Tasua Menjelang Asyura, Jadwal Berbeda dan Niat yang Sering Terlewat

Author: Cung Media

Puasa Tasua kerap lewat begitu saja di tengah perhatian besar pada Asyura, padahal ibadah sunnah ini punya posisi penting dalam tradisi keislaman. Tahun ini, jadwalnya juga tidak seragam karena penetapan awal Muharam berbeda antara pemerintah, Muhammadiyah, dan Nahdlatul Ulama.

Perbedaan itu membuat umat Islam perlu lebih cermat agar tidak keliru menentukan hari puasa. Selain jadwal, ada pula bacaan niat Arab-Latin yang biasa dijadikan panduan sebelum menjalankan puasa Tasua pada 9 Muharam.

Mengapa Puasa Tasua Dianjurkan

Puasa Tasua dikaitkan dengan anjuran Rasulullah SAW agar umat Islam berbeda dari tradisi kaum Yahudi di Madinah yang juga berpuasa pada hari Asyura. Riwayat yang disampaikan Abdullah bin Abbas RA dan disebut dalam HR. Muslim menjadi dasar penting dalam pembahasan puasa ini.

Dalam riwayat itu, Rasulullah SAW menyampaikan rencana untuk berpuasa pada hari kesembilan Muharam, meski beliau wafat sebelum tahun berikutnya tiba. Dari situ, puasa Tasua dipahami sebagai bentuk kepatuhan, kehati-hatian dalam ibadah, dan penghormatan terhadap ketentuan syariat.

Jadwal Puasa Tasua di Indonesia

Penetapan 1 Muharam 1448 Hijriah berbeda di Indonesia, sehingga hari Tasua juga tidak sama untuk semua acuan. Pemerintah dan Muhammadiyah menetapkan 1 Muharam 1448 H pada Selasa, 16 Juni 2026, sementara Nahdlatul Ulama menetapkan 1 Muharam 1448 H pada Rabu, 17 Juni 2026.

Dengan dasar itu, jadwal puasa Tasua menjadi seperti berikut.

Acuan Jadwal Tasua
Pemerintah dan Muhammadiyah Rabu, 24 Juni 2026
NU Kamis, 25 Juni 2026

Perbedaan ini penting dicermati agar pelaksanaan puasa sunnah bisa disesuaikan dengan acuan yang diikuti masing-masing umat Islam.

Bacaan Niat Puasa Tasua

Niat puasa Tasua dibaca pada malam hari sebelum menjalankan puasa. Lafal yang umum digunakan adalah: نَوَيْتُ صَوْمَ غَدٍ عَنْ أَدَاءِ سُنَّةِ التَا سُوعَاء لِلهِ تَعَالَى.

Dalam Latin, bacaan itu ditulis: Nawaitu shauma ghadin ‘an adâ’i sunnatit Tasû‘â lillâhi ta‘âlâ. Artinya, “Aku berniat puasa sunnah Tasu‘a esok hari karena Allah SWT.”

Bacaan niat tersebut menjadi panduan bagi umat Islam yang ingin menunaikan puasa Tasua sesuai tuntunan yang umum digunakan. Dengan memperhatikan waktu pelaksanaan dan lafal niatnya, ibadah ini dapat dijalankan lebih tertib dan sesuai acuan yang dipilih.

Source: www.medcom.id
Terbaru