Tom Holland sempat yakin adegan cyclops dalam The Odyssey akan disempurnakan dengan CGI setelah melihat skala makhluk raksasa itu di lokasi syuting. Ia baru mengetahui bahwa ilusi tersebut dibangun terutama lewat efek praktis, sudut kamera, animatronik, dan aksi para performer.
Momen itu memperlihatkan pendekatan Christopher Nolan dalam menangani unsur fantasi paling menonjol di film tersebut. Alih-alih sepenuhnya mengandalkan teknologi digital, Nolan berupaya membuat para pemain berhadapan dengan elemen fisik yang benar-benar hadir di lokasi.
Tom Holland Baru Mengetahui Rahasianya Setelah Syuting
Holland mengaku sempat memandang adegan itu dan menduga tim produksi akan menambahkan efek komputer pada tahap berikutnya. “Kami ada di sana dan aku menontonnya, dan aku seperti ‘mereka pasti menggunakan CG nanti,’” kata Holland.
Setelah pengambilan gambar selesai, ia melihat Nolan berada di belakangnya lalu menanyakan cara cyclops diwujudkan. Jawaban sang sutradara, menurut Holland, cukup sederhana tetapi membutuhkan perpaduan teknik kamera, animatronik, serta sekelompok aktor yang menjalankan berbagai aksi.
Pendekatan tersebut membuat cyclops tidak hanya menjadi elemen visual yang ditambahkan belakangan. Para pemeran memiliki sesuatu yang dapat dilihat dan direspons secara langsung, sehingga interaksi dalam adegan dapat dibangun dari kondisi nyata di set.
Makhluk Raksasa Setinggi 18 Meter
Nolan memakai sejumlah metode fisik untuk menghadirkan cyclops setinggi 18 meter. Teknik yang dipakai mencakup boneka dan animatronik, dengan kamera berperan penting untuk menciptakan kesan ukuran makhluk tersebut di tengah lingkungan para karakter.
Tantangan besarnya bukan semata membuat sosok raksasa, melainkan menghadirkan bobot dan kehadiran yang dapat dipercaya penonton. Nolan menilai adegan cyclops sebagai salah satu bagian paling sulit yang pernah ia kerjakan.
Untuk membentuk karakter makhluk itu, Nolan kembali menggandeng Bill Irwin, yang sebelumnya dikenal sebagai dalang dan pengisi suara robot TARS dalam Interstellar. Keterlibatan Irwin menempatkan seorang performer di pusat penciptaan cyclops, bukan sekadar menjadikannya properti berukuran besar.
“Kita membutuhkan seorang pemain di jantung acara ini,” ujar Nolan mengenai kebutuhan tersebut. Dalam keterangannya kepada HuffPost, Nolan mengatakan Irwin membuat berbagai suara dan kebisingan selama proses pengambilan gambar untuk memberi karakter pada cyclops.
Fantasi yang Dibuat Terasa Fisik
Dalam wawancara dengan Empire, Nolan menjelaskan bahwa ia ingin memberi alasan kepada penonton untuk percaya pada dunia filmnya. Prinsip itu diwujudkan dengan mendatangi lokasi nyata dan merekam sebanyak mungkin elemen langsung di kamera.
“Kami akan pergi ke tempat-tempat nyata, kami akan merekam hal-hal nyata sebanyak mungkin,” kata Nolan. Ketika cyclops muncul sebagai unsur fantasi murni, efek praktis dan performa pemain menjadi cara untuk menjaga makhluk itu tetap terasa menyatu dengan lingkungan nyata.
Lokasi syuting juga menyimpan detail yang tak selalu nyaman bagi kru dan pemain. Nolan menyebut sekitar 40 domba ikut tampil dalam adegan cyclops, dengan bau yang semakin menyengat ketika kondisi menjadi lembap.
Keberadaan kawanan domba itu bukan sekadar pelengkap latar, melainkan bagian dari tekstur nyata yang ingin dipertahankan dalam pengambilan gambar. Nolan mengatakan pengalaman tersebut menghadirkan tantangan tersendiri, tetapi sejalan dengan pilihannya untuk membangun dunia film secara fisik.
Dukungan Para Pemeran untuk Efek Praktis
Matt Damon, pemeran utama film ini, juga menyebut Nolan sebisa mungkin menghindari penggunaan efek khusus digital. Dalam podcast Good Hang bersama Amy Poehler, Damon mengatakan banyak hal masih dapat dikerjakan tanpa CGI berkat kemampuan teknologi dan tim efek khusus yang kuat.
Anne Hathaway turut menegaskan bahwa adegan tersebut bukan dibuat dengan CGI, sementara Holland menyebut animatronik sebagai salah satu kuncinya. Teknologi ini telah lama digunakan untuk menghadirkan karakter fisik dalam film, termasuk Yoda di Star Wars: Episode V – The Empire Strikes Back, makhluk dalam E.T. the Extra-Terrestrial, Chucky, serta sejumlah elemen di Jurassic Park.
Bagi Holland, rahasia cyclops menjadi bukti bahwa skala besar tidak selalu harus dibangun sepenuhnya di layar hijau. Hasil akhirnya lahir dari kerja bersama antara performer, properti fisik, animatronik, kamera, dan pengarahan Nolan di lokasi.
Source: entertainment.kompas.com






