TRIMUI mengambil langkah yang tidak biasa untuk lini Brick. Alih-alih hanya memberi satu penerus, perusahaan ini menyiapkan dua model dengan arah yang sangat berbeda: satu untuk menekan harga, satu lagi untuk mengejar performa lebih tinggi.
Pembagian itu membuat pasar handheld retro punya dua pilihan yang jelas. Brick Pro tetap memegang pendekatan hemat berbasis Linux, sementara Brick Hammer Pro U masuk ke kelas premium dengan Android dan spesifikasi yang jauh lebih agresif.
Brick Hammer Pro U naik kelas dengan Snapdragon G2 Gen 1
Model yang paling mencolok adalah Brick Hammer Pro U. Perangkat ini meninggalkan pola chipset rendah yang umum di handheld vertikal dan memakai Qualcomm Snapdragon G2 Gen 1.
Chip tersebut membawa delapan inti Kryo, terdiri dari empat Cortex-A78 di 2.4GHz dan empat Cortex-A55 di 1.95GHz. Untuk grafis, TRIMUI memasangkan Adreno A21 hingga 940MHz, dengan performa yang digambarkan berada di kisaran Snapdragon 778G.
Dampaknya terasa besar untuk perangkat bergaya Game Boy ini. Hammer Pro U tidak lagi hanya relevan untuk emulasi GBA dan PS1, tetapi juga disebut punya tenaga yang cukup untuk N64, Dreamcast, serta sebagian besar katalog GameCube dan PlayStation 2.
Fitur premium yang membedakan Hammer Pro U
Selain chipset, konstruksi bodi juga menjadi pembeda utama. TRIMUI memakai aluminium CNC pada Hammer Pro U, sehingga posisinya terlihat jelas sebagai varian yang lebih mahal dibanding Brick Pro.
Layar yang dipakai adalah panel IPS LCD 3,95 inci dengan refresh rate 60Hz dan resolusi 1.024 x 768. Port USB-C-nya mendukung DP-Alt Mode, sehingga perangkat ini bisa menampilkan output video ke layar eksternal hingga 1920 x 1080 pada 60Hz.
TRIMUI juga menambahkan gyroscope 6-axis, dua joystick hall-effect, dan switch ALPS untuk kontrol. Pilihan warnanya terdiri dari hitam, abu-abu, dan silver.
Detail tambahan yang beredar dari Reddit user costlyclick menyebut Hammer Pro U akan membawa RAM 6GB, penyimpanan 128GB, Wi-Fi 5, dan Bluetooth 5.1. Namun, TRIMUI belum mengumumkan harga maupun jadwal ketersediaannya.
Brick Pro tetap sederhana demi harga serendah mungkin
Berbeda jauh dari saudaranya, Brick Pro diposisikan sebagai opsi Linux yang tetap menjaga formula murah. TRIMUI masih memakai chip Allwinner A133P dengan clock 1.8GHz, jadi fokusnya jelas bukan lonjakan performa besar.
Informasi yang beredar dari sumber Reddit yang sama menyebut perangkat ini memakai GPU PowerVR GE8300. Pada sisi memori dan penyimpanan, Brick Pro dilaporkan hanya membawa RAM 1GB dan storage 8GB.
Layar Brick Pro disebut sama dengan model yang lebih mahal, yaitu IPS LCD 3,95 inci 60Hz dengan resolusi 1.024 x 768. Port USB-C-nya masih USB 2.0, sementara konektivitasnya disebut mencakup Wi-Fi 4 dan Bluetooth 4.2.
Warna yang disiapkan untuk Brick Pro adalah hitam, putih, dan abu-abu. Kombinasi itu menegaskan posisinya sebagai handheld ultra-budget, bukan sekadar penyegaran kecil dari model sebelumnya.
Dua arah yang sengaja dibuat kontras
Pecahnya lini Brick menjadi dua kubu menunjukkan bahwa TRIMUI tidak ingin bermain aman. Satu model diarahkan ke pembeli yang mengejar harga serendah mungkin, sedangkan yang lain disiapkan untuk pengguna yang ingin handheld vertikal Linux atau Android dengan tenaga lebih serius.
Keputusan itu juga penting karena pasar handheld retro biasanya dipenuhi kompromi di sisi tenaga atau material. Dengan Brick Pro dan Brick Hammer Pro U, TRIMUI justru membuat jarak yang tegas antara perangkat murah dan varian premium.
Untuk saat ini, pertanyaan terbesar masih ada pada banderol resmi dan waktu tersedianya. TRIMUI sudah menayangkan video produk resmi untuk keduanya, jadi tahap peluncuran penuh tampaknya tinggal menunggu pengumuman berikutnya.
