STRC Makin Tertekan, Taruhan Bitcoin Strategy Mulai Dipertanyakan Pasar

Harga STRC milik Strategy kembali tertekan dan kini makin dekat ke level terendah. Di pasar, tekanan itu dibaca sebagai sinyal bahwa biaya dari strategi beli Bitcoin yang agresif mulai dipertanyakan.

Preferred perpetual tersebut turun 3,58% ke $91,79 pada Selasa, atau 8,2% di bawah nilai pari $100. Jarak itu penting karena harga di bawah par membuat mesin pendanaan Strategy lewat penerbitan saham baru menjadi kurang efisien.

Struktur pendanaan ikut terdorong

STRC adalah Variable Rate Series A Perpetual Stretch Preferred Stock, atau “Stretch”, yang dirancang sebagai produk fixed-income dengan eksposur ke Bitcoin. Instrumen ini punya dividen variabel, target nilai $100 per saham, dan tidak memiliki tanggal jatuh tempo.

Selama STRC diperdagangkan di atau di atas nilai pari, Strategy bisa menerbitkan saham baru lebih efisien lewat program at-the-market. Saat harga turun di bawah level itu, daya tarik penerbitan baru ikut melemah dan tekanan pada struktur modal menjadi lebih terasa.

Bitcoin melemah, pasar menimbang alokasi kas

Penurunan STRC terjadi saat Bitcoin turun 2,5% semalam ke sedikit di bawah $65.000. Sebelumnya, aset kripto itu sempat naik ke $67.000 pada awal pekan sebelum terkoreksi dalam 24 jam terakhir.

Bagi pemegang STRC, perhatian utama ada pada alokasi kas. Setiap dolar yang dipakai Strategy untuk membeli BTC berarti satu dolar yang tidak disimpan sebagai cadangan untuk membayar dividen STRC.

Produk ini dipasarkan sebagai alternatif “digital credit” bagi dana pasar uang, dengan imbal hasil yang didukung kepemilikan Bitcoin perusahaan. Namun, kekhawatiran pasar justru meningkat ketika keamanan dividen dinilai lebih bergantung pada ketersediaan kas daripada pada pembelian BTC yang terus berlanjut.

Dividen tinggi belum cukup meredam kekhawatiran

Strategy disebut memiliki runway kas sekitar 21 bulan dan tidak ada pemicu margin call. Meski begitu, pemegang STRC tetap melihat pembelian Bitcoin sebagai prioritas yang bisa menggeser perlindungan dividen, terutama saat harga aset digital sedang melemah.

Nick Ruck dari LVRG Research menilai sentimen risk-off yang lebih luas di kripto ikut menekan minat investor. Ia juga menyoroti bahwa dividen variabel dengan imbal hasil di atas 12% masih diuji oleh tekanan jual dan kekhawatiran atas struktur modal Strategy yang kian besar.

Dengan sekitar $21 miliar kewajiban utang, setiap penerbitan preferred baru ikut menambah kompleksitas struktur modal perusahaan. Kondisi itu membuat sulit bagi satu instrumen untuk mempertahankan patokan harganya sendiri.

Tekanan juga menjalar ke MSTR

Saham MSTR milik Strategy ikut tertekan pada hari yang sama dan turun 6,35% ke $122,81. Dalam setahun terakhir, saham itu tercatat merosot 67%.

Pergerakan tersebut menunjukkan pasar sedang menilai ulang premi yang dulu dibayar investor untuk MSTR sebagai taruhan leveraged pada Bitcoin. Pada puncaknya di akhir 2024, MSTR diperdagangkan lebih dari 2,4 kali nilai aset bersihnya, tetapi pada Januari 2026 premi itu turun menjadi sekitar 1,1 kali.

Di awal Juni, MSTR juga melakukan penjualan Bitcoin pertamanya sejak 2022 dengan melepas 32 BTC senilai $2,5 juta. Langkah kecil itu tetap penting secara psikologis karena mematahkan narasi bahwa perusahaan tidak pernah menjual kepemilikan BTC-nya.

Pesaing membuat STRC terlihat makin berat

Tekanan pada STRC juga datang dari pembanding yang lebih menguntungkan di pasar. SATA, saham preferred variable-rate milik Strive, diperdagangkan tepat di $100 atau sesuai nilai pari, dengan imbal hasil efektif sekitar 13%.

Bagi investor fixed-income, kontrasnya jelas terlihat. SATA menawarkan struktur yang mirip, imbal hasil lebih tinggi, dan tidak diperdagangkan dengan diskon, sementara STRC membawa bayang-bayang risiko dari strategi akumulasi Bitcoin yang kontroversial.

Saat dua produk serupa berada di pasar yang sama tetapi satu bertahan di pari dan yang lain terdiskon 8,2%, pasar memberi sinyal preferensi yang sulit diabaikan. Lanskap produk terkait Bitcoin juga makin ramai karena ETF Bitcoin berimbal hasil dan produk institusional lain memberi lebih banyak pilihan bagi investor yang mencari eksposur kripto sekaligus pendapatan.

Terkait