3 Tingkah Kucing yang Terlihat Lucu, tetapi Bisa Menjadi Sinyal Stres Tersembunyi

Author: Cung Media

Kucing yang mendengkur, rajin menjilati tubuh, atau mendadak lebih cerewet kerap dianggap sedang manja. Namun, tiga tingkah yang terlihat menggemaskan ini juga dapat menjadi cara kucing menyampaikan rasa tidak aman atau tertekan.

Kucing dikenal sensitif terhadap perubahan di sekitarnya dan pandai menyembunyikan ketidaknyamanan. Karena itu, pemilik perlu membaca perilaku tersebut bersama perubahan lain, termasuk pola makan, posisi tubuh, napas, serta kebiasaan bersembunyi.

Perilaku Hal yang Perlu Diperhatikan
Lebih banyak bersuara Dapat menjadi upaya meminta perhatian atau respons ketika merasa terancam.
Menjilati tubuh berlebihan Bisa menjadi cara menenangkan diri dan berisiko memicu iritasi kulit.
Mendengkur Tidak selalu menandakan rileks karena dapat berfungsi sebagai perilaku menenangkan diri.

Perubahan perilaku tidak bisa dinilai dari satu tanda saja. Kucing yang tampak lebih vokal, misalnya, belum tentu stres bila tetap aktif berinteraksi, makan normal, dan tidak menunjukkan perubahan kebiasaan lain.

Sebaliknya, suara yang terus-menerus muncul bersamaan dengan bersembunyi atau penolakan makan patut mendapat perhatian lebih. Kondisi tubuh kucing menjadi konteks penting untuk membedakan perilaku normal dan sinyal yang tidak biasa.

1. Semakin Cerewet

Kucing yang sedang tertekan dapat mengeluarkan suara lebih banyak daripada biasanya. Bentuknya bisa berupa mengeong, melolong, mendesis, hingga menggeram.

Mengeong atau melolong dapat menjadi seruan untuk menarik perhatian pemilik. Sementara itu, desisan dan geraman merupakan respons alami saat kucing merasa terancam.

Yang perlu diperhatikan bukan hanya jenis suara, melainkan perubahan intensitasnya dibanding kebiasaan harian. Kucing yang terus bersuara tetapi juga memilih bersembunyi atau tidak mau makan menunjukkan situasi berbeda dari kucing yang sekadar komunikatif.

2. Grooming Berlebihan

Menjilati tubuh adalah bagian normal dari grooming kucing atau kebiasaan merawat diri. Aktivitas ini dapat memicu pelepasan endorfin yang berkaitan dengan rasa puas dan bahagia.

Dalam keadaan menegangkan, kucing dapat menjilati tubuh lebih sering untuk membuat dirinya terasa lebih baik. Kebiasaan yang awalnya normal ini dapat berubah menjadi berlebihan apabila dilakukan dengan frekuensi yang meningkat.

Grooming berlebihan bukan sekadar tingkah lucu yang bisa diabaikan. Perilaku tersebut berisiko menyebabkan iritasi pada kulit, sehingga perubahan frekuensi menjilat perlu diamati dalam kaitannya dengan kondisi kucing secara menyeluruh.

Perbandingan paling relevan adalah dengan rutinitas kucing itu sendiri, bukan dengan kebiasaan kucing lain. Bila aktivitas merawat diri tampak jauh lebih sering dari biasanya dan muncul bersama perubahan perilaku lain, pemilik perlu lebih waspada.

3. Purring

Purring kucing atau dengkuran paling sering diasosiasikan dengan suasana nyaman dan rileks. Meski demikian, kucing juga dapat mendengkur ketika mengalami stres yang mendalam.

Dokter hewan Cassidy Alvarez menjelaskan bahwa dengkuran dapat berfungsi sebagai perilaku menenangkan diri. “Bahkan mungkin memiliki manfaat fisiologis, karena getaran frekuensi rendah yang dihasilkan selama mendengkur telah dikaitkan dengan penyembuhan jaringan dan modulasi nyeri,” katanya.

Menurut CNN Indonesia, kondisi fisik dapat membantu membedakan dengkuran saat rileks dan saat kucing sedang tidak nyaman. Dengkuran yang muncul ketika kucing bersembunyi, menolak makan, bernapas cepat, atau duduk membungkuk perlu diperhatikan lebih lanjut.

Alvarez juga mengingatkan bahwa kucing sangat pandai menyembunyikan penyakit. Oleh sebab itu, satu perilaku saja tidak cukup untuk menggambarkan keadaan kucing tanpa melihat perubahan lain yang menyertainya.

Memantau nafsu makan, kebiasaan bersembunyi, pola napas, dan posisi tubuh dapat membantu pemilik memahami sinyal tersebut. Tingkah yang tampak manis dapat memiliki makna berbeda ketika muncul bersama tanda perubahan perilaku lainnya.

Source: www.cnnindonesia.com
Terbaru