Suzuki Landy kembali jadi sorotan karena MPV rebadge berbasis Toyota Noah ini kini menawarkan opsi delapan kursi. Pembaruan itu membuat Landy terasa lebih masuk akal untuk keluarga yang membutuhkan kabin lega, tanpa melepaskan karakter mewah dan halus yang sejak awal melekat pada model ini.
Di pasar Jepang, Landy memang bukan nama yang sepopuler MPV lain, tetapi posisinya jelas: mobil tiga baris untuk konsumen yang mengutamakan kepraktisan dan kenyamanan. Model ini memakai basis Toyota Noah generasi keempat sejak 2022, sehingga fondasi teknis dan karakter produknya sudah sangat dekat dengan kebutuhan keluarga modern.
Kabin lebih fleksibel
Sorotan terbesar dari penyegaran ini ada pada konfigurasi delapan tempat duduk. Opsi tersebut memberi ruang lebih besar bagi pengguna yang ingin membawa lebih banyak penumpang tanpa harus pindah ke kelas kendaraan yang lebih besar.
Dengan tiga baris kursi, Landy kini makin kuat sebagai MPV keluarga. Suzuki tampaknya menargetkan pembeli yang ingin kabin lapang, tetapi tetap menginginkan rasa berkendara yang nyaman dan tidak terasa kasar.
Tampilan dan interior ikut disegarkan
Melansir Car Watch, pembaruan Landy juga menyentuh sisi visual. Desain eksteriornya kini dibuat lebih aerodinamis, namun Suzuki tetap mempertahankan kesan mewah yang halus dan nyaman.
Di dalam kabin, layar multi-informasi diperbesar menjadi 7 inci. Perubahan ini bukan hanya soal tampilan, tetapi juga untuk meningkatkan visibilitas dan mendukung sejumlah fitur canggih yang ada di ruang kemudi.
Hybrid tetap jadi andalan
Selain fleksibilitas kabin, Landy juga mendapat tambahan opsi penggerak empat roda listrik E-Four. Sistem ini merupakan bagian dari penggerak hybrid yang berasal dari Toyota dan sudah dilengkapi SNOW EXTRA Mode untuk kebutuhan berkendara di kondisi tertentu.
Sistem E-Four dipasangkan dengan mesin 1.8 liter 4-silinder. Kombinasi tersebut diklaim mampu mencatat konsumsi bahan bakar hingga 23,6 km/liter, sebuah angka yang membuat Landy tetap kompetitif di kelas MPV keluarga.
Masih ada pilihan FWD
Suzuki tidak hanya menawarkan varian E-Four. Pabrikan juga tetap menyediakan versi penggerak roda depan atau FWD agar konsumen bisa memilih sesuai kebutuhan dan preferensi.
Pilihan ini memberi ruang bagi pembeli yang mengutamakan efisiensi penggunaan harian. Di sisi lain, varian E-Four tetap menjadi opsi menarik bagi mereka yang membutuhkan sistem penggerak lebih lengkap.
Harga dan karakter pasar
Di Jepang, harga Suzuki Landy dimulai dari 3.845.600 yen atau sekitar Rp429,4 juta. Varian tertinggi dengan E-Four dipasarkan seharga 4.128.300 yen atau sekitar Rp461 juta.
Transmisi e-CVT menjadi pasangan dari powertrain hybrid tersebut. Kombinasi ini diklaim membantu akselerasi yang lebih lembut dan menjaga rasa berkendara tetap halus, sesuai dengan karakter MPV keluarga premium.
Penyegaran ini menunjukkan arah yang cukup jelas untuk Landy. Dengan tambahan delapan kursi, pilihan penggerak yang lebih lengkap, serta kabin yang tetap nyaman, Suzuki membuat MPV rebadge berbasis Toyota Noah ini terasa semakin relevan bagi keluarga yang butuh ruang, efisiensi, dan kemewahan dalam satu paket.
Source: www.bincangbincangmobil.com






