Telkomsel memasuki fase baru dengan susunan pengurus yang lebih tegas mengarah ke persaingan digital yang makin keras. Perombakan ini menempatkan Nugroho di kursi direktur utama, sementara fokus perusahaan tetap bertumpu pada konektivitas, 5G, dan layanan digital.
Langkah ini lahir dari kesepakatan dua pemegang saham utama, Telkom Indonesia dan Singtel. Keduanya menilai kepemimpinan yang kuat menjadi fondasi penting agar Telkomsel tetap menjaga posisinya sebagai pemain utama di industri telekomunikasi nasional.
Komisaris baru dengan latar yang beragam
Di jajaran komisaris, Diaz F.M. Hendropriyono kini menjabat sebagai Komisaris Utama. Ia memimpin pengawasan strategis bersama komisaris lain yang berasal dari latar pemerintahan, korporasi, hingga industri teknologi global.
Susunan komisaris terbaru Telkomsel terdiri dari Diaz F.M. Hendropriyono, Muhammad Yusuf Ateh, Ahmad Riza Patria, Irfan Wahid, Chandra Arie Setiawan, Rico Rustombi, Yuen Kuan Moon, dan Yip Anna. Formasi ini memperlihatkan upaya perusahaan memperkuat pengawasan dari beragam perspektif bisnis yang relevan dengan tantangan saat ini.
Nugroho pimpin direksi baru
Di sisi eksekutif, Nugroho resmi ditunjuk sebagai Direktur Utama. Posisi ini penting karena akan menentukan arah ekspansi perusahaan, termasuk strategi monetisasi layanan digital dan pengembangan jaringan generasi berikutnya.
Direksi baru Telkomsel 2026 juga diisi Daru Mulyawan sebagai Direktur Finance & Risk Management, Stanislaus Susatyo sebagai Direktur Sales, Indra Mardiatna sebagai Direktur Network, dan Wong Soon Nam sebagai Direktur Planning & Transformation. Joyce Shia menjabat Direktur Information Technology, Lionel Chng menjadi Direktur Marketing, sedangkan Indrawan Ditapradana mengisi posisi Direktur Human Capital Management.
5G dan layanan digital tetap jadi pusat strategi
Dengan formasi baru ini, Telkomsel tampak ingin bergerak lebih cepat dalam memperkuat bisnis inti sekaligus memperluas layanan digital. Investasi berkelanjutan pada jaringan 5G tetap menjadi prioritas karena kebutuhan pelanggan individu dan korporasi terus meningkat.
Teknologi 5G bukan hanya menawarkan internet yang lebih cepat. Infrastruktur ini juga membuka peluang untuk layanan smart city, IoT, cloud gaming, dan otomatisasi industri yang makin relevan di tengah kebutuhan konektivitas digital di Indonesia.
AI masuk ke fokus pengalaman pelanggan
Selain jaringan, Telkomsel juga memberi perhatian pada pemanfaatan AI. Teknologi ini dinilai bisa membantu personalisasi penawaran layanan, meningkatkan kualitas customer service, dan membuat operasional internal lebih efisien.
Di tengah perubahan kebutuhan pasar, arah baru ini diharapkan menjaga daya saing Telkomsel tanpa menggeser fokus utamanya pada konektivitas. Bagi pelanggan, susunan pengurus yang baru diharapkan bisa menghadirkan layanan yang lebih stabil, lebih cepat, dan lebih relevan dengan kebutuhan era digital modern.
