Metro Tennis Terminal bersama On Indonesia memilih cara yang tidak biasa untuk memperkenalkan The Roger Pro 3 di Jakarta. Alih-alih sekadar memajang produk, sepatu tenis itu langsung diuji di lapangan HQ Padel & Tennis, Jakarta Selatan, lewat sesi bertajuk Serve & Social.
Pendekatan ini membuat peserta tidak hanya melihat tampilan sepatu, tetapi merasakan performanya saat dipakai bermain. Di tengah tren retail tenis yang makin menekankan pengalaman langsung, format seperti ini memberi jawaban lebih konkret soal bagaimana sebuah sepatu bekerja dalam permainan nyata.
Uji langsung yang menonjolkan performa
Dalam sesi tersebut, peserta mencoba The Roger Pro 3 di lapangan dan mengikuti coaching bersama pelatih profesional dari Aspire Academy. Pelatih itu disebut pernah menjadi hitting partner Novak Djokovic, sehingga sesi latihan mendapat nilai tambah dari sisi pengalaman teknis.
Materi latihan diarahkan pada movement, footwork, stability, recovery, dan comfort selama bermain. Menurut CMO Metro Tennis Terminal, Michael Luhukay, konsep Serve & Social dibuat agar pengalaman produk terasa lebih relevan dengan kebutuhan pemain tenis.
Michael menegaskan bahwa The Roger Pro 3 tidak sekadar dikenalkan sebagai produk jualan. Sepatu itu diuji langsung supaya performanya bisa dirasakan secara nyata saat dipakai dalam situasi pertandingan atau latihan intensif.
Retail tenis bergeser ke pengalaman coba pakai
Acara ini juga memperlihatkan bagaimana retail tenis modern bergerak ke arah konsultasi dan trial. Managing Director Metro Tennis Terminal, Dhananjay Kuckreja, mengatakan layanan demo racket dan konsultasi kini menjadi bagian penting dalam perkembangan retail tenis modern.
Ia menilai pemain perlu memahami karakter produk terlebih dahulu agar bisa memilih perlengkapan yang sesuai dengan gaya bermain masing-masing. Karena itu, sesi uji coba langsung membantu pemain menilai rasa nyaman, respons alat, dan kecocokan produk dengan pola permainan mereka.
Dalam kegiatan yang sama, sejumlah demo racket terbaru juga ditampilkan agar peserta bisa mencobanya langsung. Model yang diperkenalkan meliputi Yonex MUSE, Yonex VCORE 2026, dan Babolat Pure Aero 2026.
Seluruh demo racket tersebut menggunakan string dari ReString untuk mendukung pengalaman trial yang lebih optimal. Kehadiran fasilitas ini menegaskan bahwa retail tenis kini tidak hanya menjual produk, tetapi juga menawarkan ruang evaluasi sebelum pembelian.
Daya tarik sosial dan komunitas
Serve & Social turut menarik perhatian figur dari komunitas olahraga, lifestyle, dan kreatif Jakarta. Nama-nama seperti Dion Wiyoko, Ernanda Putra, Ellyse Sinsilia, Aero Aswar, Aqsa Aswar, dan Aurelia Nadine terlihat hadir dalam kegiatan itu.
Kehadiran mereka memperlihatkan bahwa tenis semakin mendapat tempat sebagai bagian dari gaya hidup urban di Jakarta. Aktivitas semacam ini juga memperkuat posisi tenis bukan hanya sebagai olahraga kompetitif, tetapi sebagai ruang interaksi sosial dan pengalaman produk yang lebih personal.
Format private tennis experience yang dipilih Metro Tennis Terminal dan On Indonesia membuat peluncuran terasa lebih dekat dengan cara konsumen menilai perlengkapan olahraga saat ini. Bagi pemain, hasil uji lapangan seperti ini memberi gambaran lebih jelas tentang sepatu, raket, dan kenyamanan bermain sebelum memutuskan pembelian.
