Di antara objek langit yang paling aneh, The Mouse menonjol karena siluetnya benar-benar mirip tikus. Nebula di galaksi Bimasakti ini menyimpan energi ekstrem di balik bentuk yang justru terlihat seperti karya seni kosmik.
Nama ilmiahnya G359.23−0.82, dan pusatnya adalah pulsar superpadat yang memacu partikel hingga mendekati kecepatan cahaya. Dari Bumi, bentuknya tampak memiliki “kepala” terang dan “ekor” panjang yang menjuntai jauh ke belakang.
Bentuk yang membuatnya dijuluki The Mouse
Para astronom pertama kali mengamati objek ini lewat teleskop radio pada akhir 1980-an. Mereka melihat bagian depan yang terang, tubuh memanjang, dan ekor khas, lalu memberi julukan The Mouse karena profilnya menyerupai seekor tikus.
Julukan seperti ini bukan hal asing dalam astronomi. Horsehead Nebula dan Crab Nebula juga mendapat nama dari bentuk visualnya, sehingga objek-objek kompleks lebih mudah dikenali publik.
Pulsar superpadat di pusatnya
Di pusat The Mouse ada pulsar bernama PSR J1747−2958. Objek ini merupakan sisa inti bintang masif yang meledak sebagai supernova ribuan tahun lalu.
Ukuran pulsar itu hanya sekitar 20 kilometer, tetapi massanya diperkirakan lebih besar daripada Matahari. Materinya juga sangat rapat, sampai-sampai satu sendok teh materi bintang neutron secara teoritis bisa bermassa miliaran ton di Bumi.
Pulsar ini berputar sekitar sekali setiap 98 milidetik, atau lebih dari 10 putaran per detik. Rotasi secepat itu membangkitkan medan magnet besar yang mempercepat partikel bermuatan mendekati kecepatan cahaya.
Mengapa ekornya begitu panjang
The Mouse bergerak sangat cepat melalui ruang antarbintang. Kecepatannya diperkirakan sekitar 600 kilometer per detik, atau lebih dari 2 juta kilometer per jam.
Pergerakan ekstrem itu menimbulkan gelombang kejut di depannya, yang disebut bow shock. Materi antarbintang terkompresi di area ini dan membentuk kepala khas The Mouse, seolah-olah objek itu sedang menerobos medium galaksi.
Ekor The Mouse juga luar biasa panjang. Berdasarkan pengamatan radio dan sinar-X, strukturnya diperkirakan membentang hingga sekitar 55 tahun cahaya.
Panjang itu sulit dibayangkan, karena cahaya sendiri membutuhkan 55 tahun untuk melintasinya. Ekor tersebut terbentuk dari partikel berenergi tinggi yang terus ditinggalkan pulsar saat melesat di ruang antarbintang.
Laboratorium alam untuk fisika ekstrem
Bagi para astronom, The Mouse bukan hanya menarik secara visual. Objek ini menjadi laboratorium alam untuk mempelajari interaksi angin pulsar dengan lingkungan antarbintang.
Sejumlah ilmuwan bahkan menyebutnya sebagai cosmic wind tunnel, karena struktur gelombang kejut, aliran plasma, dan distribusi energinya berguna untuk menguji teori fisika partikel serta magnetohidrodinamika dalam kondisi ekstrem.
Objek ini juga bersinar kuat dalam gelombang radio dan sinar-X. Dalam pengamatan radio, bentuk memanjangnya terlihat jelas, sedangkan teleskop sinar-X seperti Chandra memperlihatkan detail yang lebih kompleks.
Bagian kepala The Mouse tampak sangat terang dalam sinar-X karena partikel-partikel berenergi sangat tinggi bergerak mendekati kecepatan cahaya. Sementara itu, ekornya menunjukkan bagaimana energi partikel berkurang sedikit demi sedikit saat menjauh dari pulsar.
| Fakta Utama | Nilai | Keterangan |
|---|---|---|
| Nama ilmiah | G359.23−0.82 | Nebula angin pulsar di Bimasakti |
| Pulsar pusat | PSR J1747−2958 | Sisa inti bintang masif pasca supernova |
| Ukuran pulsar | Sekitar 20 kilometer | Sangat kecil, tetapi massanya diperkirakan lebih besar dari Matahari |
| Kecepatan rotasi | 1 putaran per 98 milidetik | Lebih dari 10 putaran per detik |
| Kecepatan gerak | Sekitar 600 kilometer per detik | Lebih dari 2 juta kilometer per jam |
| Panjang ekor | Sekitar 55 tahun cahaya | Ekor partikel berenergi tinggi |
| Jarak dari Bumi | Sekitar 16 ribu tahun cahaya | Mengarah ke pusat galaksi Bimasakti |
Usia dan jaraknya masih menyisakan teka-teki
Pada awal penelitian, usia PSR J1747−2958 diperkirakan sekitar 25 ribu tahun berdasarkan perlambatan rotasinya. Namun, penelitian lanjutan yang menelaah gerak dan posisinya menghasilkan perkiraan berbeda, bahkan ada model yang menyebut usianya bisa lebih dari 160 ribu tahun.
Jika perkiraan itu tepat, The Mouse telah menempuh perjalanan antarbintang jauh lebih lama dari dugaan awal. Temuan ini juga menunjukkan bahwa metode standar untuk memperkirakan usia pulsar belum tentu selalu akurat.
The Mouse sendiri terletak sekitar 16 ribu tahun cahaya dari Bumi, ke arah pusat galaksi Bimasakti. Itu berarti cahaya yang terlihat sekarang adalah gambaran The Mouse pada masa sekitar 16 ribu tahun lalu.
Dengan bentuk yang unik, pulsar supercepat di pusatnya, dan ekor yang membentang sangat jauh, The Mouse tetap menjadi salah satu objek paling menarik untuk dipelajari di galaksi kita.
Source: www.idntimes.com






