Letnan Jenderal TNI (Purn.) Teguh Arief Indratmoko ditunjuk sebagai Direktur Utama Perum Peruri per 15 Juli 2026. Penunjukan purnawirawan TNI ini menempatkan figur dengan pengalaman panjang di bidang pengamanan, intelijen, dan komando teritorial pada perusahaan yang mencetak uang Rupiah serta dokumen sekuritas negara.
Pergantian pimpinan tersebut menjadi perhatian karena Peruri menjalankan fungsi strategis dalam menjaga keamanan produk negara. Rekam jejak Teguh di lingkungan militer dinilai relevan dengan kebutuhan penguatan aspek keamanan di perusahaan pelat merah itu.
Perubahan Pimpinan di Peruri
Kepala BP BUMN, Dony Oskaria, menyatakan keputusan penunjukan itu didasarkan pada kebutuhan organisasi. Pergantian pucuk manajemen Peruri juga menjadi bagian dari penataan ulang jajaran perusahaan.
Teguh menggantikan Dwina Septiani Wijaya sebagai Direktur Utama Peruri. Pada saat yang sama, posisi Ketua Dewan Pengawas Peruri diisi oleh Geerhan Lantara, purnawirawan TNI yang sebelumnya pernah menjabat Inspektur Jenderal TNI.
Koordinator Corporate Communication & TJSL Peruri, Yahdi Lil Ihsan, mengonfirmasi perubahan susunan manajemen tersebut kepada Liputan6.com. Ia menyebut ketetapan itu berlaku berdasarkan surat keputusan BP BUMN tertanggal 15 Juli 2026.
Perubahan jabatan itu tercantum dalam SK BP BUMN Nomor 345 Tahun 2026 dan SK Nomor 346 Tahun 2026. Kedua keputusan tersebut mengatur pemberhentian dan pengangkatan Direktur Utama serta Ketua Dewan Pengawas Peruri.
Lintasan Karier Teguh Arief Indratmoko
Teguh Arief Indratmoko lahir di Banyumas, Jawa Tengah, pada 19 September 1965. Ia merupakan lulusan Akademi Militer tahun 1988 dari kecabangan Infanteri.
Pada masa awal dinas, Teguh ditempatkan di Kopassus dan pernah bertugas dalam Operasi Seroja di Timor-Timur. Karier berikutnya banyak terkait dengan fungsi pengamanan dan intelijen di lingkungan TNI.
| Jabatan | Periode | Keterangan |
|---|---|---|
| Wakil Komandan Paspampres | Tidak disebutkan | Terlibat dalam pengamanan presiden dan wakil presiden |
| Pangdam Iskandar Muda | 2018–2020 | Memimpin komando teritorial di Aceh |
| Asisten Intelijen Kasad | 2020–2021 | Menangani bidang intelijen Angkatan Darat |
| Danpusterad | 2021 | Menjabat setelah meraih pangkat Letnan Jenderal |
| Danjen Akademi TNI | 2022–2023 | Jabatan terakhir sebelum pensiun |
Pengalaman sebagai Wakil Komandan Paspampres menjadi salah satu bagian penting dalam rekam jejak Teguh. Jabatan tersebut berkaitan dengan tanggung jawab pengamanan terhadap presiden dan wakil presiden.
Ia juga pernah menjabat Asisten Intelijen atau Asintel Kepala Staf Angkatan Darat pada periode 2020–2021. Di bidang teritorial, Teguh memimpin Kodam Iskandar Muda di Aceh dari 2018 hingga 2020.
Setelah meraih pangkat Letnan Jenderal, Teguh dipercaya menjadi Komandan Pusat Teritorial Angkatan Darat pada 2021. Ia kemudian mengemban jabatan Direktur Jenderal Akademi TNI pada 2022–2023 sebelum memasuki masa pensiun.
Selain sejumlah jabatan tersebut, Teguh pernah menjadi Perwira Staf Ahli Tingkat III Bidang Intekmil dan Siber Panglima TNI. Pengalaman itu melengkapi latar belakangnya pada bidang intelijen militer dan siber.
Keamanan Menjadi Konteks Utama
Masuknya Teguh ke Peruri terjadi ketika kebutuhan penguatan keamanan perusahaan menjadi perhatian dalam penataan manajemen. Peruri memiliki peran penting dalam pencetakan uang Rupiah dan dokumen sekuritas negara.
Susunan baru ini juga menempatkan dua purnawirawan TNI pada posisi Direktur Utama dan Ketua Dewan Pengawas. Dengan latar pengamanan presiden, intelijen, serta komando teritorial, Teguh kini memimpin Peruri dalam menjalankan fungsi strategis tersebut.
