Suzuki Landy Berubah Arah, Kini Lebih Irit dan Bisa Muat 8 Penumpang

Author: Cung Media

Suzuki Landy datang dengan arah baru yang cukup jelas: lebih efisien, lebih fungsional, dan kini lebih fleksibel untuk keluarga besar. MPV kembaran Toyota Voxy ini juga untuk pertama kalinya menawarkan konfigurasi 8 kursi.

Pembaruan tersebut membuat Landy tidak lagi sekadar mengandalkan nama besar basis kembarannya. Suzuki memberi fokus pada efisiensi mesin hybrid 1.800 cc, kabin yang lebih praktis, dan penyegaran desain yang tetap mempertahankan karakter MPV boxy khas Jepang.

Mesin hybrid baru, konsumsi lebih efisien

Perubahan paling penting ada di sektor mesin. Suzuki Landy kini memakai mesin hybrid 1.800 cc dengan tenaga puncak yang diklaim mencapai 136 daya kuda.

Tenaga itu disalurkan melalui transmisi e-CVT, dengan klaim efisiensi bahan bakar hingga 23,2 kilometer per liter bensin. Artinya, mesin 2.000 cc yang sebelumnya digunakan sudah tidak lagi dipakai.

Pergeseran ini menegaskan bahwa Landy kini diarahkan ke efisiensi yang lebih kuat. Di kelas MPV menengah, kombinasi kabin lega dan konsumsi irit memang menjadi nilai jual yang sangat penting.

Opsi 8 kursi jadi pembeda baru

Selain mesin, kabin menjadi sorotan lain karena Landy kini menawarkan opsi 8 penumpang. Konfigurasi ini memberi ruang lebih luas untuk kebutuhan keluarga besar atau aktivitas yang memerlukan kapasitas angkut lebih banyak.

Suzuki juga menyebut ada sejumlah fitur kabin yang dirancang agar perjalanan lebih mudah bagi penumpang. Pendekatan itu sejalan dengan filosofi Suzuki yang lebih mengutamakan fungsi daripada tampilan yang terlalu menonjol.

Dengan tambahan 8 kursi, Landy menjadi lebih relevan untuk pengguna yang membutuhkan MPV menengah serbaguna. Fitur ini memperluas skenario pemakaian tanpa mengubah identitas dasarnya sebagai mobil keluarga.

Basis sama dengan Toyota Voxy, tetapi Suzuki memberi sentuhan sendiri

Landy dibangun dari basis yang serupa dengan Toyota Noah dan Toyota Voxy. Kesamaan itu hadir karena kerja sama Toyota dan Suzuki yang memungkinkan keduanya berbagi platform untuk sejumlah model.

Meski berbagi dasar, Suzuki tetap memberi karakter sendiri lewat pendekatan yang menekankan fungsi. Untuk versi 2026 yang muncul pada kuartal kedua, salah satu ubahan yang terlihat jelas ada pada area bonnet yang kini tampil lebih berotot.

Wajah baru itu memberi kesan lebih kuat tanpa menghilangkan bentuk boxy yang sudah melekat pada MPV keluarga Jepang. Penyegaran visual seperti ini penting karena memberi tampilan baru tanpa mengorbankan kepraktisan.

Tersedia juga versi AWD untuk Jepang

Selain varian standar, Landy juga punya versi dengan transmisi E-Four AWD. Pada varian ini, roda belakang mendapat tambahan motor listrik dan tersedia mode berkendara Snow.

Varian AWD tersebut dipasarkan khusus untuk pasar domestik Jepang. Kehadiran opsi itu menunjukkan bahwa Landy tetap disiapkan untuk kebutuhan jalan dan cuaca yang lebih beragam.

Di Jepang, harga Suzuki Landy dibuka mulai dari kisaran 3 jutaan yen, atau sekitar Rp430 jutaan. Posisi itu menempatkannya sebagai MPV menengah yang bersaing di area yang sudah padat pemain.

Mulai dilirik pasar luar Jepang

Selama ini Landy memang lebih dikenal sebagai model untuk pasar domestik Jepang. Namun, ada kabar bahwa model ini mulai didorong untuk menarik minat di luar Jepang, termasuk India yang disebut berkembang pesat.

Jika langkah itu meluas, Landy akan melengkapi jajaran MPV Suzuki di India. Di sana, Suzuki sudah memiliki Ertiga dan Invicto, sementara Invicto sendiri merupakan kembaran lain dari Toyota Innova Zenix.

Dengan wajah yang lebih segar, mesin hybrid baru, dan opsi kabin 8 penumpang, Suzuki Landy menunjukkan arah yang lebih tegas. Kembaran Toyota Voxy ini kini tampil sebagai MPV keluarga yang lebih irit dan lebih fleksibel.

Source: otodriver.com
Terbaru