Mimikri pada tanaman menunjukkan bahwa dunia tumbuhan punya strategi bertahan yang jauh lebih canggih dari yang terlihat. Sejumlah spesies tidak sekadar tumbuh dan berbunga, tetapi juga menipu mata, bau, dan naluri hewan di sekitarnya.
Trik itu muncul dalam bentuk yang sangat beragam. Ada yang menyamar seperti batu, ada yang meniru serangga, dan ada pula yang menyesuaikan warna daun agar menyatu dengan lingkungan ekstrem.
Batu hidup yang sulit dibedakan dari kerikil
Lithops menjadi salah satu contoh paling terkenal karena tampil seperti batu kecil di tanah kering Afrika Selatan. Bentuknya pendek, bulat, dan berwarna abu-abu atau cokelat, sehingga mudah hilang di antara kerikil di sekitarnya.
Penyamaran ini membantu Lithops mengurangi risiko dimakan herbivora. Di habitat yang keras, tampilan visual semacam itu menjadi alat pertahanan yang penting.
Anggrek yang meniru lebah betina
Ophrys apifera atau bee orchid memakai strategi yang lebih rumit. Bunganya meniru bentuk, warna, dan tekstur berbulu lebah betina pada bagian kelopak.
Tanaman ini juga mengeluarkan aroma senyawa kimia yang menyerupai feromon lebah betina. Lebah jantan tertipu, mencoba mengawini bunga, lalu tanpa sadar membantu proses penyerbukan.
Daun yang berubah mengikuti tanaman inang
Boquila trifoliolata sering disebut sebagai bunglon dunia tanaman. Tanaman merambat asal Chili ini dapat mengubah ukuran, bentuk, dan warna daunnya agar mirip dengan tanaman inang yang sedang ditumpangi.
Kemampuan itu tidak berhenti pada satu bentuk saja. Saat pindah ke inang lain, daunnya ikut berubah lagi sehingga tampak seperti bagian dari tanaman baru tersebut.
Para ilmuwan menduga strategi ini berkaitan dengan upaya menghindari serangan kumbang pemakan daun. Dengan menyamar, Boquila dapat menurunkan peluang menjadi sasaran serangga.
Menyatu dengan batuan gunung
Corydalis hemidicentra tumbuh di kawasan pegunungan tinggi Tiongkok dan memakai penyamaran yang sangat efektif. Daunnya yang biasanya hijau bisa berubah menjadi abu-abu kecokelatan pada populasi yang hidup di area longsoran batu atau scree.
Warna itu membuat tanaman lebih menyatu dengan bebatuan di sekitarnya. Penelitian menunjukkan tanaman yang tampak seperti batu jauh lebih jarang ditemukan dan dimakan oleh kambing gunung.
Tampilan seperti daun mati yang kering
Monotropsis odorata adalah anggrek langka asal Amerika Utara yang memakai mimikri cryptic coloration. Batangnya tertutup kelopak pelindung berwarna cokelat kusam dan kering, sehingga tampilannya menyerupai tumpukan daun mati.
Penyamaran ini membuatnya tampak seperti sampah organik di lantai hutan. Herbivora pun cenderung tidak tertarik mendekat.
Mengapa mimikri tanaman begitu efektif
Lima contoh itu memperlihatkan bahwa mimikri tanaman bukan sekadar keunikan bentuk. Pada banyak spesies, strategi ini lahir sebagai hasil evolusi yang terarah untuk bertahan hidup atau memancing penyerbukan.
Pada satu sisi, tanaman memakai penyamaran untuk menghindari herbivora. Pada sisi lain, ada yang justru memanfaatkan tipu daya visual dan kimia untuk mengelabui serangga penyerbuk.
Source: www.idntimes.com






