Teh Hijau Ternyata Punya Efek Tak Terduga pada Hati, Begini Cara Kerjanya

Author: Cung Media

Teh hijau selama ini lebih sering dikaitkan dengan metabolisme, padahal dampaknya pada hati jauh lebih spesifik. Di balik secangkir minuman ini, ada pengaruh pada cara hati memproses lemak, gula darah, kolesterol, dan racun.

Karena hati menjadi organ pertama yang mengolah apa pun yang masuk ke tubuh, kebiasaan minum teh hijau tidak bisa dinilai sekilas. Efeknya bergantung pada jumlah konsumsi, cara penyajian, dan kondisi kesehatan masing-masing orang.

Kenapa teh hijau bisa berpengaruh pada hati

Ahli gizi Malina Malkani, MS., RDN., CDN., LDN., menjelaskan kepada Parade bahwa hati memproduksi cairan empedu untuk membantu tubuh memecah dan menyerap lemak. Organ ini juga mengatur kadar gula darah dan kolesterol, sekaligus menyaring racun.

Itulah sebabnya manfaat teh hijau bagi hati tidak hanya soal “minuman sehat”, tetapi juga soal bagaimana kandungan di dalamnya bekerja di tingkat sel. Dalam penjelasan para ahli gizi yang dikutip Parade, dampaknya bisa berbeda-beda pada tiap orang.

Dua manfaat yang paling sering dibahas

Jika dikonsumsi rutin, teh hijau dapat memberi manfaat bagi hati dalam jangka pendek maupun panjang. Diana Cusa, MS., RD., CDN., CDCES, mengatakan efek jangka panjang biasanya lebih terasa setelah kebiasaan ini dijalankan selama berbulan-bulan atau bahkan bertahun-tahun.

Untuk jangka pendek, perubahan biasanya terjadi di tingkat sel dan belum tentu langsung terasa sebagai perubahan besar pada fungsi hati. Namun, ada dua manfaat utama yang paling menonjol dari kandungan teh hijau.

Manfaat Penjelasan Keterangan
Melindungi dari stres oksidatif Teh hijau kaya katekin, terutama EGCG, yang membantu menetralkan radikal bebas Dapat membantu mengurangi peradangan
Membantu mengurangi lemak di hati Teh hijau dapat mendukung metabolisme lipid dan membantu hati memproses lemak lebih efisien Berpotensi mengurangi penumpukan lemak di hati

EGCG atau Epigallocatechin gallate disebut sebagai antioksidan penting dalam teh hijau. Mckenzie Dryden dari HonorHealth Whole Health Institute mengatakan antioksidan ini dapat membantu mengurangi stres oksidatif dan peradangan pada hati.

Stres oksidatif diyakini dapat mempercepat penuaan dan memperburuk kondisi hati, termasuk metabolic dysfunction-associated steatotic liver disease atau MASLD. Dengan menekan proses itu, teh hijau berpotensi membantu melindungi sel hati dan menjaga fungsinya tetap optimal.

Pengaruhnya pada lemak dan metabolisme

Manfaat lainnya ada pada pengelolaan lemak. Hati berperan dalam mengatur bagaimana lemak diproduksi, disimpan, dan disalurkan ke seluruh tubuh, sehingga dukungan pada metabolisme lipid menjadi penting.

Diana Cusa menjelaskan bahwa teh hijau dapat sedikit meningkatkan pembakaran lemak dan menghambat pembentukan lemak baru. Ia juga menyebut teh hijau dapat mengaktifkan enzim tertentu yang memberi sinyal pada sel untuk memakai lemak sebagai energi, bukan menyimpannya.

Perlu hati-hati jika minum terlalu banyak

Secara umum, teh hijau aman bagi kesehatan hati. Namun, Mckenzie Dryden mengingatkan bahwa minuman ini mengandung kafein dan bersifat diuretik, sehingga jumlahnya tetap perlu diperhatikan.

Konsumsi kafein lebih dari 400 mg per hari dapat menyebabkan dehidrasi akibat hilangnya cairan tubuh melalui urine. Rata-rata secangkir teh hijau mengandung sekitar 30-50 mg kafein, sehingga kebanyakan orang masih menganggap 8 cangkir per hari berada dalam batas aman menurut WebMD.

Meski begitu, untuk manfaat kesehatan hati jangka panjang, Diana Cusa lebih menyarankan 2 hingga 5 cangkir teh hijau seduh per hari. Ia juga menegaskan bahwa sesuatu yang dikonsumsi berlebihan tidak akan otomatis lebih bermanfaat bagi tubuh.

Kondisi kesehatan dan faktor genetik dapat memengaruhi cara tubuh memetabolisme teh hijau. Karena itu, respons setiap orang bisa berbeda, dan manfaatnya akan lebih optimal bila dibarengi pola makan seimbang, olahraga teratur, serta menghindari konsumsi alkohol.

Dalam praktiknya, teh hijau bisa menjadi bagian dari kebiasaan harian yang mendukung hati, tetapi porsinya tetap perlu dijaga. Efek terbaik biasanya muncul saat konsumsi dilakukan konsisten dan tidak berdiri sendiri dari gaya hidup sehat secara keseluruhan.

Terbaru