Tantri Kotak masih memikul luka yang tidak hanya soal materi setelah menjadi korban dugaan penipuan oleh orang terdekat. Dampak terberat justru datang dari rasa percaya yang runtuh dan sampai sekarang belum benar-benar pulih.
Sosok yang diduga menipunya disebut sudah lama berada di lingkaran pertemanan dekat, termasuk komunitas ibu-ibu di sekolah anak. Karena itu, pengkhianatan tersebut terasa jauh lebih menyakitkan bagi Tantri.
Kepercayaan yang berubah jadi beban
Tantri mengaku pikirannya terus dipenuhi pertanyaan tentang kejadian itu. Ia juga belum bisa sepenuhnya menerima bahwa orang yang dianggap dekat justru melakukan tindakan yang begitu tega.
Selain gangguan emosional, kondisi fisiknya juga ikut menurun setelah peristiwa tersebut. Tantri disebut sampai terdengar bindeng, menandakan beban yang ia tanggung tidak berhenti pada urusan finansial saja.
Arda Naff Sebut Kerugian Terbesar Bukan Uang
Arda Naff menegaskan bahwa kerugian dari penipuan semacam ini sering kali lebih besar daripada saldo rekening yang hilang. Menurut dia, yang paling rusak adalah rasa aman, kepercayaan, dan ketenangan korban setelah dikhianati orang terdekat.
Arda juga menyebut Tantri sempat merasa bersalah, meski justru menjadi korban. Ia melihat istrinya murung dan terus memikirkan bagaimana sahabat yang sudah dianggap seperti keluarga bisa memanipulasi keadaan.
Butuh Waktu Sebelum Melangkah Lebih Jauh
Meski memiliki latar belakang pendidikan psikologi, Arda mengaku sempat goyah menghadapi kelihaian pelaku dalam memainkan emosi. Karena itu, ia memilih memberi ruang agar Tantri bisa memulihkan kondisi mentalnya sebelum melangkah ke ranah hukum.
Tantri sendiri menegaskan bahwa yang paling melukai dirinya adalah penyalahgunaan kepercayaan dalam pertemanan. Bagi dirinya, pengkhianatan itu terasa sangat mengecewakan karena datang dari orang yang selama ini dianggap bagian dari lingkaran terdekat.
