Persaingan laptop premium berbasis ARM kini makin menarik setelah Microsoft memperkenalkan Surface Laptop Ultra. Perangkat ini langsung mencuri perhatian karena memakai chip NVIDIA RTX Spark 20-core ARM, yang diposisikan lebih bertenaga daripada chip Qualcomm ARM yang sebelumnya digunakan Microsoft.
Di sisi lawan, MacBook Pro dengan Apple M5 Pro sudah lebih dulu berada di kelas workstation. Artinya, fokus pertarungan ini bukan hanya soal angka benchmark, tetapi juga soal apakah Surface Laptop Ultra punya cukup alasan untuk mengganggu dominasi MacBook Pro di segmen kerja premium.
Duel ARM dengan arah yang berbeda
Kedua perangkat sama-sama memakai pendekatan ARM untuk performa tinggi. Namun, Microsoft memilih kombinasi CPU ARM dan GPU NVIDIA Blackwell RTX, sedangkan Apple tetap mengandalkan efisiensi dan performa CPU terintegrasi lewat M5 Pro.
Surface Laptop Ultra sendiri belum dirilis, sehingga sejumlah detail penting masih belum tersedia. Kapasitas baterai, dimensi, bobot, dan harga resmi perangkat itu belum diumumkan.
Meski begitu, spesifikasi awalnya menunjukkan ambisi besar dari Microsoft. Surface Laptop Ultra dibekali layar 15 inci PixelSense Ultra mini-LED touchscreen dengan resolusi 2880×1920, rasio 16:10, refresh rate 120Hz, dan peak brightness HDR 2000 nits.
MacBook Pro yang dibandingkan memakai panel 14,2 inci Liquid Retina XDR mini-LED. Layar ini memiliki resolusi 3024×1964, rasio 16:10, refresh rate 120Hz, dan peak brightness HDR 1600 nits.
Secara ukuran, panel Surface lebih besar. Dari sisi kecerahan puncak HDR, perangkat Microsoft juga unggul di atas kertas.
CPU masih milik Apple
Untuk pemrosesan utama, Surface Laptop Ultra memakai NVIDIA RTX Spark 20-core ARM CPU. MacBook Pro menggunakan Apple M5 Pro 18-core CPU.
Hasil benchmark yang tersedia masih menempatkan MacBook Pro di depan dalam performa CPU. Pada Geekbench 6 single-core, RTX Spark mencetak 3123, sedangkan M5 Pro mencapai 4295.
Di Geekbench 6 multi-core, RTX Spark meraih 19708. Apple M5 Pro mencatat 29256, yang menunjukkan keunggulan yang lebih besar lagi pada beban kerja multithread.
Pengujian Clang code compilation juga mengarah ke arah yang sama. RTX Spark mencatat 43149, sementara M5 Pro berada di 55165.
Dari angka itu, Apple M5 Pro unggul 37,5 persen pada single-core dan 48,4 persen pada multi-core Geekbench 6. Pada Clang code compilation, M5 Pro juga mencatat skor 27,8 persen lebih tinggi.
Hasil tersebut membuat MacBook Pro lebih meyakinkan untuk pengguna yang mengejar performa CPU mentah. Menariknya, keunggulan itu hadir meski M5 Pro punya dua inti CPU lebih sedikit dibanding chip NVIDIA di Surface.
Keunggulan Surface ada di GPU dan gaming
Meski tertinggal dalam performa CPU, Surface Laptop Ultra membawa pembeda yang sangat jelas. Laptop ini memakai GPU NVIDIA Blackwell RTX dengan 6144 CUDA cores, yang membuka akses ke berbagai aplikasi berbasis CUDA.
Poin ini penting karena program CUDA tidak berjalan di MacBook Pro. Untuk sebagian pengguna profesional, terutama yang bergantung pada ekosistem komputasi GPU NVIDIA, keunggulan ini bisa lebih relevan daripada selisih skor benchmark CPU.
Di sisi gaming, Surface juga terlihat jauh lebih siap. MacBook Pro bukan perangkat yang dikenal kuat dalam kompatibilitas game, sementara Surface membawa fondasi grafis yang lebih cocok untuk beban gaming modern.
NVIDIA bahkan mendemonstrasikan RTX Spark menjalankan Forza Horizon 6 pada 1440p 100 fps dengan ray tracing dan DLSS aktif. Klaim ini membuat Surface Laptop Ultra terlihat lebih masuk akal bagi pengguna yang ingin laptop kerja premium sekaligus mesin gaming.
Memori, penyimpanan, dan material
Surface Laptop Ultra mendukung memori hingga 128GB LPDDR5X. MacBook Pro dalam konfigurasi ini menawarkan 64GB LPDDR5 unified memory.
Di penyimpanan, Surface hadir dengan 1TB PCIe Gen 4 SSD yang bisa di-upgrade dan diganti. MacBook Pro mendukung hingga 8TB PCIe Gen 4 unified SSD, tetapi penyimpanannya bersifat soldered.
Keduanya sama-sama memakai konstruksi aluminium hasil pemrosesan CNC. Surface menggunakan anodized aluminum chassis, sedangkan MacBook Pro memakai aluminium unibody enclosure.
Keduanya digambarkan punya daya tahan tinggi dan minim chassis flex. Namun, perbandingan portabilitas belum bisa benar-benar tuntas karena ukuran dan bobot Surface Laptop Ultra belum diumumkan.
MacBook Pro tetap tampak lebih ringkas karena memakai layar 14,2 inci. Surface disebut cukup tipis dan ringan, tetapi belum ada angka resmi untuk menilai selisihnya secara objektif.
Harga masih jadi pertanyaan
Satu hal besar yang masih belum terjawab adalah harga Surface Laptop Ultra. Microsoft belum mengumumkan banderol resmi perangkat ini.
Sebaliknya, MacBook Pro dengan M5 Pro dibuka mulai 2,199 dolar AS. Tanpa harga resmi dari Microsoft, penilaian soal value for money masih belum bisa dilakukan secara penuh.
Untuk saat ini, peta persaingannya terlihat cukup jelas. MacBook Pro dengan M5 Pro unggul dalam performa CPU mentah, sementara Surface Laptop Ultra menonjol lewat layar yang lebih besar dan lebih terang, dukungan CUDA, serta potensi gaming yang jauh lebih kuat.
Source: tech.sportskeeda.com