Tekton Siap Jadi Penerus Juke, SUV Turbo 1.3 Liter Ini Mengincar HR-V dan Creta

Nissan mulai membuka jalan untuk penerus Juke lewat sebuah nama baru: Tekton. SUV ini langsung mencuri perhatian karena membawa mesin 1.3 liter turbo yang membuatnya terasa serius untuk bersaing di kelas ramai.

Posisinya tidak sekadar model baru, melainkan kandidat pengganti lini yang dulu diisi Juke dan kemudian Kicks di pasar tertentu. Debut global Tekton dijadwalkan berlangsung di India pada 9 Juli 2026, lalu penjualannya menyusul setelah peluncuran resmi.

Langsung diarahkan ke lawan berat

Nissan menyiapkan Tekton untuk segmen SUV menengah yang persaingannya padat. Nama-nama seperti Hyundai Creta, Kia Sonet, dan Honda HR-V disebut sebagai rival yang harus dihadapi.

Fokus awalnya tetap India, karena pasar itu menjadi titik penting bagi Nissan untuk memperkuat kembali pijakan di kelas SUV menengah. Dari sana, peluang ekspansi ke pasar lain masih terbuka jika respons konsumen sesuai harapan.

ModelMesinTransmisiCatatan
Tekton1.3 liter turbo-petrolManual 6-percepatan atau DCT 7-percepatanOutput sekitar 163 hp
Opsi lain1.0 liter turboTidak disebutkanDisiapkan sebagai alternatif dengan tenaga lebih kecil

Mesin 1.3 liter turbo-petrol menjadi sorotan utama karena tenaganya disebut mencapai sekitar 163 hp. Nissan juga menyiapkan pilihan transmisi manual 6-percepatan atau DCT 7-percepatan untuk konfigurasi itu.

Ada pula opsi mesin 1.0 liter turbo dengan output yang lebih kecil. Di sisi lain, Nissan disebut membuka peluang menghadirkan varian hybrid di masa mendatang.

Desain dibuat agresif sejak teaser

Dari materi teaser, Tekton tampil dengan bahasa desain yang lebih tegas dan modern. Bagian depan disebut membawa grille dengan iluminasi penuh, lalu lampu LED yang saling terhubung di depan dan belakang.

Nissan juga menonjolkan tulisan “TEKTON” berukuran besar di kap mesin dan tailgate. Detail itu membuat identitas model ini terlihat dibangun sejak awal agar mudah dikenali.

Velg multi-spoke berukuran besar ikut memberi kesan modern, sementara spoiler atap dan handle pintu belakang yang disembunyikan di pilar C menambah nuansa sporty. Pendekatan ini membuat Tekton terasa seperti crossover urban yang ingin tampil lebih berani.

Dalam kampanye teaser, Nissan bahkan menempatkan Tekton berdampingan dengan Patrol. Susunan itu memberi sinyal bahwa Tekton ingin dibaca sebagai bagian dari keluarga SUV Nissan yang menonjolkan citra tangguh.

Fitur diarahkan ke kebutuhan pasar saat ini

Selain mesin dan desain, Tekton diperkirakan membawa kelengkapan yang sudah dianggap penting di kelasnya. Salah satu yang disorot adalah layar infotainment 10,1 inci dengan konektivitas penuh.

Fitur lain yang disebut hadir mencakup panoramic sunroof dan ADAS atau Advanced Driver Assistance Systems. Kombinasi ini penting karena konsumen SUV modern kini menuntut kenyamanan sekaligus keselamatan aktif.

Nissan India mengembangkan Tekton dengan berbagi platform bersama Renault Duster. Basis yang sama ini menunjukkan bahwa Nissan memanfaatkan fondasi yang sudah dikenal untuk mempercepat pengembangan produk dan menekan biaya.

Meski berbagi platform, Nissan tetap menyiapkan identitas desain dan positioning yang berbeda dari saudara teknisnya. Strategi itu penting agar Tekton tidak sekadar terlihat sebagai versi lain dari model yang sudah ada.

Bagi pasar Asia Tenggara, termasuk Indonesia, detail mesin 1.3 liter turbo menjadi bagian yang paling menarik untuk diikuti. Jika strategi ekspansinya meluas, Tekton bisa mengisi ruang yang selama ini ditinggalkan Nissan di kelas SUV bergaya muda dengan performa kuat dan fitur modern.

Source: www.suara.com

Terkait