Di kelas naked bike 125cc premium Inggris, Suzuki GSX-S125 dan Yamaha MT-125 sama-sama masuk radar rider pemula dan pemegang lisensi A1. Dua model ini menawarkan performa yang dekat, tetapi karakter yang dibawa justru sangat berbeda.
GSX-S125 bermain di sisi ringan dan sederhana. MT-125 tampil lebih modern, lebih agresif, dan lebih kaya fitur, sehingga jarak keduanya terasa jelas meski angka tenaganya hampir sama.
Performa tipis, karakter berbeda
Suzuki GSX-S125 mengandalkan mesin 1 silinder 124cc DOHC pendingin cairan. Outputnya mencapai 14,8 hp dan torsi 11 Nm, dengan karakter yang responsif di putaran atas dan terasa agresif untuk ukuran 125cc.
Yamaha MT-125 memakai mesin 1 silinder 125cc SOHC 4-katup dengan teknologi VVA dan pendingin cairan. Tenaganya 14,7 hp, sedangkan torsinya 11,5 Nm, sehingga unggul tipis di dorongan bawah dan menengah.
Perbedaan angka itu kecil, tetapi rasa berkendaranya tidak sama. GSX-S125 lebih terasa lincah dan langsung, sementara MT-125 hadir lebih halus dan refined di banyak rentang rpm.
Suzuki unggul di bobot dan rasa simpel
Bobot menjadi senjata utama GSX-S125. Kombinasi chassis ringan, bobot sangat ringan, dan ergonomi sporty membuat motor ini mudah diajak bermanuver di jalan kota maupun tikungan sempit.
Posisi riding-nya juga dibuat cukup nyaman untuk harian. Setangnya lebih santai dibanding GSX-R125, tetapi karakter naked bike sporty tetap terasa kuat.
Desain GSX-S125 tidak setajam rivalnya, namun aura streetfighter kecil khas Suzuki masih menonjol. Motor ini cocok untuk pengendara yang menginginkan motor simpel, cepat, dan menyenangkan dipakai setiap hari.
Suzuki juga dikenal punya rasio power-to-weight yang menarik di kelas ini. Karena itu, banyak rider di Inggris menyukai GSX-S125 untuk belajar riding sporty tanpa harus berhadapan dengan motor yang terasa besar atau berat.
MT-125 tampil lebih premium dan modern
Yamaha MT-125 membawa pendekatan berbeda lewat gaya “Dark Side of Japan”. Wajahnya tajam, agresif, dan terasa lebih premium untuk motor 125cc.
Teknologi VVA memberi karakter mesin yang lebih fleksibel di berbagai putaran. Akselerasinya terasa halus, tetap responsif, dan lebih matang saat dipakai di putaran menengah.
Sasis Deltabox dan suspensi upside-down premium juga memberi efek besar pada handling. Motor ini terasa solid, dewasa, dan lebih meyakinkan dibanding banyak rival di kelas A1.
Fitur jadi pembeda paling mencolok
Perbedaan terbesar ada pada perlengkapan. Yamaha MT-125 sudah memakai TFT display 5 inci, konektivitas smartphone, traction control pada generasi terbaru, assist & slipper clutch, serta pencahayaan full LED.
Suzuki GSX-S125 tampil jauh lebih sederhana di area ini. Motor tersebut hanya membawa lampu utama LED, panel LCD digital, dan Smartkey, sehingga fokusnya lebih ke fungsi daripada kesan mewah.
Di sektor kaki-kaki, GSX-S125 memakai suspensi teleskopik di depan dan monoshock di belakang. MT-125 menggunakan upside-down di depan dan monoshock di belakang, lalu dipadukan dengan ban yang lebih lebar, yakni 100/80 di depan dan 140/70 di belakang.
Keduanya sama-sama menggunakan rem cakram depan-belakang dengan ABS. Namun, MT-125 terasa lebih solid karena bobotnya sekitar 142 kilogram, sedangkan GSX-S125 hanya 135 kilogram.
Harga ikut mengubah arah pilihan
Selisih harga juga cukup besar. Suzuki GSX-S125 dijual 3.999 Pound sterling atau sekitar Rp 95 jutaan.
Yamaha MT-125 dibanderol 5.301 Pound sterling atau sekitar Rp 126 jutaan. Selisih ini membuat posisi MT-125 lebih kuat sebagai opsi premium, sedangkan GSX-S125 lebih menarik bagi pembeli yang menimbang value dan kelincahan.
Tinggi jok juga ikut membedakan karakter keduanya. GSX-S125 punya tinggi jok 785 mm, sementara MT-125 berada di 810 mm.
Perbedaan itu membuat GSX-S125 lebih ramah untuk penggunaan harian. MT-125 memberi posisi berkendara yang lebih tegak dan natural, selaras dengan karakter modern yang dibawanya.
Pada akhirnya, GSX-S125 cocok untuk rider yang mengejar motor ringan, simpel, dan fun. MT-125 lebih pas untuk yang ingin fitur lengkap, tampilan premium, dan karakter naked bike modern yang lebih matang.
Source: ridertua.com