Tencent disebut masuk dalam rencana dukungan teknologi untuk program Makan Bergizi Gratis atau MBG di Indonesia. Isyarat itu datang dari Duta Besar China untuk Indonesia, Wang Lutong, yang menyebut ada potensi kerja sama antara China dan Indonesia untuk mendukung pelaksanaan program tersebut.
Yang menarik, dukungan yang dibahas bukan sekadar bantuan logistik. Teknologi AI dan sistem data siswa disebut bisa dipakai untuk membuat distribusi makanan di sekolah lebih akurat dan efisien.
AI untuk menghitung kehadiran siswa
Wang menjelaskan bahwa Tencent sedang mengembangkan sistem yang dapat mencatat jumlah siswa yang masuk sekolah setiap hari secara otomatis. Data itu lalu diteruskan ke dapur makan gratis agar makanan yang disiapkan sesuai dengan jumlah siswa yang hadir.
Dengan alur seperti itu, sekolah dan dapur umum bisa mengetahui berapa banyak siswa yang benar-benar datang pada hari tersebut. Skema ini dinilai membantu penyaluran makanan gratis agar tidak berlebihan atau kurang.
Dukungan semacam ini juga menunjukkan bahwa teknologi yang disiapkan bukan hanya gagasan di atas kertas. China, melalui perusahaan teknologinya, disebut ingin memberi bantuan yang dapat langsung dipakai dalam operasional harian program MBG.
| Fokus Dukungan | Fungsi | Dampak ke MBG |
|---|---|---|
| AI dan sistem data siswa | Mencatat kehadiran siswa secara otomatis | Jumlah makanan dapat disesuaikan dengan siswa yang hadir |
| Alur data ke dapur makan gratis | Meneruskan data ke penyedia makanan | Distribusi jadi lebih akurat dan efisien |
Kerja sama lintas pihak untuk keberlangsungan MBG
Pernyataan Wang disampaikan usai menghadiri FPCI China-Indonesia Think Tank and Media Forum di Kuningan, Jakarta. Ia mengatakan sejumlah bisnis Tiongkok juga mendukung program makan gratis dengan cara yang mereka bisa.
Menurut Wang, kolaborasi antara dua negara dan keterlibatan perusahaan teknologi diharapkan membuat program MBG berjalan dengan baik. Ia menegaskan harapannya agar program itu dapat terlaksana secara lancar dan berkelanjutan.
Isyarat kerja sama ini penting karena memperlihatkan bahwa MBG tidak hanya bergantung pada anggaran dan distribusi pangan. Ada ruang bagi pemanfaatan teknologi digital untuk mengelola data siswa dan memastikan jatah makanan sesuai kebutuhan harian di sekolah.
Jika rencana tersebut berjalan, Tencent dapat menjadi bagian dari sistem pendukung MBG di sekolah. Pada tahap awal, fungsi utamanya adalah memastikan makanan yang disiapkan sesuai dengan jumlah siswa yang benar-benar hadir.
Source: www.cnbcindonesia.com





