otomotif di AS kini tidak hanya soal tarif dan perdagangan, tetapi juga soal kontrol teknologi. Mobil yang dinilai punya kaitan dengan China kini semakin sulit masuk, terutama jika memakai teknologi konektivitas tertentu.

Tekanan regulator langsung menghantam Polestar

Saham Polestar di Nasdaq turun 6,3% pada perdagangan Kamis (25/6) setelah kabar penolakan izin itu muncul. Reaksi pasar memperlihatkan bahwa keputusan regulator AS dinilai bisa mengubah peta bisnis perusahaan di salah satu pasar terpenting dunia.

Departemen Perdagangan AS tidak memberi otorisasi kepada Polestar untuk menjual mobil berdasarkan Connected Vehicles Rule. Aturan ini melarang impor dan penjualan kendaraan yang menggunakan teknologi kendaraan terkoneksi dengan kaitan ke China mulai model tahun 2027.

Ruang yang terdampak bukan kecil. Teknologi yang masuk cakupan aturan ini mencakup Bluetooth, Wi-Fi, konektivitas seluler, hingga sejumlah teknologi komunikasi satelit.

Pemerintah AS menilai fitur-fitur tersebut dapat mengumpulkan data sensitif pemilik kendaraan dan berpotensi menimbulkan risiko bagi keamanan nasional.

Aturan lama, dampak baru

Connected Vehicles Rule pertama kali disahkan pada Januari 2025 pada era Presiden Joe Biden. Kebijakan itu tetap dipertahankan di bawah pemerintahan Donald Trump dan kini menjadi dasar penolakan terhadap Polestar.

Aturan tersebut juga mempertegas pembatasan AS terhadap kendaraan yang diproduksi atau diekspor dari China. Sejumlah anggota parlemen AS mendorong pengawasan yang lebih ketat, sementara mobil listrik asal China sudah dikenai tarif impor tinggi.

Polestar yang berbasis di Swedia dan mayoritas dimiliki Geely Holding asal China mengatakan akan tetap menjual stok Polestar 3 dan Polestar 4 yang sudah ada di AS. Perusahaan juga memastikan layanan purnajual tetap berjalan bagi konsumen di negara itu.

Meski begitu, Polestar tidak mengajukan banding atas penolakan tersebut. Hingga berita ini ditulis, Departemen Perdagangan AS belum memberikan tanggapan.

Peran AS di bisnis Polestar makin kecil

Polestar sebenarnya sudah mengingatkan sejak 2024 bahwa aturan kendaraan terkoneksi itu pada praktiknya akan melarang perusahaan menjual mobil di Amerika Serikat. Peringatan itu termasuk untuk kendaraan yang diproduksi di dalam negeri.

CEO Polestar Michael Lohscheller mengatakan strategi perusahaan kini mengikuti dinamika regional industri otomotif. Ia menyebut Eropa menjadi mesin pertumbuhan terbesar perusahaan dan Polestar menyiapkan produksi Polestar 7 di Eropa.

Arah itu sejalan dengan data penjualan perusahaan yang menunjukkan ketergantungan sangat kecil pada pasar AS. Pada kuartal I, hanya 6% penjualan Polestar berasal dari Amerika Serikat, sementara 78% berasal dari Eropa.

Penjualan yang lesu di AS juga dipicu persaingan yang makin ketat dan perlambatan belanja konsumen. Di saat yang sama, Polestar masih kesulitan mencetak laba dan beberapa kali mendapat suntikan modal dari pemegang saham utama Geely serta Chairman Li Shufu.

Tekanan keuangan itu bahkan membuat harga saham Polestar terus tertekan. Perusahaan sampai melakukan reverse stock split tahun lalu untuk mempertahankan status pencatatannya di Nasdaq, di tengah upaya mencari pijakan bisnis yang lebih kuat di luar Amerika Serikat.

Source: www.cnbcindonesia.com
Terbaru