Pengguna Nintendo Switch kini punya cara baru untuk memakai Steam Controller di konsol Nintendo. Melalui pembaruan HID Remapper, trackpad dan sensor khas buatan Valve itu ikut bisa berfungsi, sesuatu yang selama ini sulit dilakukan di ekosistem resmi.
Dukungan ini langsung menarik perhatian karena kompatibilitas lintas perangkat di dunia konsol masih terbatas. Bagi pemilik Steam Controller, pembaruan tersebut membuka jalan untuk memakai kontroler lama di Switch dan Switch 2 lewat perangkat pihak ketiga yang bisa menerjemahkan input antarperangkat.
Steam Controller kini tembus ke Switch
Jacek Fedoryński, kreator HID Remapper, menyebut pembaruan terbaru memungkinkan adaptor open-source itu bekerja dengan Steam Controller. Informasi ini pertama kali disorot VideoCardz setelah Fedoryński mengumumkannya melalui X.
Dengan perubahan itu, Steam Controller dapat dipakai pada perangkat yang menerima input USB. Cakupannya mencakup Nintendo Switch dan Switch 2, sehingga kontroler Valve tersebut kini bisa difungsikan di konsol Nintendo melalui jalur yang tidak tersedia secara bawaan.
HID Remapper sendiri bukan adaptor biasa. Perangkat ini dapat diprogram ulang untuk menerjemahkan input dari satu perangkat menjadi output yang sesuai untuk perangkat lain.
Trackpad ikut aktif, tapi tidak tanpa batasan
Hal paling menonjol dari pembaruan ini adalah dukungan terhadap trackpad Steam Controller. Fitur itu penting karena trackpad menjadi elemen utama yang membedakan kontroler ini dari gamepad konvensional.
Namun, ada batasan penting di Switch 2. Fedoryński menjelaskan bahwa meski trackpad bisa meniru input mouse, Switch 2 memblokir penggunaan mouse saat sebuah kontroler terhubung.
Artinya, trackpad memang bekerja dalam skema dukungan baru ini, tetapi mode yang meniru mouse tidak bisa dipakai pada kondisi tersebut. Sensor pada Steam Controller juga termasuk dalam dukungan pembaruan ini, sehingga fungsinya meluas melampaui tombol dan stik biasa.
Mengapa dukungan ini terasa penting
Di atas kertas, satu kontroler idealnya bisa dipakai lintas perangkat tanpa hambatan. Di praktiknya, pengguna sering harus menyesuaikan diri dengan tata letak tombol, posisi input, dan karakter kontrol yang berbeda-beda di tiap platform.
Perbedaan sederhana seperti posisi tombol A dan B sudah cukup membuat sebagian pemain perlu beradaptasi ulang saat pindah perangkat. Karena itu, adaptor dan solusi modding pihak ketiga terus mendapat perhatian, terutama ketika dukungan resmi tidak tersedia atau sangat terbatas.
Kasus Steam Controller di Switch menunjukkan arah yang menarik. Kali ini, kontroler yang identik dengan ekosistem PC justru berhasil dibawa ke konsol Nintendo lewat solusi komunitas.
Peran perangkat open-source
HID Remapper menonjol karena sifatnya yang terbuka dan bisa dimodifikasi. Fleksibilitas ini memungkinkan pengembang atau pengguna menambahkan kode baru agar perangkat tertentu bisa berkomunikasi dengan sistem yang awalnya tidak mendukungnya.
Dalam konteks ini, pembaruan Fedoryński menjadi contoh bagaimana perangkat open-source bisa memperpanjang usia pakai hardware lama. Steam Controller yang sudah lama dikenal sebagai produk unik kini mendapat ruang penggunaan baru di luar habitat aslinya.
Bagi pemiliknya, nilai tambahnya jelas. Mereka bisa membawa kontroler favorit ke lebih banyak platform sambil tetap mempertahankan keunggulan khas seperti trackpad dan sensor, meski tetap ada pembatasan dari sisi sistem konsol.
Dukungan ini juga memperlihatkan bahwa hambatan kompatibilitas tidak selalu berasal dari kontrolernya. Pada kasus trackpad yang meniru mouse, batasan justru datang dari Switch 2 yang tidak mengizinkan input mouse ketika kontroler terhubung.
Source: www.xda-developers.com






