Tablet memang unggul tipis atas desktop PC secara nasional, tetapi angka itu belum cukup untuk menyebut komputer meja kalah total di Indonesia. Data APJII 2026 menunjukkan keduanya justru sedang membidik pengguna yang berbeda, dari anak muda yang mobile hingga pekerja yang butuh perangkat lebih stabil.
Di tengah dominasi smartphone yang mencapai 84,31% akses internet, perebutan layar kedua tetap menarik karena memperlihatkan perubahan perilaku digital. Tablet berada di penetrasi 2,39%, sementara desktop PC masih mencatat 0,85% secara agregat.
Gen-Z Lebih Dekat ke Tablet, Milenial Masih Memilih Desktop
Perbedaan paling tegas terlihat pada generasi Z. Di kelompok ini, tablet mencatat penetrasi 3,0% dan sedikit mengungguli desktop yang berada di 2,8%.
Pola itu sejalan dengan kebutuhan hiburan visual yang besar, tetapi tetap mudah dibawa. Pada milenial, desktop justru lebih kuat dengan 3,6%, sedangkan tablet berada di 2,3%.
Di generasi X hingga baby boomers, desktop juga masih bertahan karena ergonomi meja kerja tradisional tetap terasa relevan. Kondisi ini membuat desktop belum kehilangan basis pengguna yang mengandalkan perangkat stasioner untuk aktivitas yang lebih lama.
Pendidikan Tinggi Masih Menguntungkan Desktop
Jika dilihat dari pendidikan, desktop kembali menunjukkan daya tahan yang menonjol. Pada kelompok sarjana, desktop mencapai 5,0%, sedangkan tablet berada di 3,2%.
Titik imbang hanya muncul di kelompok pendidikan menengah atau SMP, ketika desktop dan tablet sama-sama berada di 1,9%. Sementara itu, di kelompok pendidikan dasar, terutama tidak tamat SD, desktop mencapai 4,2% dan tablet hanya 0,7%.
Data itu menunjukkan bahwa preferensi perangkat tidak bergerak seragam di semua lapisan pengguna. Semakin rendah atau semakin tinggi kelompok pendidikan tertentu, pola pilihannya bisa berubah cukup tajam.
Daya Beli Masih Jadi Penentu
Selain usia dan pendidikan, pendapatan bulanan ikut membentuk pilihan perangkat. Polanya cenderung linier, dengan masyarakat berdaya beli lebih tinggi lebih dekat pada perangkat stasioner yang dianggap lebih tangguh untuk kebutuhan komputasi berat.
Tablet tetap lebih identik dengan kebutuhan praktis, terutama untuk konsumsi konten dan mobilitas. Di sisi lain, desktop bertahan sebagai pilihan yang lekat dengan produktivitas kelas berat, terutama di kalangan sarjana dan pekerja dengan pendapatan lebih tinggi.
Dua Ceruk yang Masih Sama-Sama Hidup
Angka APJII 2026 memperlihatkan bahwa tablet belum menggantikan desktop, dan desktop juga belum tersingkir oleh tablet. Keduanya sudah menemukan ceruk masing-masing di pasar Indonesia.
Tablet lebih kuat di kalangan muda dan segmen entry-level yang mencari perangkat ringkas untuk hiburan multimedia. Desktop tetap punya tempat di meja kerja karena masih dibutuhkan untuk komputasi yang lebih serius dan lama.
Selama smartphone masih menguasai akses internet dan kebutuhan kerja profesional tetap berjalan, desktop masih akan relevan sebagai perangkat pendamping di rumah maupun di kantor. Sementara itu, tablet terus bergerak sebagai layar kedua yang nyaman untuk generasi yang lebih mobile.







