Trooping the Colour kembali menjadi panggung besar bagi keluarga kerajaan Inggris di pusat London. Di tengah parade tahunan itu, Raja Charles dan Ratu Camilla disambut hangat publik saat momen resmi ulang tahun sang raja digelar.
Perhatian terbesar bukan hanya pada kemeriahan parade, tetapi juga pada isyarat kesinambungan monarki yang tampak jelas di balkon Buckingham Palace. Raja Charles berdiri bersama Prince William dan Prince George, sebuah komposisi yang memperlihatkan garis penerus takhta di hadapan publik.
Ritual militer yang dijaga skala dan simbolnya
Trooping the Colour merujuk pada “Colours”, yakni bendera resimen-resimen di Angkatan Darat Inggris. Tahun ini, Grenadier Guards menjadi resimen yang membawa warna kebesarannya dalam upacara tersebut.
Skala acaranya tetap besar. Lebih dari 1.400 personel angkatan bersenjata terlibat, didukung 200 kuda dan 400 musisi yang mengisi parade dari Buckingham Palace menuju Horse Guards Parade melalui The Mall.
Raja Charles dan Ratu Camilla melintas dengan kereta terbuka Ascot Landau, sementara ribuan orang berdiri di sepanjang rute untuk memberi sambutan di bawah cuaca cerah. Setelah itu, keluarga kerajaan menyaksikan flypast Red Arrows dari balkon Buckingham Palace.
Keluarga kerajaan tampil lengkap di barisan depan
Di kereta pertama setelah pasangan utama kerajaan, hadir Duchess of Edinburgh dan Vice-Admiral Sir Tim Laurence. Kereta berikutnya membawa Duke of Gloucester bersama Duchess of Gloucester.
Prince of Wales, Princess Royal, dan Duke of Edinburgh ikut tampil berkuda dalam formasi militer bersama dua kolonel kerajaan lainnya. Princess of Wales hadir dalam kereta bersama tiga anaknya, George, Charlotte, dan Louis.
Prince Louis menarik perhatian saat pesawat melintas di atas Buckingham Palace, tetapi anak berusia delapan tahun itu tampak tenang. Ia terlihat berbincang dengan orang tuanya saat rangkaian udara menutup parade.
Balkon Buckingham Palace tetap jadi panggung paling simbolik
Momen balkon kembali menjadi pusat sorotan karena menampilkan Raja Charles bersama dua penerus utama takhta. Bagi banyak pengamat kerajaan, susunan itu memberi pesan yang jelas tentang kesinambungan keluarga kerajaan di tengah seremoni yang sangat teratur.
Setelah parade, Raja Charles menerima royal salute dan 41 tembakan meriam dari The King’s Troop Royal Horse Artillery. Ia kemudian memeriksa pasukan sebelum warna resimen diarak melewati barisan foot guards.
Raja lalu memimpin rombongan kembali ke Buckingham Palace, tempat salut tambahan digelar. Kereta yang digunakan bersama Ratu Camilla adalah Ascot Landau yang dibeli pada masa pemerintahan Ratu Victoria.
Detail seragam dan peran yang mencuri perhatian
Raja mengenakan seragam Grenadier Guards dengan cypher Ratu Elizabeth II serta sejumlah medali, termasuk Queen Elizabeth II’s Coronation Medal 1953 dan Platinum Jubilee Medal 2022. Ratu Camilla menjabat sebagai Colonel of the Grenadiers setelah Andrew Mountbatten-Windsor melepaskan afiliasi dan patronase militernya pada 2022.
Ia mengenakan gaun seragam Grenadier Guards berwarna merah rancangan Fiona Clarke, dipadukan dengan baret hitam berumbai putih dan cap badge rancangan Phillip Treacy. Di Horse Guards, Second Lt Alec Goschen bertugas sebagai Ensign pembawa bendera Grenadier Guards, dan posturnya yang menjulang membuatnya mudah dikenali di antara pasukan.
Antusiasme publik, tetapi juga suara penolakan
Di sepanjang The Mall, penonton datang dari berbagai tempat. Corrigan Gommenginger terbang dari Seattle dan tiba pukul 4 pagi untuk mendapatkan posisi terbaik, sementara Sophie Moore yang berusia delapan tahun hadir setelah memenangkan undian untuk mewakili Hertfordshire Brownies.
Aidan Moore mengatakan putrinya sangat antusias melihat Raja dan keluarga kerajaan. Ia juga menyebut itu pengalaman pertama Sophie menyaksikan marching bands dan ia menikmati seluruh seremoni.
Di sisi lain, kelompok anti-monarki Republic juga hadir dan meneriakkan slogan seperti “Down with the Crown” dan “You are not our King” saat iring-iringan kereta kerajaan lewat. Suasana itu menunjukkan bahwa parade kerajaan ini tetap menjadi panggung dukungan dan kritik dalam waktu yang sama.
Red Arrows dan lapisan emosi di balik perayaan
Flypast Red Arrows menjadi salah satu bagian paling ditunggu dalam acara ini. Bagi tim aerobatik RAF itu, penampilan sembilan pesawat dipertahankan khusus untuk acara ini dan peringatan 250 tahun Amerika Serikat pada bulan depan.
Pada Mei, diumumkan bahwa Red Arrows akan mulai terbang dengan jumlah pesawat lebih sedikit untuk sebagian besar penampilan mereka demi menjaga armada yang menua. Setelah rangkaian acara ini, mereka akan terbang dengan hanya tujuh pesawat.
Ada pula nuansa duka di balik kemeriahan parade. Lance Bombardier Ciara Sullivan seharusnya ikut berkuda tahun ini, tetapi ia meninggal setelah jatuh dari kuda saat Royal Windsor Horse Show pada Mei.







