Tim Perencanaan Strategis di Reborn Rookie langsung terseret ke pusaran konflik sejak mulai bekerja. Unit yang diisi Hwang Jun Hyeon, Kang Bang Geul, dan Park Bong Gi itu harus menyusun ulang strategi Choiseong Group di tengah reorganisasi internal yang sudah memicu kecurigaan.
Situasinya makin rumit karena tim ini lahir saat perebutan kuasa di perusahaan belum selesai. Kehadiran mereka justru memperlebar arah konflik dan membuat Kang Bang Geul ikut masuk dalam peta persaingan suksesi yang sebelumnya didominasi dua anak kembar Kang Yong Ho, Kang Jae Seong dan Kang Jae Gyeong.
Sabotase dari Kang Jae Gyeong
Tantangan pertama datang dari Kang Jae Gyeong yang merasa dikhianati setelah Hwang Jun Hyeon mengumumkan bergabung dengan Tim Perencanaan Strategis. Ia semula mengira Hwang Jun Hyeon berada di pihaknya, sehingga keputusan itu langsung dianggap sebagai ancaman bagi rencana suksesi.
Kekecewaan itu membuat Kang Jae Gyeong bergerak agresif untuk membubarkan tim tersebut. Ia juga berusaha menempatkan mereka di bawah bayang-bayangnya agar posisinya tetap aman di tengah perebutan pengaruh.
Terseret perang suksesi
Masuknya Tim Perencanaan Strategis membuat perebutan kekuasaan di Choiseong Group tidak lagi berhenti pada duel internal dua saudara. Kang Bang Geul, yang kemudian memimpin tim, ikut terseret sebagai pesaing serius dalam dinamika suksesi perusahaan.
Posisi itu menempatkan tim dalam tekanan ganda. Mereka harus menjalankan tugas strategis sambil menghadapi peta kekuasaan keluarga pemilik perusahaan yang terus bergerak.
Wajib memulihkan reputasi bisnis
Masalah bisnis ikut memburuk saat proses suksesi berlangsung. Kang Jae Gyeong berusaha memperbaiki reputasinya, tetapi justru terjerat skandal manipulasi proyek litium dan pemalsuan data.
Skandal itu membuat situasi perusahaan semakin sulit. Pihak lawan bisnis disebut memalsukan proyek strategis skala besar, sehingga tim internal Choiseong Group harus bekerja ekstra untuk memulihkan validasi data dan menjaga reputasi pasar perusahaan.
Beban itu kemudian dilimpahkan kepada Tim Perencanaan Strategis. Mereka diminta menyelesaikan krisis tersebut sekaligus membuktikan efektivitas operasional mereka dengan cepat agar posisi mereka tetap aman di perusahaan.
Tekanan dari dominasi Kang Yong Ho
Di balik tubuh Hwang Jun Hyeon, ada jiwa Kang Yong Ho, pemilik sekaligus pimpinan tertinggi Choiseong Group. Setelah bertukar jiwa, Kang Yong Ho memanfaatkan keadaan untuk membalas para pengkhianatnya dan mulai mengintimidasi lawan politik perusahaan secara terbuka.
Langkah itu membuat Tim Perencanaan Strategis kewalahan. Sejak awal terbentuk, mereka memang sudah memancing ketidaksukaan banyak pihak, baik karena peningkatan karier para anggota maupun karena cara mereka menangani konflik di perusahaan.
Perlawanan dari lawan-lawan Kang Yong Ho pun semakin terbuka. Kang Jae Gyeong menjadi salah satu yang paling keras bereaksi setelah merasa dikhianati oleh Hwang Jun Hyeon, dan tekanan seperti inilah yang membuat tim baru itu harus bekerja sambil terus bertahan dari serangan politik internal.
Source: www.idntimes.com






