Telo MT1 muncul sebagai pickup kecil yang tidak sekadar mengandalkan ukuran ringkas. Startup California itu justru menonjolkan satu hal yang jarang ditemui di kelasnya, yaitu kemampuan pengisian daya hingga 400 kW.
Bagi kendaraan yang memang dirancang untuk kebutuhan kota, angka tersebut terasa mencolok. Telo ingin MT1 tetap praktis dipakai di ruang sempit, tetapi juga cepat diisi ulang untuk pemilik urban yang tidak selalu punya garasi atau driveway.
Kecepatan isi ulang yang masih langka
Telo menyebut MT1 mampu mengisi daya pada 400 kW, dan daya itu tidak hanya muncul sesaat di awal sesi. Forrest North, CTO Telo, mengatakan fokus perusahaan adalah menghadirkan pengisian “sustained” agar waktu isi ulang benar-benar turun.
Di pasar EV Amerika Serikat, kemampuan seperti ini masih jarang. Fitur serupa biasanya ditemukan pada SUV listrik kelas atas terbaru, seperti BMW iX3, Volvo EX60, dan Lucid Gravity.
Sebagai pembanding, Tesla Model Y disebut mentok di 250 kW. Telo belum mengumumkan waktu pengisian resmi MT1, dan detail itu baru akan dibagikan kemudian.
Arsitektur 800 volt dan desain split-pack
Untuk mencapai daya setinggi itu, Telo memakai baterai 800 volt. Arsitektur ini membantu menekan kebutuhan arus untuk mencapai daya pengisian yang sama dibanding EV 400 volt.
Telo juga menyiapkan kompatibilitas dengan charger 400 volt lewat desain split-pack. Dalam praktiknya, baterai MT1 bisa bekerja sebagai dua paket 400 volt yang paralel, atau sebagai satu paket 800 volt saat kedua bagian disambungkan seri.
North menjelaskan bahwa Telo memilih pendekatan ini karena banyak EV 800 volt justru mengalami kompromi saat dipakai di charger 400 volt. Masalah itu dinilai terlalu besar untuk pelanggan Telo, mengingat charger 400 volt jauh lebih banyak tersedia.
Ukuran kecil, tetap fungsional
MT1 punya ukuran yang benar-benar ringkas untuk sebuah pickup. Panjangnya 152 inci, membawa lima kursi, dan memiliki bak sepanjang 60 inci.
Jarak tempuhnya diperkirakan berada di kisaran 260 mil hingga 350 mil, tergantung konfigurasi serta pilihan varian motor tunggal atau motor ganda. Harga model dasar dipatok di $41.520.
Meski kecil, arah pengembangannya jelas untuk pengguna urban yang butuh kendaraan praktis. Telo tidak sedang mengejar pasar massal seperti Tesla, melainkan segmen yang lebih spesifik dan serba terbatas ruang.
Produksi masih jadi tantangan
Di sisi bisnis, Telo masih perlu membuktikan rencana produksinya. Perusahaan menargetkan sekitar 5.000 unit per tahun lewat contract manufacturer, yang menunjukkan fokusnya pada segmen niche.
Telo juga menyebut telah mengumpulkan sekitar $30 juta, angka yang jauh di bawah pendanaan yang biasanya dihimpun startup EV lain untuk memulai produksi. Pekan lalu, perusahaan mengumumkan telah memilih mitra untuk body-in-white, yaitu struktur dasar kendaraan tempat semua komponen dipasang.
Telo mengatakan produksi MT1 akan dimulai pada akhir tahun ini. Dengan pengisian 400 kW, baterai 800 volt, dan kompatibilitas dengan charger 400 volt, pickup mungil ini kini masuk ke tahap yang lebih serius menjelang produksi.







