Tim Cook Akui Biaya Tak Lagi Tertahan, iPhone 18 Pro Terancam Naik Hampir Rp5 Juta

Kabar paling panas dari lini iPhone berikutnya bukan soal desain atau fitur baru, melainkan harga yang berpotensi melonjak tajam. Tim Cook mengakui Apple tidak lagi mampu terus menahan kenaikan biaya komponen, dan dampaknya bisa terasa langsung pada iPhone 18 Pro serta iPhone 18 Pro Max.

Bagi calon pembeli, sinyal ini cukup mengkhawatirkan karena penyesuaian harga yang dibahas analis disebut bisa mendekati Rp5 juta per unit. Tekanan terbesar datang dari kebutuhan komponen untuk AI yang makin mahal, terutama memori dan penyimpanan.

Apple mulai kehabisan ruang untuk menahan harga

Selama ini Apple dikenal berusaha menyerap kenaikan biaya produksi agar harga produk tetap kompetitif. Namun, menurut Cook, kondisi industri saat ini sudah berada di titik yang sulit dipertahankan.

Cook mengatakan Apple telah berusaha semaksimal mungkin untuk meredam kenaikan biaya dan melindungi pelanggan. Ia menilai situasinya sekarang tidak berkelanjutan, sehingga ruang Apple untuk terus menahan harga makin sempit.

Model Pro disebut paling rentan terdampak

Meski Cook tidak menyebut model mana yang akan mengalami penyesuaian harga, firma riset TechInsights memperkirakan iPhone 18 Pro dan iPhone 18 Pro Max akan menjadi yang paling terdampak. Kedua perangkat itu dijadwalkan meluncur pada September 2026.

Menurut analisis TechInsights, Apple diperkirakan perlu menaikkan harga hingga 270 dolar AS. Jika prediksi itu terjadi, iPhone 18 Pro berpotensi masuk jajaran iPhone dengan banderol tertinggi dalam sejarah lini smartphone Apple.

AI ikut mendorong lonjakan biaya komponen

Tekanan biaya ini tidak datang dari satu faktor saja. Ledakan kebutuhan teknologi Artificial Intelligence atau AI disebut memicu kenaikan harga memori dan penyimpanan, dua komponen penting yang kini semakin mahal di pasar global.

Apple juga dikabarkan akan meningkatkan kapasitas RAM pada seri iPhone terbaru untuk mendukung Apple Intelligence dan kemampuan AI yang lebih canggih. Di sisi lain, kebutuhan perangkat keras yang lebih besar membuat biaya produksi ikut naik.

Pasokan memori global ikut ketat

Masalahnya bukan hanya spesifikasi yang bertambah tinggi, tetapi juga persaingan mendapatkan pasokan chip memori global. Perangkat AI generatif membutuhkan kapasitas memori dan storage yang jauh lebih besar dibanding generasi sebelumnya, sehingga permintaan dari industri teknologi melonjak.

Cook menyebut pasokan semakin terbatas sementara permintaan tetap tinggi. Ia juga mengatakan produsen memori meneruskan kenaikan harga yang sangat besar kepada Apple.

Dampaknya kemudian menjalar ke produsen smartphone yang bergantung pada komponen tersebut. Apple, yang selama ini mampu menjaga posisi harga produk premiumnya, kini disebut mulai terkena tekanan yang lebih sulit dibendung.

Cook menilai tekanan biaya akibat perkembangan AI global ini merupakan fenomena yang belum pernah terjadi sebelumnya. Ia bahkan mengaku belum pernah melihat situasi seperti ini di industri mana pun selama lebih dari 40 tahun perjalanan kariernya.

Bukan hanya Apple yang menghadapi tantangan serupa, karena sejumlah raksasa teknologi lain juga disebut terkena dampak lonjakan harga chip memori dan storage. Meski begitu, permintaan terhadap smartphone premium dengan fitur AI canggih diperkirakan tetap tinggi.

Itu membuat iPhone 18 Pro dan iPhone 18 Pro Max tetap berpeluang besar diburu saat resmi meluncur. Namun, jika penyesuaian harga benar terjadi, konsumen harus bersiap menghadapi banderol yang jauh lebih mahal dibanding generasi sebelumnya.

Terkait